alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Jelang PPKM Darurat, Pasar Batu Makin Sepi

KOTA BATU – Pasar Tradisional yang sejatinya ramai dengan para pembeli, kini terus mengalami penyusutan pembeli. Karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, apalagi ditetapkan kebijakan baru mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Menurut pantauan tim Jawa Pos Radar Malang, penurunan pengunjung terlihat dari beberapa gerai yang tampak tutup dan lorong pasar yang sepi. Meskipun berdampak di pendapatan yang mengalami penurunan karena jumlah pengunjung yang berkurang, pasar tetap buka seperti biasanya.

Kepala UPT Pasar Besar Kota Batu, Agus Suyadi, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mematuhi kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Kebijakan yang ditetapkan tentu ada nilai positif dan negatifnya, ya kita ambil positifnya saja,” ujarnya.

Tak lupa juga pihak pasar selalu mengingatkan para pedagang dan pembeli untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. “Tiap pagi, atau tiap dua jam sekali kami selalu mengingatkan mereka yang ada di pasar dengan menggunakan pengeras suara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dari memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, petugas juga secara berkala berkeliling di dalam pasar untuk mengingatkanpembeli mauun pedagang untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Pasar Tradisional yang sejatinya ramai dengan para pembeli, kini terus mengalami penyusutan pembeli. Karena pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda, apalagi ditetapkan kebijakan baru mengenai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Menurut pantauan tim Jawa Pos Radar Malang, penurunan pengunjung terlihat dari beberapa gerai yang tampak tutup dan lorong pasar yang sepi. Meskipun berdampak di pendapatan yang mengalami penurunan karena jumlah pengunjung yang berkurang, pasar tetap buka seperti biasanya.

Kepala UPT Pasar Besar Kota Batu, Agus Suyadi, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap mematuhi kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah. “Kebijakan yang ditetapkan tentu ada nilai positif dan negatifnya, ya kita ambil positifnya saja,” ujarnya.

Tak lupa juga pihak pasar selalu mengingatkan para pedagang dan pembeli untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. “Tiap pagi, atau tiap dua jam sekali kami selalu mengingatkan mereka yang ada di pasar dengan menggunakan pengeras suara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dari memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan,” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, petugas juga secara berkala berkeliling di dalam pasar untuk mengingatkanpembeli mauun pedagang untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

Pewarta: Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/