alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

PKL Pasar Pagi Batu Fix Pindah Ke Stadion Brantas, PSSI Legowo

KOTA BATU – Buntut penggunaan lapangan Stadion Brantas menjadi tempat relokasi PKL Pasar Pagi melahirkan audiensi antara Pemkot Batu dengan Askot PSSI Kota Batu, pasalnya rumput lapangan berpotensi rusak karena dipakai berjualan para PKL. Audiensi Pemkot Batu dan PSSI berlangsung di rumah dinas Wali Kota Batu kemarin (1/11).

Humas Askot PSSI Dwi Handoyo mengatakan, pihaknya tidak bisa menyalahkan atau menyetujui adanya penggunaan rumput stadion. Karena dari kementerian pemuda dan olahraga telah memberikan rekomendasi terkait hal itu. Sehingga tidak menyalahi UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Atas dasar itu pihaknya terpaksa harus legowo dengan keputusan itu. “Bu Wali juga sudah minta maaf dan tidak koordinasi terkait itu, langsung mengiyakan,” kata Dwi.

Selain itu, Pemkot Batu juga telah menyanggupi penyediaan pengganti fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola. Termasuk juga fasilitas untuk cabor atletik dan juga membiayai kebutuhan yang ada. Askot PSSI Kota Batu juga meminta adanya perbaikan dari rumput lapangan sepak bola setelah digunakan. “Dari Kemenpora sesuai rekomendasi juga harus ada syarat itu, apalagi itu juga aset Pemkot Batu juga,” katanya.

Kemenpora menyetujui karena dengan pertimbangan untuk mendukung program pemerintah yakni percepatan pembangunan ekonomi. Tetapi pihaknya meminta adanya kepastian dengan jaminan terkait anggaran perbaikan rumput lapangan yang masuk dalam APBD tahun 2022 melalui perencanaan pada DED (detail fngineering design). “Janjinya ada hitam di atas putih dalam minggu ini,” katanya.

Dia berharap untuk pengganti fasilitas olahraga Stadion Brantas bagi Tim Persikoba dijanjikan akan menggunakan lapangan yang ada di Kusuma Agrowisata. Karena memiliki kualitas rumput yang lebih baik dari lapangan desa/kelurahan. “Sebenarnya dengan adanya pindah fasilitas olahraga ini, dalam suatu event sepak bola tingkat provinsi tidak bisa menjadi tuan rumah, kecuali disewakan di Stadion Gajayana, Malang atau lainnya,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud berharap pihaknya juga diberitahu bukti hasil persetujuan Kemenpora dalam penggunaan rumput lapangan. Lalu untuk rencana revitalisasi pembangunan Stadion Brantas masih belum ada penganggarannya. Sebab kemungkinan dengan waktu yang ada baru bisa dibangun pada 2023 mendatang. “Tetapi DED harus dibuat pada 2022,” katanya.

“Terkait yang PSSI, untuk kebutuhan pembiayaan saat ada kegiatan juga harus dijamin menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” tambahnya. Di sisi lain, dia juga berkali-kali mengingatkan Pemkot Batu untuk membuat jadwal terpadu pembangunan Pasar Besar Batu yang disosialisasikan kepada pedagang. Lalu terkait DED pembangunan Pasar Besar, pihaknya juga belum mengetahuinya. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Buntut penggunaan lapangan Stadion Brantas menjadi tempat relokasi PKL Pasar Pagi melahirkan audiensi antara Pemkot Batu dengan Askot PSSI Kota Batu, pasalnya rumput lapangan berpotensi rusak karena dipakai berjualan para PKL. Audiensi Pemkot Batu dan PSSI berlangsung di rumah dinas Wali Kota Batu kemarin (1/11).

Humas Askot PSSI Dwi Handoyo mengatakan, pihaknya tidak bisa menyalahkan atau menyetujui adanya penggunaan rumput stadion. Karena dari kementerian pemuda dan olahraga telah memberikan rekomendasi terkait hal itu. Sehingga tidak menyalahi UU No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Atas dasar itu pihaknya terpaksa harus legowo dengan keputusan itu. “Bu Wali juga sudah minta maaf dan tidak koordinasi terkait itu, langsung mengiyakan,” kata Dwi.

Selain itu, Pemkot Batu juga telah menyanggupi penyediaan pengganti fasilitas olahraga berupa lapangan sepak bola. Termasuk juga fasilitas untuk cabor atletik dan juga membiayai kebutuhan yang ada. Askot PSSI Kota Batu juga meminta adanya perbaikan dari rumput lapangan sepak bola setelah digunakan. “Dari Kemenpora sesuai rekomendasi juga harus ada syarat itu, apalagi itu juga aset Pemkot Batu juga,” katanya.

Kemenpora menyetujui karena dengan pertimbangan untuk mendukung program pemerintah yakni percepatan pembangunan ekonomi. Tetapi pihaknya meminta adanya kepastian dengan jaminan terkait anggaran perbaikan rumput lapangan yang masuk dalam APBD tahun 2022 melalui perencanaan pada DED (detail fngineering design). “Janjinya ada hitam di atas putih dalam minggu ini,” katanya.

Dia berharap untuk pengganti fasilitas olahraga Stadion Brantas bagi Tim Persikoba dijanjikan akan menggunakan lapangan yang ada di Kusuma Agrowisata. Karena memiliki kualitas rumput yang lebih baik dari lapangan desa/kelurahan. “Sebenarnya dengan adanya pindah fasilitas olahraga ini, dalam suatu event sepak bola tingkat provinsi tidak bisa menjadi tuan rumah, kecuali disewakan di Stadion Gajayana, Malang atau lainnya,” katanya.

Sedangkan Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud berharap pihaknya juga diberitahu bukti hasil persetujuan Kemenpora dalam penggunaan rumput lapangan. Lalu untuk rencana revitalisasi pembangunan Stadion Brantas masih belum ada penganggarannya. Sebab kemungkinan dengan waktu yang ada baru bisa dibangun pada 2023 mendatang. “Tetapi DED harus dibuat pada 2022,” katanya.

“Terkait yang PSSI, untuk kebutuhan pembiayaan saat ada kegiatan juga harus dijamin menyesuaikan dengan regulasi yang ada,” tambahnya. Di sisi lain, dia juga berkali-kali mengingatkan Pemkot Batu untuk membuat jadwal terpadu pembangunan Pasar Besar Batu yang disosialisasikan kepada pedagang. Lalu terkait DED pembangunan Pasar Besar, pihaknya juga belum mengetahuinya. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/