alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Ini Penyebab Alarm Bencana Alam di Batu Bunyi Belasan Kali

KOTA BATU – Pergerakan tanah dengan intensitas yang cukup sering diduga menjadi pemicu aktifnya Early Warning System (EWS) yang dipasang di tebing Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Batu. Kemarin (1/2) sore hingga tadi malam, alarm peringatan dini bencana itu berbunyi hingga lebih dari 10 kali sehingga membuat belasan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang aman.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan, EWS merupakan alat bertenaga matahari berupa kawat baja yang ditancapkan di titik lahan yang rawan pergerakan tanah. Tiap ada pergeseran 2 milimeter, akan mengaktifkan alarm.

“Jika jarak bunyi alarm makin cepat (antara bunyi pertama dan selanjutnya), maka pergeseran tanah terus terjadi,” kata pria yang bekerja di Pemkot Batu sejak 2005 ini.

Dia menjelaskan, selama musim hujan, EWS sudah berbunyi sekitar 40 kali. Sehingga, pergeseran tanahnya diperkirakan bisa mencapai 8 centimeter saat ini. “Termasuk yang tadi malam, sampai sekitar 15 kali bunyinya,” terang dia.

Lebih lanjut, sistem EWS tersebut bekerja 24 jam. Energi listriknya juga ramah lingkungan. “Alat ini 24 jam bekerja. Jadi setiap saat ada sesuatu, akan mengirimkan alarm ke warga sekitar,” terangnya.

Seperti diketahui, tadi malam juga terjadi bunyi alarm ini beberapa kali. Sehingga, warga sekitar dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Pergerakan tanah dengan intensitas yang cukup sering diduga menjadi pemicu aktifnya Early Warning System (EWS) yang dipasang di tebing Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Batu. Kemarin (1/2) sore hingga tadi malam, alarm peringatan dini bencana itu berbunyi hingga lebih dari 10 kali sehingga membuat belasan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang aman.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochim menjelaskan, EWS merupakan alat bertenaga matahari berupa kawat baja yang ditancapkan di titik lahan yang rawan pergerakan tanah. Tiap ada pergeseran 2 milimeter, akan mengaktifkan alarm.

“Jika jarak bunyi alarm makin cepat (antara bunyi pertama dan selanjutnya), maka pergeseran tanah terus terjadi,” kata pria yang bekerja di Pemkot Batu sejak 2005 ini.

Dia menjelaskan, selama musim hujan, EWS sudah berbunyi sekitar 40 kali. Sehingga, pergeseran tanahnya diperkirakan bisa mencapai 8 centimeter saat ini. “Termasuk yang tadi malam, sampai sekitar 15 kali bunyinya,” terang dia.

Lebih lanjut, sistem EWS tersebut bekerja 24 jam. Energi listriknya juga ramah lingkungan. “Alat ini 24 jam bekerja. Jadi setiap saat ada sesuatu, akan mengirimkan alarm ke warga sekitar,” terangnya.

Seperti diketahui, tadi malam juga terjadi bunyi alarm ini beberapa kali. Sehingga, warga sekitar dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/