alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Giliran Kabel Semrawut Kota Batu Disoal

KOTA BATU – Problem kabel semrawut ternyata tidak hanya menjadi masalah di Kota Malang. Warga Kota Batu pun mulai dibuat risih dengan sistem perkabelan di Kota Wisata itu. Seperti dilontarkan oleh warga Batu melalui grup Facebook yakni Rembug Online Batu.

Salah satu akun bernama Wes Tak Los, mengeluhkan kabel telepon yang kondisinya agak turun karena tiang yang terlihat miring. Kondisi ini sering menghalangi kendaraan berat seperti truk yang melintas di Dusun Santrean, Desa Sumberejo Kecamatan Batu.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh akun bernama Kholid Syaifulloh. Dalam postingannya, dia mengeluhkan terkait kondisi kabel telepon yang berantakan hingga ke jalan umum. Lokasinya di depan toko bunga Mitra Flora, Desa Sidomulyo. Saat dikonfirmasi, Service Operation Telkom Malang Sutrisno Tri Susilo mengatakan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Akan kami cek dulu, saya belum tahu laporannya seperti apa, karena teman-teman biasanya juga berkeliling untuk mengecek kondisi kabel dan tiang,” jelasnya. Pada sore harinya, saat dihubungi via WhatsApp, Sutrisno mengatakan untuk kondisi kabel yang berantakan di Desa Sidomulyo sudah dibenahi. Namun untuk permasalahan yang ada di Desa Sumberejo disampaikannya masih memerlukan waktu beberapa hari ke depan.

“Untuk Indragiri (Desa Sumberejo) setelah dicek memang kabel Telkom, sudah diperintahkan untuk tanam tiang tambahan dan perbaikan. Insyaallah kami selesaikan dalam dua hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan untuk pemasangan tiang kabel sebelumnya harus mendapatkan izin dari DPMPTSPTK Kota Batu. Pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi teknis yang mengatur tata cara penempatan utilitas pada daerah milik jalan (Damija).

“Rekomendasi teknis ini meliputi kaidah-kaidah penggalian, penempatan, dan penimbunan kembali utilitas pada ruas jalan baik di atas maupun di bawah tanah,” katanya. Sementara pemanfaatan itu untuk fasilitas umum atau kepentingan masyarakat, di luar bangunan pelengkap jalan.

“Termasuk jaringan listrik, jaringan telkom, jaringan air bersih, jaringan distribusi gas dan bahan bakar lainnya, jaringan sanitasi, dan sejenisnya,” katanya.

Dia menyampaikan, pekerjaan penempatan utilitas harus memperhatikan dan mengindahkan kemungkinan terjadinya masalah lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bila ada kerusakan atau gangguan akibat utilitas setelah terpasang yang timbul maka menjadi tanggung jawab pemilik utilitas. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Problem kabel semrawut ternyata tidak hanya menjadi masalah di Kota Malang. Warga Kota Batu pun mulai dibuat risih dengan sistem perkabelan di Kota Wisata itu. Seperti dilontarkan oleh warga Batu melalui grup Facebook yakni Rembug Online Batu.

Salah satu akun bernama Wes Tak Los, mengeluhkan kabel telepon yang kondisinya agak turun karena tiang yang terlihat miring. Kondisi ini sering menghalangi kendaraan berat seperti truk yang melintas di Dusun Santrean, Desa Sumberejo Kecamatan Batu.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh akun bernama Kholid Syaifulloh. Dalam postingannya, dia mengeluhkan terkait kondisi kabel telepon yang berantakan hingga ke jalan umum. Lokasinya di depan toko bunga Mitra Flora, Desa Sidomulyo. Saat dikonfirmasi, Service Operation Telkom Malang Sutrisno Tri Susilo mengatakan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Akan kami cek dulu, saya belum tahu laporannya seperti apa, karena teman-teman biasanya juga berkeliling untuk mengecek kondisi kabel dan tiang,” jelasnya. Pada sore harinya, saat dihubungi via WhatsApp, Sutrisno mengatakan untuk kondisi kabel yang berantakan di Desa Sidomulyo sudah dibenahi. Namun untuk permasalahan yang ada di Desa Sumberejo disampaikannya masih memerlukan waktu beberapa hari ke depan.

“Untuk Indragiri (Desa Sumberejo) setelah dicek memang kabel Telkom, sudah diperintahkan untuk tanam tiang tambahan dan perbaikan. Insyaallah kami selesaikan dalam dua hari ini,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan untuk pemasangan tiang kabel sebelumnya harus mendapatkan izin dari DPMPTSPTK Kota Batu. Pihaknya hanya sebatas memberikan rekomendasi teknis yang mengatur tata cara penempatan utilitas pada daerah milik jalan (Damija).

“Rekomendasi teknis ini meliputi kaidah-kaidah penggalian, penempatan, dan penimbunan kembali utilitas pada ruas jalan baik di atas maupun di bawah tanah,” katanya. Sementara pemanfaatan itu untuk fasilitas umum atau kepentingan masyarakat, di luar bangunan pelengkap jalan.

“Termasuk jaringan listrik, jaringan telkom, jaringan air bersih, jaringan distribusi gas dan bahan bakar lainnya, jaringan sanitasi, dan sejenisnya,” katanya.

Dia menyampaikan, pekerjaan penempatan utilitas harus memperhatikan dan mengindahkan kemungkinan terjadinya masalah lingkungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bila ada kerusakan atau gangguan akibat utilitas setelah terpasang yang timbul maka menjadi tanggung jawab pemilik utilitas. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/