alexametrics
22 C
Malang
Monday, 16 May 2022

Perbaikan Jalan Payung Batu Nyaris Kelar, Pedagang Bersiap Buka Lagi

KOTA BATU – Perbaikan jalan ambles dan pembuatan sumur pelega oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Jalan Brigjen Moh Manan, Kota Batu hampir selesai. Sebanyak 14 pedagang yang bulan Februari lalu dievakuasi kini sudah kembali berdagang. Terpantau hari ini (2/4), para pedagang mulai memperbaiki warungnya masing-masing setelah ditinggal lama.

Wakil Ketua Paguyuban Jagung Bakar Kawasan Payung I, Ani Wahyu Wijayanti mengatakan, para pedagang telah kembali secara bertahap, terhitung mulai 19 Maret hingga 25 Maret lalu.

Baca juga : Perbaikan Hampir Selesai, Jalur Payung Batu Dibuka Dua Arah

“Ini setelah ada informasi dari BPBD Kota Batu kalau kawasan ini dinilai
sudah aman,” katanya.

Bahkan, untuk menandai selesainya perbaikan jalan ambles, para pedagang berencana untuk menggelar syukuran sebagai wujud terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta, dalam waktu dekat.

Dia mengatakan, akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 menjadi momen paling memukul para pedagang yang rata-rata berjualan makan dan minuman itu. Tercatat, sepanjang waktu tersebut, ada sekitar 5 kejadian tanah longsor di Jl Brigjen Moh Manan, Kelurahan Songgokerto dan satu kejadian retakan jalan.
“Tentu kondisi itu berpengaruh terhadap pendapatan pedagang, tetapi kami memahami kondisi yang ada,” katanya.

Dia berharap, pemerintah setempat ada upaya dan solusi untuk membangkitkan Kawasan Payung I dan II menjadi tempat wisata kuliner yang legendaris. Ia menuturkan, meski pandemi sudah mulai berangsur mereda, namun kedatangan pengunjung dinilai masih minim.

“Paling satu warung itu setiap harinya sekarang ini hanya ada 10 pengunjung sudah bagus,” kata warga Kelurahan Songgokerto itu.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan omzet yang diperoleh. Dalam sebulan dia sendiri hanya mendapatkan pendapatan kotor sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan sebelum pandemi bisa mencapai Rp 5 juta. “Ya berharapnya pengunjung ramai kembali,” katanya.

Sebagai informasi, kawasan kuliner Payung I dan II sendiri terdapat 60 warung yang menggantungkan nasibnya untuk berjualan.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Perbaikan jalan ambles dan pembuatan sumur pelega oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur di Jalan Brigjen Moh Manan, Kota Batu hampir selesai. Sebanyak 14 pedagang yang bulan Februari lalu dievakuasi kini sudah kembali berdagang. Terpantau hari ini (2/4), para pedagang mulai memperbaiki warungnya masing-masing setelah ditinggal lama.

Wakil Ketua Paguyuban Jagung Bakar Kawasan Payung I, Ani Wahyu Wijayanti mengatakan, para pedagang telah kembali secara bertahap, terhitung mulai 19 Maret hingga 25 Maret lalu.

Baca juga : Perbaikan Hampir Selesai, Jalur Payung Batu Dibuka Dua Arah

“Ini setelah ada informasi dari BPBD Kota Batu kalau kawasan ini dinilai
sudah aman,” katanya.

Bahkan, untuk menandai selesainya perbaikan jalan ambles, para pedagang berencana untuk menggelar syukuran sebagai wujud terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dan alam semesta, dalam waktu dekat.

Dia mengatakan, akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021 menjadi momen paling memukul para pedagang yang rata-rata berjualan makan dan minuman itu. Tercatat, sepanjang waktu tersebut, ada sekitar 5 kejadian tanah longsor di Jl Brigjen Moh Manan, Kelurahan Songgokerto dan satu kejadian retakan jalan.
“Tentu kondisi itu berpengaruh terhadap pendapatan pedagang, tetapi kami memahami kondisi yang ada,” katanya.

Dia berharap, pemerintah setempat ada upaya dan solusi untuk membangkitkan Kawasan Payung I dan II menjadi tempat wisata kuliner yang legendaris. Ia menuturkan, meski pandemi sudah mulai berangsur mereda, namun kedatangan pengunjung dinilai masih minim.

“Paling satu warung itu setiap harinya sekarang ini hanya ada 10 pengunjung sudah bagus,” kata warga Kelurahan Songgokerto itu.

Kondisi tersebut juga sejalan dengan omzet yang diperoleh. Dalam sebulan dia sendiri hanya mendapatkan pendapatan kotor sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan sebelum pandemi bisa mencapai Rp 5 juta. “Ya berharapnya pengunjung ramai kembali,” katanya.

Sebagai informasi, kawasan kuliner Payung I dan II sendiri terdapat 60 warung yang menggantungkan nasibnya untuk berjualan.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/