alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Kusir Dokar Wisata Kota Batu Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

KOTA BATU – Sebanyak 28 tenaga kusir dokar wisata di Kota Batu terima kartu BPJS Ketenagakerjaan Rabu (2/2). Hal itu sebagai komitmen dan upaya BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu untuk melindungi dan memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para kusir. Kegiatan simbolis penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu dilakukan secara langsung di area parkir dokar wisata yang berada di Alun-Alun Kota Batu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq, kegiatan dan support yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada kusir dokar wisata, merupakan hal yang luar biasa. “Ini hal yang patut diapresiasi sebab BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu dengan Kepala BPJS Kota Malang memikirkan semua pekerja. Salah satunya ya para kusir dokar wisata ini. Untuk itu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apa yang diberikan,” ucap Arief.

Dalam kegiatan tersebut tak hanya pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan saja, namun Kepala BPJS Malang juga memberikan bantuan berupa neon box untuk menandai tempat parkir dokar wisata. “Selain pemberian kartu secara simbolis, ada juga bantuan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya yaitu sebuah neon box. Ini kan hal yang sangat luar biasa lagi, karena hal sekecil dan sedetail ini juga diperhatikan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya Imam Santoso dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kinerja Dinas Pariwisatalah yang mengantarkan mereka untuk memberikan bantuan pada kusir dokar wisata.

“Dukungan disparta Kota Batu ini luar biasa terlebih support beliau dalam hal ini Kadisparta Kota Batu pada program pemerintah, untuk perlindungan BPJS Ketenagakerjaan pada kusir dokar wisata,” terang Imam.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan itu penting adanya bagi para kusir. Sebab mereka tak hanya bekerja, namun juga melestarikan budaya yang ada. “Mudah-mudahan mereka nyaman dengan aktivitasnya. Karena kota paham bahwa setiap aktivitas itu memiliki risikonya sendiri, apalagi mereka salah satu pelaku pariwisata yang memiliki mobilitas tinggi. Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan keamanan bagi para kusir dokar wisata di Kota Batu,” seri dia.

Perlu diketahui iuran premi yang dikenakan pada para kusir tersebut sebesar Rp 16.800 yang diambilkan dari uang insentif bulanan dari disparta sebesar Rp 1 juta. Dari iuran premi tersebut para kusir mengikuti 2 program di antaranya program kecelakaan kerja serta kematian.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan pelaku wisata lain baik pedagang, perajin dan asosiasi-asosiasi pariwisata lain di Kota Batu. Terakhir kami juga bekerja sama dengan desa wisata,” tegasnya Imam.

Salah satu kusir dokar wisata, Fandi Darmadi, 40, dirinya mengaku sangat berterima kasih dengan apa yang diberikan oleh Disparta Kota Batu serta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya. Dirinya mengatakan tak keberatan jika uang insentifnya itu dipotong untuk iuran premi.

“Dulu keberadaan kita kurang dipedulikan. Tapi sekarang alhamdulillah sudah sangat diperhatikan mulai dari mendapatkan uang insentif setiap bulan yang kami ambil di Bank Jatim. Lalu saat ini kami juga mendapatkan BPJS. Sehingga hal ini memberikan perlindungan kami saat bekerja,” pungkasnya. (fif/ifa/lid)

KOTA BATU – Sebanyak 28 tenaga kusir dokar wisata di Kota Batu terima kartu BPJS Ketenagakerjaan Rabu (2/2). Hal itu sebagai komitmen dan upaya BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu untuk melindungi dan memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para kusir. Kegiatan simbolis penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu dilakukan secara langsung di area parkir dokar wisata yang berada di Alun-Alun Kota Batu.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq, kegiatan dan support yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan pada kusir dokar wisata, merupakan hal yang luar biasa. “Ini hal yang patut diapresiasi sebab BPJS Ketenagakerjaan Kota Batu dengan Kepala BPJS Kota Malang memikirkan semua pekerja. Salah satunya ya para kusir dokar wisata ini. Untuk itu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas apa yang diberikan,” ucap Arief.

Dalam kegiatan tersebut tak hanya pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan saja, namun Kepala BPJS Malang juga memberikan bantuan berupa neon box untuk menandai tempat parkir dokar wisata. “Selain pemberian kartu secara simbolis, ada juga bantuan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya yaitu sebuah neon box. Ini kan hal yang sangat luar biasa lagi, karena hal sekecil dan sedetail ini juga diperhatikan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya Imam Santoso dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa kinerja Dinas Pariwisatalah yang mengantarkan mereka untuk memberikan bantuan pada kusir dokar wisata.

“Dukungan disparta Kota Batu ini luar biasa terlebih support beliau dalam hal ini Kadisparta Kota Batu pada program pemerintah, untuk perlindungan BPJS Ketenagakerjaan pada kusir dokar wisata,” terang Imam.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa BPJS Ketenagakerjaan itu penting adanya bagi para kusir. Sebab mereka tak hanya bekerja, namun juga melestarikan budaya yang ada. “Mudah-mudahan mereka nyaman dengan aktivitasnya. Karena kota paham bahwa setiap aktivitas itu memiliki risikonya sendiri, apalagi mereka salah satu pelaku pariwisata yang memiliki mobilitas tinggi. Untuk itu BPJS Ketenagakerjaan hadir untuk memberikan keamanan bagi para kusir dokar wisata di Kota Batu,” seri dia.

Perlu diketahui iuran premi yang dikenakan pada para kusir tersebut sebesar Rp 16.800 yang diambilkan dari uang insentif bulanan dari disparta sebesar Rp 1 juta. Dari iuran premi tersebut para kusir mengikuti 2 program di antaranya program kecelakaan kerja serta kematian.

“Kita juga sudah bekerja sama dengan pelaku wisata lain baik pedagang, perajin dan asosiasi-asosiasi pariwisata lain di Kota Batu. Terakhir kami juga bekerja sama dengan desa wisata,” tegasnya Imam.

Salah satu kusir dokar wisata, Fandi Darmadi, 40, dirinya mengaku sangat berterima kasih dengan apa yang diberikan oleh Disparta Kota Batu serta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Raya. Dirinya mengatakan tak keberatan jika uang insentifnya itu dipotong untuk iuran premi.

“Dulu keberadaan kita kurang dipedulikan. Tapi sekarang alhamdulillah sudah sangat diperhatikan mulai dari mendapatkan uang insentif setiap bulan yang kami ambil di Bank Jatim. Lalu saat ini kami juga mendapatkan BPJS. Sehingga hal ini memberikan perlindungan kami saat bekerja,” pungkasnya. (fif/ifa/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/