alexametrics
30.3 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Perkuat Branding Wisata Budaya, Disparta Gelar Pertunjukan Wayang

KOTA BATU – Dalam rangka menguatkan branding wisata budaya yang sedang digarap oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu tahun ini, pihaknya terus menggelar acara kebudayaan. Salah satunya dengan pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di The Singhasari Hotel Jumat (4/2). Semua yang hadir dalam acara tersebut turut larut dalam suka cita.

Ditambah suguhan tersebut terbilang sangat menarik, sebab yang bertindak sebagai dalang ialah Kepala Kejaksaan Negerti Kota Batu Dr Supriyanto SH MH Dalam pagelaran tersebut, Kajari Kota Batu membawakan drama wayang kulit dengan judul Wahyu Makutharama.

PERKUAT BRANDING: Pertunjukan wayang kulit sebagai upaya meneguhkan pariwisata budaya di Kota Batu. (Afifah/Radar Malang)

“Hal yang sangat luar biasa pada hari ini, tentunya kita menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit, tetapi dalangnya sangat spesial. Karena yang mendalang ini sosok figur pemimpin tokoh penegak hukum yaitu Bapak Kajari yang memang beliau sejak usia SMP sudah mengenal dunia wayang kulit. Lalu beberapa waktu kemarin beliau kembali belajar dan menggelar pagelaran hari ini,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq saat ditemui pada acara tersebut Jumat (4/3).

Arief juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tanda komitmen dari disparta untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota wisata budaya di Jawa Timur. Sehingga dalam komitmen tersebut dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang seni budaya.

Lebih lanjut, di samping infrastruktur untuk menunjang branding wisata budaya yang sangat memadai yaitu adanya Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Arief juga menjelaskan bahwa SDM yang tergabung dalam kelompok-kelompok, kelembagaannya sudah dibina oleh disparta. “Badan hukum, nomor induk, jaringan  komunikasi juga sudah kita bina. Lalu kita juga mendukung pembiayaan untuk kegiatan itu sendiri. Karena kita menyiapkan anggaran talent maupun anggaran dalam bentuk fasilitasi pentas kebudayaan,” terang dia.

Sehingga ke depan pagelaran drama tari yang sudah aktif dilakukan setiap tanggal 15 bulan jawa itu nanti akan ditambah dengan pagelaran wayang kulit. “Bakal ditambah juga dengan seni budaya khas Kota Batu. Insyaallah tanggal 16 Maret ini kita kembali menggelar kegiatan di Arjuna Wiwaha,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang turut hadir dalam kegiatan branding wisata itu menyatakan kekagumannya melihat keseriusan disparta dalam mengemban komitmen yang ada. “Saya sampai speechless rasanya melihat keseriusan dalam kegiatan hari ini.  Semuanya ditata begitu apik. Terlebih yang menjadi dalang adalah Pak Kajari. Yang kelas saya sangat mendukung kegiatan positif ini untuk memajukan seni budaya di Kota Batu,” terangnya.

Saat wartawan koran ini berkunjung ke sana, terlihat kegiatan dibuka dengan prosesi tamu VVIP mulai Wali Kota hingga Kapolres Kota Batu yang memasuki gedung kegiatan dengan diiringi tarian. Kemudian adanya tari banteng kepang, setelahnya prosesi potong tumpeng jajanan pasar. Hingga akhirnya proses penyerahan gunungan wayang dan terakhir pagelaran wayang tersebut dilaksanakan. (fif/lid)

KOTA BATU – Dalam rangka menguatkan branding wisata budaya yang sedang digarap oleh Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu tahun ini, pihaknya terus menggelar acara kebudayaan. Salah satunya dengan pagelaran wayang kulit yang diselenggarakan di The Singhasari Hotel Jumat (4/2). Semua yang hadir dalam acara tersebut turut larut dalam suka cita.

Ditambah suguhan tersebut terbilang sangat menarik, sebab yang bertindak sebagai dalang ialah Kepala Kejaksaan Negerti Kota Batu Dr Supriyanto SH MH Dalam pagelaran tersebut, Kajari Kota Batu membawakan drama wayang kulit dengan judul Wahyu Makutharama.

PERKUAT BRANDING: Pertunjukan wayang kulit sebagai upaya meneguhkan pariwisata budaya di Kota Batu. (Afifah/Radar Malang)

“Hal yang sangat luar biasa pada hari ini, tentunya kita menggelar kegiatan pagelaran wayang kulit, tetapi dalangnya sangat spesial. Karena yang mendalang ini sosok figur pemimpin tokoh penegak hukum yaitu Bapak Kajari yang memang beliau sejak usia SMP sudah mengenal dunia wayang kulit. Lalu beberapa waktu kemarin beliau kembali belajar dan menggelar pagelaran hari ini,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq saat ditemui pada acara tersebut Jumat (4/3).

Arief juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tanda komitmen dari disparta untuk menjadikan Kota Batu sebagai kota wisata budaya di Jawa Timur. Sehingga dalam komitmen tersebut dibarengi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai hingga pengembangan sumber daya manusia di bidang seni budaya.

Lebih lanjut, di samping infrastruktur untuk menunjang branding wisata budaya yang sangat memadai yaitu adanya Sendra Tari Arjuna Wiwaha, Arief juga menjelaskan bahwa SDM yang tergabung dalam kelompok-kelompok, kelembagaannya sudah dibina oleh disparta. “Badan hukum, nomor induk, jaringan  komunikasi juga sudah kita bina. Lalu kita juga mendukung pembiayaan untuk kegiatan itu sendiri. Karena kita menyiapkan anggaran talent maupun anggaran dalam bentuk fasilitasi pentas kebudayaan,” terang dia.

Sehingga ke depan pagelaran drama tari yang sudah aktif dilakukan setiap tanggal 15 bulan jawa itu nanti akan ditambah dengan pagelaran wayang kulit. “Bakal ditambah juga dengan seni budaya khas Kota Batu. Insyaallah tanggal 16 Maret ini kita kembali menggelar kegiatan di Arjuna Wiwaha,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko yang turut hadir dalam kegiatan branding wisata itu menyatakan kekagumannya melihat keseriusan disparta dalam mengemban komitmen yang ada. “Saya sampai speechless rasanya melihat keseriusan dalam kegiatan hari ini.  Semuanya ditata begitu apik. Terlebih yang menjadi dalang adalah Pak Kajari. Yang kelas saya sangat mendukung kegiatan positif ini untuk memajukan seni budaya di Kota Batu,” terangnya.

Saat wartawan koran ini berkunjung ke sana, terlihat kegiatan dibuka dengan prosesi tamu VVIP mulai Wali Kota hingga Kapolres Kota Batu yang memasuki gedung kegiatan dengan diiringi tarian. Kemudian adanya tari banteng kepang, setelahnya prosesi potong tumpeng jajanan pasar. Hingga akhirnya proses penyerahan gunungan wayang dan terakhir pagelaran wayang tersebut dilaksanakan. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/