alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Waduh, Dinkes Kota Batu Temukan Jajanan Takjil Berbahaya

KOTA BATU – Masyarakat yang biasa membeli makanan dan minuman (mamin) untuk persiapan berbuka puasa alias takjil sebaiknya lebih waspada dan teliti. Sebab tidak menutup kemungkinan, makanan yang Anda pilih justru berbahaya untuk kesehatan. Seperti temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu saat melakukan pembinaan dan pengawasan makanan beberapa waktu lalu.

Dari 5 sampel mamin yang diambil, petugas menemukan bahwa satu diantaranya mengandung zat yang berbahaya untuk dikonsumsi. Di antaranya mengandung bakteri jahat berbahaya yakni e-coli yang biasanya dibawa oleh lalat, makanan yang mengandung bakteri jenis tersebut bisa mengakibatkan diare. Dan yang tidak kalah berbahaya yakni makanan yang mengandung zat pengawet seperti boraks dan formalin, serta zat pewarna seperti Rhodamin B yang merupakan salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Hayati mengatakan, pengawasan makanan tersebut dilakukan sebagai perlindungan masyarakat dari pangan berbahaya. Hal ini seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 tahun 2019 tentang keamanan makanan. ”Karena saat ini bulan puasa, maka sasaran kali ini menyasar pedagang dadakan yang menjual mamin untuk persiapan berbuka puasa,” kata dia.

Total ada lima titik lokasi pedagang yang disasar dengan lima sampel pada minggu lalu. Yakni pedagang mamin di sekitaran wilayah kerja lima Puskesmas di Kota Batu yang meliputi Kecamatan Batu, Kelurahan Sisir, Desa Beji, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji. Sampel yang diambil meliputi mamin yang disajikan kurang higienis. Seperti gorengan yang dijual terbuka, saus pada cilok dan bakso yang warnanya mencolok dan lainnya. ”Ini sedang kami uji cepat semua. Satu di antaranya yang kami temukan di Alun-alun Kota Batu diduga mengandung bakteri berbahaya, ini akan kami lakukan uji laboratorium selanjutnya untuk memastikan,” jelas Hayati.

Hayati menyebut, kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin mereka lakukan. Namun masih banyak pedagang yang nekat menggunakan bahan berbahaya ini karena hasil yang didapat lebih instan. Padahal, mengonsumsi bahan berbahaya tersebut dalam jangka panjang akan berdampak serius pada masalah kesehatan seperti kanker, gagal ginjal, dan lainnya.

”Padahal banyak bahan yang lebih aman. Namun mereka ini ada yang sengaja dan tidak mengerti. Mereka memilih bahan tersebut hanya untuk mengejar keuntungan lebih,” terang dia.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Masyarakat yang biasa membeli makanan dan minuman (mamin) untuk persiapan berbuka puasa alias takjil sebaiknya lebih waspada dan teliti. Sebab tidak menutup kemungkinan, makanan yang Anda pilih justru berbahaya untuk kesehatan. Seperti temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu saat melakukan pembinaan dan pengawasan makanan beberapa waktu lalu.

Dari 5 sampel mamin yang diambil, petugas menemukan bahwa satu diantaranya mengandung zat yang berbahaya untuk dikonsumsi. Di antaranya mengandung bakteri jahat berbahaya yakni e-coli yang biasanya dibawa oleh lalat, makanan yang mengandung bakteri jenis tersebut bisa mengakibatkan diare. Dan yang tidak kalah berbahaya yakni makanan yang mengandung zat pengawet seperti boraks dan formalin, serta zat pewarna seperti Rhodamin B yang merupakan salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Batu Hayati mengatakan, pengawasan makanan tersebut dilakukan sebagai perlindungan masyarakat dari pangan berbahaya. Hal ini seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 tahun 2019 tentang keamanan makanan. ”Karena saat ini bulan puasa, maka sasaran kali ini menyasar pedagang dadakan yang menjual mamin untuk persiapan berbuka puasa,” kata dia.

Total ada lima titik lokasi pedagang yang disasar dengan lima sampel pada minggu lalu. Yakni pedagang mamin di sekitaran wilayah kerja lima Puskesmas di Kota Batu yang meliputi Kecamatan Batu, Kelurahan Sisir, Desa Beji, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji. Sampel yang diambil meliputi mamin yang disajikan kurang higienis. Seperti gorengan yang dijual terbuka, saus pada cilok dan bakso yang warnanya mencolok dan lainnya. ”Ini sedang kami uji cepat semua. Satu di antaranya yang kami temukan di Alun-alun Kota Batu diduga mengandung bakteri berbahaya, ini akan kami lakukan uji laboratorium selanjutnya untuk memastikan,” jelas Hayati.

Hayati menyebut, kegiatan seperti ini sebenarnya sudah rutin mereka lakukan. Namun masih banyak pedagang yang nekat menggunakan bahan berbahaya ini karena hasil yang didapat lebih instan. Padahal, mengonsumsi bahan berbahaya tersebut dalam jangka panjang akan berdampak serius pada masalah kesehatan seperti kanker, gagal ginjal, dan lainnya.

”Padahal banyak bahan yang lebih aman. Namun mereka ini ada yang sengaja dan tidak mengerti. Mereka memilih bahan tersebut hanya untuk mengejar keuntungan lebih,” terang dia.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/