alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Muscab PB Kota Batu Soroti Isu Kekerasan Anak dan KDRT

KOTA BATU – Kasus kekerasan terhadap balita perempuan berusia 2,5 tahun di Kota Batu beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan publik. Kasus tersebut sekaligus menjadi indikasi masih adanya bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap anak di kota wisata tersebut.

Sebelumnya, terlapor juga kasus pelecehan seksual terhadap pelajar yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Batu. Situasi ini lah yang menjadi sorotan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa (PB) Kota Batu di Perumahan Cluster Minggu (31/10) .

Ketua DPC PB Kota Batu Dewi Kartika mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyuarakan suara perempuan. Utamanya bagi mereka yang sedang termarjinalkan. “Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila (PP), maka ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang mana perempuan dan anak harus dilindungi,” katanya.

Wanita yang terpilih menjadi Ketua DPC PB Kota Batu periode 2022-2026 itu mengungkapkan, seringkali korban KDRT baik perempuan atau anak tidak melapor ke pihak berwenang. Penyebabnya ada beberapa faktor. Seperti malu diketahui orang lain atau keluarga dan takut menjadi aib. Mengahadapi situasi tersebut, pihaknya melalui Griya Curhat Keluarga siap melakukan konseling kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak.

“Tidak hanya sekadar mengedukasi tetapi sampai tingkat advokasi, karena korban-korban ini kan psikisnya juga sampai terganggu,” ujar wanita yang juga anggota DPRD Kota Batu. Pihaknya juga akan memberdayakan kader-kader yang ada di dewan pimpinan cabang (DPC) dan dewan pimpinan anak cabang (DPAC) untuk melakukan sosialisasi terkait program itu.

Selain itu, PB juga akan bekerjasama dengan aktivis perempuan yaitu Salma Safitri untuk menggelar Sekolah Perempuan Desa secara berkala. Tujuan pihaknya dalam menyuarakan suara perempuan yakni terdapat tiga benang merah di antaranya empowering women, edukasi dan silaturahmi. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Kasus kekerasan terhadap balita perempuan berusia 2,5 tahun di Kota Batu beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan publik. Kasus tersebut sekaligus menjadi indikasi masih adanya bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), khususnya terhadap anak di kota wisata tersebut.

Sebelumnya, terlapor juga kasus pelecehan seksual terhadap pelajar yang terjadi di salah satu sekolah di Kota Batu. Situasi ini lah yang menjadi sorotan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Perempuan Bangsa (PB) Kota Batu di Perumahan Cluster Minggu (31/10) .

Ketua DPC PB Kota Batu Dewi Kartika mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menyuarakan suara perempuan. Utamanya bagi mereka yang sedang termarjinalkan. “Sebagai Ketua Srikandi Pemuda Pancasila (PP), maka ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang mana perempuan dan anak harus dilindungi,” katanya.

Wanita yang terpilih menjadi Ketua DPC PB Kota Batu periode 2022-2026 itu mengungkapkan, seringkali korban KDRT baik perempuan atau anak tidak melapor ke pihak berwenang. Penyebabnya ada beberapa faktor. Seperti malu diketahui orang lain atau keluarga dan takut menjadi aib. Mengahadapi situasi tersebut, pihaknya melalui Griya Curhat Keluarga siap melakukan konseling kepada masyarakat khususnya perempuan dan anak.

“Tidak hanya sekadar mengedukasi tetapi sampai tingkat advokasi, karena korban-korban ini kan psikisnya juga sampai terganggu,” ujar wanita yang juga anggota DPRD Kota Batu. Pihaknya juga akan memberdayakan kader-kader yang ada di dewan pimpinan cabang (DPC) dan dewan pimpinan anak cabang (DPAC) untuk melakukan sosialisasi terkait program itu.

Selain itu, PB juga akan bekerjasama dengan aktivis perempuan yaitu Salma Safitri untuk menggelar Sekolah Perempuan Desa secara berkala. Tujuan pihaknya dalam menyuarakan suara perempuan yakni terdapat tiga benang merah di antaranya empowering women, edukasi dan silaturahmi. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/