alexametrics
22 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Bangun Kereta Gantung 2022, Ini Yang Lagi Disiapkan Pemkot Batu

KOTA BATU – Megaproyek pembangunan kereta gantung di Kota Batu terus dimatangkan. Terutama menyangkut hasil kajian awal untuk memastikan proyek prestisius ini aman dari berbagai aspek. Mulai dari sisi pembiayaan atau investasi, memperhatikan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) hingga KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan).

Wakil Wali Kota Batu H Ir Punjul Santoso MSi menyatakan, kajian pra feasibility study (FS) kereta gantung sudah dilakukan. Intinya, sejumlah pihak telah memberikan masukan terutama terkait konsorsium yang dibentuk. Seperti dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, lalu Dinas Perhubungan dan Bappeda Provinsi Jawa Timur. “Kepastian skema pembiayaan investasi seperti apa, dipastikan rencana trase tidak menyalahi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan KKOP atau Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan itu yang utama,” kata Punjul.

Baca juga : Gandeng UMM, PT Inka Ingin Wujudkan Wisata Kereta Gantung

Wawali menambahkan, akan ada penentuan prioritas trase atau rute mana saja yang akan di bangun. Sehingga keberadaan kereta gantung tidak mengganggu kawasan wisata yang sudah ada, seperti area Paralayang yang sering digunakan atlet berolahraga.

Selain itu, beberapa pengkajian lainnya diperlukan seperti busssines plan, mitigasi dan konsesi risiko pembangunan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

Sementara itu, GM Pengembangan PT INKA Junaidi mengatakan, pihaknya masih melanjutkan sosialisasi rencana pembangunan kereta gantung ke sejumlah stakeholder terkait seperti Perhutani dan Danlanud. “Ini untuk memastikan bahwa nanti tak ada halangan setelah trase telah ditetapkan,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Megaproyek pembangunan kereta gantung di Kota Batu terus dimatangkan. Terutama menyangkut hasil kajian awal untuk memastikan proyek prestisius ini aman dari berbagai aspek. Mulai dari sisi pembiayaan atau investasi, memperhatikan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) hingga KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan).

Wakil Wali Kota Batu H Ir Punjul Santoso MSi menyatakan, kajian pra feasibility study (FS) kereta gantung sudah dilakukan. Intinya, sejumlah pihak telah memberikan masukan terutama terkait konsorsium yang dibentuk. Seperti dari Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI, lalu Dinas Perhubungan dan Bappeda Provinsi Jawa Timur. “Kepastian skema pembiayaan investasi seperti apa, dipastikan rencana trase tidak menyalahi RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan KKOP atau Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan itu yang utama,” kata Punjul.

Baca juga : Gandeng UMM, PT Inka Ingin Wujudkan Wisata Kereta Gantung

Wawali menambahkan, akan ada penentuan prioritas trase atau rute mana saja yang akan di bangun. Sehingga keberadaan kereta gantung tidak mengganggu kawasan wisata yang sudah ada, seperti area Paralayang yang sering digunakan atlet berolahraga.

Selain itu, beberapa pengkajian lainnya diperlukan seperti busssines plan, mitigasi dan konsesi risiko pembangunan dari aspek sosial, ekonomi dan lingkungan hidup.

Sementara itu, GM Pengembangan PT INKA Junaidi mengatakan, pihaknya masih melanjutkan sosialisasi rencana pembangunan kereta gantung ke sejumlah stakeholder terkait seperti Perhutani dan Danlanud. “Ini untuk memastikan bahwa nanti tak ada halangan setelah trase telah ditetapkan,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/