alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Cegah Longsor, Tanaman Ini Diyakini Ampuh Stabilkan Tanah Lereng

KOTA BATU – Meningkatknya kejadian bencana di Kota Batu belakangan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mencari cara untuk langkah antisipasi. Mulai dari pemasangan alat Early Warning Sistem (EWS) sebagai peringatan dini, hingga penanaman rumput vetiver. Akar tanaman yang rimbun dan bisa membentuk rumpun diharapkan bisa menahan kejenuhan tanah akibat banyaknya kadar air.

“Dengan dilakukannya penanaman ini kami berharap tidak terjadi kembali longsor susulan. Karena kondisi tebing memang sangat rawan longsor,” terang Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu hari ini (5/2). Terbaru, mereka melakukan penanaman vetiver di tebing bekas longsor Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji akhir Januari lalu. Total ada 300 polybag vertiver yang ditanam.

“Tanaman vetiver ini lebih dikenal dengan nama akar wangi. Tanaman ini membentuk rumpun dengan akar yang rimbun,” ucapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan tumbuhan ini adalah golongan rumput yang tingginya berkisar 0,5 hingga 1,5 meter. Serta mampu tumbuh lurus ke dalam tanah. Keistimewaan lain dari tanaman ini, mampu menahan aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah. Akarnya pun bisa menembus hingga 2 sampai 4 meter dan mengikat partikel tanah.

Lantaran kondisi lahan yang akan ditanami biasanya berada di tebing yang curam, petugas melakukan penanaman dengan cara menggunakan tali pengaman untuk pendakian.

Agung juga mengatakan jika banyak daerah rawan longsor yang akan ditamani vetiver. Untuk waktu penanamannya, ia masih belum bisa menjelaskan. “Ada rencana penanaman lagi seperti di daerah Lemah Putih Sumberbrantas, Dusun Payan, Brau, Kekep dan daerah lainnya,” paparnya.

Dia juga menghimbau masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan dalam membaca tanda-tanda alam. Selalu menjaga sungai juga memperhatikan debit air ditekankannya pada warga yang memiliki rumah dekat sungai. “Intinya untuk seluruh masyarakat Kota Batu, selalu lebih berhati-hati dan waspada selama musim penghujan ini. Apalagi yang sedang berkegiatan di luar rumah dan jangan lupa jaga alam,” himbaunya.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Meningkatknya kejadian bencana di Kota Batu belakangan ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mencari cara untuk langkah antisipasi. Mulai dari pemasangan alat Early Warning Sistem (EWS) sebagai peringatan dini, hingga penanaman rumput vetiver. Akar tanaman yang rimbun dan bisa membentuk rumpun diharapkan bisa menahan kejenuhan tanah akibat banyaknya kadar air.

“Dengan dilakukannya penanaman ini kami berharap tidak terjadi kembali longsor susulan. Karena kondisi tebing memang sangat rawan longsor,” terang Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu hari ini (5/2). Terbaru, mereka melakukan penanaman vetiver di tebing bekas longsor Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji akhir Januari lalu. Total ada 300 polybag vertiver yang ditanam.

“Tanaman vetiver ini lebih dikenal dengan nama akar wangi. Tanaman ini membentuk rumpun dengan akar yang rimbun,” ucapnya. Lebih lanjut ia menjelaskan tumbuhan ini adalah golongan rumput yang tingginya berkisar 0,5 hingga 1,5 meter. Serta mampu tumbuh lurus ke dalam tanah. Keistimewaan lain dari tanaman ini, mampu menahan aliran hujan deras dan menjaga kestabilan tanah. Akarnya pun bisa menembus hingga 2 sampai 4 meter dan mengikat partikel tanah.

Lantaran kondisi lahan yang akan ditanami biasanya berada di tebing yang curam, petugas melakukan penanaman dengan cara menggunakan tali pengaman untuk pendakian.

Agung juga mengatakan jika banyak daerah rawan longsor yang akan ditamani vetiver. Untuk waktu penanamannya, ia masih belum bisa menjelaskan. “Ada rencana penanaman lagi seperti di daerah Lemah Putih Sumberbrantas, Dusun Payan, Brau, Kekep dan daerah lainnya,” paparnya.

Dia juga menghimbau masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan dalam membaca tanda-tanda alam. Selalu menjaga sungai juga memperhatikan debit air ditekankannya pada warga yang memiliki rumah dekat sungai. “Intinya untuk seluruh masyarakat Kota Batu, selalu lebih berhati-hati dan waspada selama musim penghujan ini. Apalagi yang sedang berkegiatan di luar rumah dan jangan lupa jaga alam,” himbaunya.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/