alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Miring Sejak Setengah Tahun, Rumah Warga Kauman Ambruk

MALANG KOTA – Warga Gang 4 di Jalan Kawi Bawah, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang mendadak dibuat geger. Itu setelah rumah kakak beradik Topan,55 dan Nurul, 48 roboh mendadak pada Rabu pagi (3/11). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Bahkan saat kejadian, Nurul sempat terjebak dalam rumah tersebut. Namun akhirnya dia berhasil dievakuasi dari puing bangunan. Tak hanya rumah yang dihuni Topan yang ambruk. Rumah Sofyan Marsudi yang berada di samping rumah tua itu juga ikut terdampak. Rizal Rahman (30) salah seorang warga mengatakan, rumah tua yang dihuni Topan dan adiknya sudah terlihat miring sejak setahun terakhir. Meski begitu, tidak ada tanda-tanda mau roboh. “Rumah tua itu dihuni Bu Nurul dan Pak Topan. Bu Nurul-nya sempat terjebak tadi,” ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (3/11).

Tetangga Topan yang rumahnya juga ikut ambruk, Sofyan Marsudi,49, menambahkan, Topan bersama adiknya mengontrak rumah tersebut setahun terakhir. Saat rumah ambruk, Nurul sedang berada di dalam kamar. Sedangkan Topan, berada di luar rumah. “Setelah dievakuasi dari dalam rumah, alhamdulillah tidak ada luka-luka,” ucapnya.

Sebelumnya, warga sempat berusaha menolong korban yang terjebak di dalam rumah. Namun karena kondisi rumah yang masih roboh, warga memanggil petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 08.30 WIB, petugas UPT Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang tiba di lokasi kejadian. Petugas yang datang langsung melakukan evakuasi terhadap Nurul yang terjebak di dalam rumah.

Kepala UPT PMK Kota Malang Teguh Budi Wibowo mengatakan, pihaknya menurunkan empat mobil damkar dan 15 personel untuk terjun ke TKP. “Tim kami langsung membongkar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” ucapnya.

Setelah dinding dibongkar, Nurul baru berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke tempat yang aman. Teguh juga mengatakan, jika proses evakuasi, pihaknya harus melakukan dengan ekstra hati-hati. Pasalnya selain kondisi korban sudah tua, korban juga mengalami gangguan kejiwaan, “Untuk korban hanya mengalami luka lecet. Untuk penyebab rumah ambruk karena faktor usia rumah yang sudah tua,” imbuhnya. (cj6/nay/rmc)

 

MALANG KOTA – Warga Gang 4 di Jalan Kawi Bawah, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang mendadak dibuat geger. Itu setelah rumah kakak beradik Topan,55 dan Nurul, 48 roboh mendadak pada Rabu pagi (3/11). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

Bahkan saat kejadian, Nurul sempat terjebak dalam rumah tersebut. Namun akhirnya dia berhasil dievakuasi dari puing bangunan. Tak hanya rumah yang dihuni Topan yang ambruk. Rumah Sofyan Marsudi yang berada di samping rumah tua itu juga ikut terdampak. Rizal Rahman (30) salah seorang warga mengatakan, rumah tua yang dihuni Topan dan adiknya sudah terlihat miring sejak setahun terakhir. Meski begitu, tidak ada tanda-tanda mau roboh. “Rumah tua itu dihuni Bu Nurul dan Pak Topan. Bu Nurul-nya sempat terjebak tadi,” ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (3/11).

Tetangga Topan yang rumahnya juga ikut ambruk, Sofyan Marsudi,49, menambahkan, Topan bersama adiknya mengontrak rumah tersebut setahun terakhir. Saat rumah ambruk, Nurul sedang berada di dalam kamar. Sedangkan Topan, berada di luar rumah. “Setelah dievakuasi dari dalam rumah, alhamdulillah tidak ada luka-luka,” ucapnya.

Sebelumnya, warga sempat berusaha menolong korban yang terjebak di dalam rumah. Namun karena kondisi rumah yang masih roboh, warga memanggil petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 08.30 WIB, petugas UPT Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang tiba di lokasi kejadian. Petugas yang datang langsung melakukan evakuasi terhadap Nurul yang terjebak di dalam rumah.

Kepala UPT PMK Kota Malang Teguh Budi Wibowo mengatakan, pihaknya menurunkan empat mobil damkar dan 15 personel untuk terjun ke TKP. “Tim kami langsung membongkar dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu,” ucapnya.

Setelah dinding dibongkar, Nurul baru berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke tempat yang aman. Teguh juga mengatakan, jika proses evakuasi, pihaknya harus melakukan dengan ekstra hati-hati. Pasalnya selain kondisi korban sudah tua, korban juga mengalami gangguan kejiwaan, “Untuk korban hanya mengalami luka lecet. Untuk penyebab rumah ambruk karena faktor usia rumah yang sudah tua,” imbuhnya. (cj6/nay/rmc)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/