alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Yes! Kota Batu Digelontor 12.500 Dosis Vaksin PMK

BATU- Angka perkembangan ternak yang tersuspek penyakit mulut dan kuku (PMK) memang tinggi, menyentuh angka 2.600 ekor. Namun, sedikit ada kabar gembira, karena Kota Batu sudah digelontor vaksin PMK sebanyak 12.500 dosis. Dengan ’senjata’ tersebut, para peternak hewan berkuku ganda tak perlu waswas lagi.

Menurut catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu. Vaksin PMK sudah datang sejak 24 Juni lalu. Ditandai dengan penyerahan vaksin secara simbolis dari Asisten II Kota Batu Sugeng Pramono pada tim kesehatan hewan DPKP.

”Kami melakukan vaksin perdana di kandang komunal milik Kelompok Tani Gunung Harta. Jadi kalau ditotal vaksin kita sudah keluar 200 dosis dalam kegiatan awal itu,” ucap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Heru Purwanto.

Secara rinci, Heru menuturkan bahwa vaksin tersebut telah didistribusikan sebanyak 1.880 dosis. Paling banyak disebar di Kecamatan Bumiaji 721 dosis. Disusul Kecamatan Batu sebanyak 690 dosis. Terakhir disebar di Kecamatan Junrejo sebanyak 469 dosis.

Jika di-breakdown lebih rinci, vaksin sudah disebar pada 18 lokasi. Pertama Kecamatan Bumiaji yakni, Desa Gunungsari mendapatkan alokasi sebanyak 202 dosis, Desa Tulungrejo sebanyak 294 dosis, Desa Sumberbrantas sebanyak 71 dosis, Desa Pandanrejo 30 dosis, Desa Bumiaji 20 dosis, Desa Sumbergondo 17 dosis, Desa Punten 37 dosis, dan Desa Bulukerto 50 dosis.

Sedangkan pada Kecamatan Junrejo meliputi Desa Pendem 51 dosis, Desa Junrejo 233 dosis, Desa Beji 6 dosis, Desa Tlekung 179 dosis.

Dilanjut persebaran di Kecamatan Batu meliputi, Desa Pesanggrahan sebanyak 138 dosis, Kelurahan Songgokerto 116 dosis, Desa Sumberejo 30 dosis, Desa Sidomulyo 16 dosis, Kelurahan Temas 21 dosis, dan Desa Oro-Oro Ombo 369.

“Vaksin tahap pertama ini dilakukan pada hewan yang sehat. Rencananya akan dilakukan sejak 25 Juni lalu sampai 7 Juli nanti. Kemudian akan diulang 1 bulan sesudah dosis pertama dan dilakukan booster 6 bulan setelah pemberian dosis kedua,” urai Heru. (fif/lid)

BATU- Angka perkembangan ternak yang tersuspek penyakit mulut dan kuku (PMK) memang tinggi, menyentuh angka 2.600 ekor. Namun, sedikit ada kabar gembira, karena Kota Batu sudah digelontor vaksin PMK sebanyak 12.500 dosis. Dengan ’senjata’ tersebut, para peternak hewan berkuku ganda tak perlu waswas lagi.

Menurut catatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu. Vaksin PMK sudah datang sejak 24 Juni lalu. Ditandai dengan penyerahan vaksin secara simbolis dari Asisten II Kota Batu Sugeng Pramono pada tim kesehatan hewan DPKP.

”Kami melakukan vaksin perdana di kandang komunal milik Kelompok Tani Gunung Harta. Jadi kalau ditotal vaksin kita sudah keluar 200 dosis dalam kegiatan awal itu,” ucap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Batu Heru Purwanto.

Secara rinci, Heru menuturkan bahwa vaksin tersebut telah didistribusikan sebanyak 1.880 dosis. Paling banyak disebar di Kecamatan Bumiaji 721 dosis. Disusul Kecamatan Batu sebanyak 690 dosis. Terakhir disebar di Kecamatan Junrejo sebanyak 469 dosis.

Jika di-breakdown lebih rinci, vaksin sudah disebar pada 18 lokasi. Pertama Kecamatan Bumiaji yakni, Desa Gunungsari mendapatkan alokasi sebanyak 202 dosis, Desa Tulungrejo sebanyak 294 dosis, Desa Sumberbrantas sebanyak 71 dosis, Desa Pandanrejo 30 dosis, Desa Bumiaji 20 dosis, Desa Sumbergondo 17 dosis, Desa Punten 37 dosis, dan Desa Bulukerto 50 dosis.

Sedangkan pada Kecamatan Junrejo meliputi Desa Pendem 51 dosis, Desa Junrejo 233 dosis, Desa Beji 6 dosis, Desa Tlekung 179 dosis.

Dilanjut persebaran di Kecamatan Batu meliputi, Desa Pesanggrahan sebanyak 138 dosis, Kelurahan Songgokerto 116 dosis, Desa Sumberejo 30 dosis, Desa Sidomulyo 16 dosis, Kelurahan Temas 21 dosis, dan Desa Oro-Oro Ombo 369.

“Vaksin tahap pertama ini dilakukan pada hewan yang sehat. Rencananya akan dilakukan sejak 25 Juni lalu sampai 7 Juli nanti. Kemudian akan diulang 1 bulan sesudah dosis pertama dan dilakukan booster 6 bulan setelah pemberian dosis kedua,” urai Heru. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/