alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Pemerintah Larang Mudik, Pelaku Wisata Kota Batu Dilema

KOTA BATU – Rencana pemerintah untuk melarang mudik membuat was-was para pelaku usaha pariwisata. Pasalnya, momen libur Idul Fitri merupakan waktu yang ditunggu-tunggu untuk memanen kunjungan wisatawan.

Saat dihubungi, Marketing Manager and Public Relation Jawa Timur Park (JTP) Group Titik S Ariyanto mengatakan, sebenarnya larangan mudik merupakan kebijakan pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat demi mengurangi penyebaran Covid-19. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga melemahkan sektor ekonomi.

Baca Juga:
Cegah Mudik, Polisi Sekat Jalan Mulai Pertengahan April
Penyekatan Jalan di Malang Saat Libur Lebaran Disertai Rapid Test

Sepi Penumpang, Sopir Bus Minta Larangan Mudik Ditinjau Kembali
Ibu Dianiaya, Pesinetron Reza Aditya Kejar Ayah Tiri Layaknya Buron

“Itu memang berbanding terbalik, karena larangan mudik juga berimbas ke tempat wisata,” katanya.

Demi kepentingan kesehatan, Titik mengaku JTP Group tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti anjuran pemerintah dan menyesuaikan target market dengan membidik pengunjung Malang Raya. Karena menurutnya, adanya larangan mudik membuat target market orang luar daerah tidak bisa dijangkau.

“Misal orang Semarang yang ingin ke daerah asalnya di Malang kemudian ingin ke Baloga (Batu Love Garden), namun tidak bisa karena ada larangan mudik, berarti saya kehilangan pasar,” katanya.

Dia berharap larangan mudik itu tidak seperti tahun 2020 lalu. Dimana adanya kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat tempat wisata harus tutup.

“Kami berharapnya tetap ada wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang penting pakai masker, terus cuci tangan atau pakai hand sanitizer,” katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan untuk tempat wisata di musim lebaran diperkirakan akan ada penurunan kunjungan wisatawan. Adanya larangan mudik, untuk tempat-tempat layanan wisata menurutnya akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ada.

“Kami mengajak pelaku usaha pariwisata untuk mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan dan segala sesuatunya, pada prinsipnya nanti akan aturan lebih lanjut,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Rencana pemerintah untuk melarang mudik membuat was-was para pelaku usaha pariwisata. Pasalnya, momen libur Idul Fitri merupakan waktu yang ditunggu-tunggu untuk memanen kunjungan wisatawan.

Saat dihubungi, Marketing Manager and Public Relation Jawa Timur Park (JTP) Group Titik S Ariyanto mengatakan, sebenarnya larangan mudik merupakan kebijakan pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat demi mengurangi penyebaran Covid-19. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga melemahkan sektor ekonomi.

Baca Juga:
Cegah Mudik, Polisi Sekat Jalan Mulai Pertengahan April
Penyekatan Jalan di Malang Saat Libur Lebaran Disertai Rapid Test

Sepi Penumpang, Sopir Bus Minta Larangan Mudik Ditinjau Kembali
Ibu Dianiaya, Pesinetron Reza Aditya Kejar Ayah Tiri Layaknya Buron

“Itu memang berbanding terbalik, karena larangan mudik juga berimbas ke tempat wisata,” katanya.

Demi kepentingan kesehatan, Titik mengaku JTP Group tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti anjuran pemerintah dan menyesuaikan target market dengan membidik pengunjung Malang Raya. Karena menurutnya, adanya larangan mudik membuat target market orang luar daerah tidak bisa dijangkau.

“Misal orang Semarang yang ingin ke daerah asalnya di Malang kemudian ingin ke Baloga (Batu Love Garden), namun tidak bisa karena ada larangan mudik, berarti saya kehilangan pasar,” katanya.

Dia berharap larangan mudik itu tidak seperti tahun 2020 lalu. Dimana adanya kegiatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat tempat wisata harus tutup.

“Kami berharapnya tetap ada wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang penting pakai masker, terus cuci tangan atau pakai hand sanitizer,” katanya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan untuk tempat wisata di musim lebaran diperkirakan akan ada penurunan kunjungan wisatawan. Adanya larangan mudik, untuk tempat-tempat layanan wisata menurutnya akan menyesuaikan dengan kebijakan yang ada.

“Kami mengajak pelaku usaha pariwisata untuk mempersiapkan sarana prasarana protokol kesehatan dan segala sesuatunya, pada prinsipnya nanti akan aturan lebih lanjut,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/