alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Kalau Jadi Berangkat, 169 CJH Asal Kota Batu Wajib Divaksin?

KOTA BATU – Setelah gagal berangkat ke tanah suci pada tahun 2020 lalu, belum ada jaminan 169 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Batu bakal berangkat tahun 2021 ini. Sebab, Kerajaan Arab Saudi belum menerbitkan kuota untuk CJH Indonesia. Ditambah lagi, ratusan CJH itu belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Drs H Nawawi MFil mengatakan, sebanyak 169 CJH tersebut masuk kuota keberangkatan pada 2020 lalu. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, mereka urung diberangkatkan. Pihaknya menyiapkan tiga skenario untuk ratusan CJH tersebut. ”Pertama, kalau dibuka secara penuh, maka kami akan memberangkatkan sesuai dengan kuota tahun 2020 lalu,” katanya.

Skenario kedua, jika Kerajaan Arab Saudi membatasi kuota CJH asal Indonesia, maka akan ada pembatasan pemberangkatan CJH. Misalnya untuk CJH usia rentan atau lansia dilakukan penundaan. ”Ketiga, jika Kerajaan Arab Saudi menutup kembali, maka akan ada penundaan kembali,” katanya.

Sementara itu, untuk vaksinasi Covid-19, pihaknya masih menunggu langkah dari pemerintah pusat terutama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebab, pada 5 Januari lalu Kemenag RI meminta dukungan perlindungan kesehatan bagi CJH.

Menurut dia, bisa saja sewaktu-waktu, misal pada bulan Juni mendatang, Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan kedatangan CJH. Lalu, apakah biayanya dibebankan kepada CJH? Ataukah ditanggung negara? Pihaknya masih menunggu keputusan Kemenag RI. ”Vaksinasi juga belum ada harganya karena belum umum. Di Arab Saudi juga sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi,” katanya.

Menurut dia, kemungkinan vaksinasi akan diwajibkan bagi CJH. Lalu, jika dilakukan, vaksinasi akan dilakukan di Indonesia sebelum pemberangkatan.

Dia mengatakan, ada sejumlah pertimbangan kenapa CJH perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, CJH tahun 2021 ini kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19. Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina CJH sebelum dan setibanya di Arab Saudi. Ketiga, jika belum divaksin, maka jamaah harus melakukan tes PCR swab saat karantina, sebelum, dan setiba di Arab Saudi. Keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi selama penerbangan, di Arab Saudi, serta setibanya di tanah air.

Di sisi lain, jumlah orang-orang yang mendaftar haji masih diminati di tengah pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 lalu ada sejumlah 500 orang asal Kota Batu mendaftar haji. (rmc/nug/c1/dan)

KOTA BATU – Setelah gagal berangkat ke tanah suci pada tahun 2020 lalu, belum ada jaminan 169 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Batu bakal berangkat tahun 2021 ini. Sebab, Kerajaan Arab Saudi belum menerbitkan kuota untuk CJH Indonesia. Ditambah lagi, ratusan CJH itu belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Drs H Nawawi MFil mengatakan, sebanyak 169 CJH tersebut masuk kuota keberangkatan pada 2020 lalu. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, mereka urung diberangkatkan. Pihaknya menyiapkan tiga skenario untuk ratusan CJH tersebut. ”Pertama, kalau dibuka secara penuh, maka kami akan memberangkatkan sesuai dengan kuota tahun 2020 lalu,” katanya.

Skenario kedua, jika Kerajaan Arab Saudi membatasi kuota CJH asal Indonesia, maka akan ada pembatasan pemberangkatan CJH. Misalnya untuk CJH usia rentan atau lansia dilakukan penundaan. ”Ketiga, jika Kerajaan Arab Saudi menutup kembali, maka akan ada penundaan kembali,” katanya.

Sementara itu, untuk vaksinasi Covid-19, pihaknya masih menunggu langkah dari pemerintah pusat terutama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sebab, pada 5 Januari lalu Kemenag RI meminta dukungan perlindungan kesehatan bagi CJH.

Menurut dia, bisa saja sewaktu-waktu, misal pada bulan Juni mendatang, Kerajaan Arab Saudi memperbolehkan kedatangan CJH. Lalu, apakah biayanya dibebankan kepada CJH? Ataukah ditanggung negara? Pihaknya masih menunggu keputusan Kemenag RI. ”Vaksinasi juga belum ada harganya karena belum umum. Di Arab Saudi juga sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi,” katanya.

Menurut dia, kemungkinan vaksinasi akan diwajibkan bagi CJH. Lalu, jika dilakukan, vaksinasi akan dilakukan di Indonesia sebelum pemberangkatan.

Dia mengatakan, ada sejumlah pertimbangan kenapa CJH perlu mendapat prioritas vaksinasi. Pertama, CJH tahun 2021 ini kemungkinan akan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum dilakukan vaksinasi Covid-19. Kedua, jika belum divaksin, maka perlu alokasi waktu, tempat, dan biaya untuk karantina CJH sebelum dan setibanya di Arab Saudi. Ketiga, jika belum divaksin, maka jamaah harus melakukan tes PCR swab saat karantina, sebelum, dan setiba di Arab Saudi. Keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi selama penerbangan, di Arab Saudi, serta setibanya di tanah air.

Di sisi lain, jumlah orang-orang yang mendaftar haji masih diminati di tengah pandemi Covid-19. Pada tahun 2020 lalu ada sejumlah 500 orang asal Kota Batu mendaftar haji. (rmc/nug/c1/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/