alexametrics
22.9 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Besok Larangan Mudik Berlaku, Polres Batu Siapkan Lima Pos Penyekatan

KOTA BATU – Meski pemerintah pusat melarang adanya kegiatan mudik, tetapi bagi warga Malang Raya yang ingin berwisata ke Kota Batu masih diperbolehkan ketika lebaran nanti. Dengan syarat, tidak menginap dan memiliki surat bebas Covid-19.

Hal ini dikatakan oleh Kasat Lantas Polres Batu AKP Indah Citra Fitriani SIK saat diwawancarai kemarin Rabu (5/5). Dia mengatakan, warga perlu memahami kegiatan larangan mudik dalam tiga tahapan. Pada tahap pertama tanggal 22 April sampai 5 Mei adalah pengetatan wilayah di Kota Batu. Dimana orang-orang dari daerah luar Malang Raya diperbolehkan untuk masuk wilayah Kota Batu asalkan tujuannya tidak mudik dan membawa surat bebas Covid-19.

“Misal berwisata atau menjenguk keluarga boleh masuk, lalu membawa surat hasil non reaktif rapid test swab antigen PCR dan sebagainya,” katanya.

Lalu pada tanggal 6 sampai 17 Mei merupakan tahap peniadaan mudik untuk pengendara asal daerah luar wilayah Malang Raya. Sedangkan untuk daerah masuk wilayah Malang Raya termasuk Pasuruan dan Probolinggo Kota Kabupaten masih diperbolehkan adanya pergerakan masyarakat tetapi dilarang mudik.

“Contoh masyarakat Pasuruan ke Malang itu diperbolehkan (misal berwisata atau menjenguk keluarga) asalkan tidak mudik (tidak menginap) dengan surat bebas Covid-19,” katanya saat ditemui pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat tahun 2021 di Alun-Alun Kota Batu.

Lebih lanjut, untuk tempat wisata wajib ada pos di Pdepannya yang berguna untuk menyaring pengunjung apakah membawa surat bebas Covid-19 atau tidak. Kemudian pada tahap ketiga yakni pengetatan wilayah Kota Batu pascalebaran dari 18 sampai 24 Mei seperti tahap pertama.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo SIK MH mengatakan pihaknya menyiapkan lima pos penyekatan mulai dari Pos Kandangan di wilayah Kediri yang berbatasan langsung dengan Kota Batu. Lalu Pos Ngambal, di Dusun Ngambal, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Blitar. Kemudian di Pos Pendem untuk menyekat pengendara luar daerah yang lolos penyekatan dari exit tol Karanglo dan Pos Alun-Alun sebagai pos pelayanan. Juga ada Pos Garuda di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji untuk menyekat pengendara dari arah Pacet, Mojokerto.

“Selain itu juga ada Pos Pantau di perempatan bendo, lalu Jalan Dewi Sartika dan di Pujon,” rincinya. Lebih lanjut, untuk kegiatan mudik dan perjalanan tidak diperbolehkan bagi pengendara wilayah di luar aglomerasi/ rayon dua Malang Raya masuk ke Kota Batu. Namun untuk wilayah Kabupaten/ Kota di dalam Malang Raya masih boleh melintas. Diantaranya Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Setiap pos baik pantau dan penyekatan nantinya akan melaksanakan pengecekan nopol kendaraan bermotor. Lalu pengecekan hasil rapid test antigen yang non reaktif dan pengecekan kelengkapan yang harus dibawa lainnya contohnya ASN harus ada Surat Izin Kedinasan. “Juga akan ada random sampling pelaksanaan rapidtes antigen, kemudian jika tidak sesuai dengan aturan yang ada maka akan diputarbalikkan,” katanya.

Pewarta: Nugraha

KOTA BATU – Meski pemerintah pusat melarang adanya kegiatan mudik, tetapi bagi warga Malang Raya yang ingin berwisata ke Kota Batu masih diperbolehkan ketika lebaran nanti. Dengan syarat, tidak menginap dan memiliki surat bebas Covid-19.

Hal ini dikatakan oleh Kasat Lantas Polres Batu AKP Indah Citra Fitriani SIK saat diwawancarai kemarin Rabu (5/5). Dia mengatakan, warga perlu memahami kegiatan larangan mudik dalam tiga tahapan. Pada tahap pertama tanggal 22 April sampai 5 Mei adalah pengetatan wilayah di Kota Batu. Dimana orang-orang dari daerah luar Malang Raya diperbolehkan untuk masuk wilayah Kota Batu asalkan tujuannya tidak mudik dan membawa surat bebas Covid-19.

“Misal berwisata atau menjenguk keluarga boleh masuk, lalu membawa surat hasil non reaktif rapid test swab antigen PCR dan sebagainya,” katanya.

Lalu pada tanggal 6 sampai 17 Mei merupakan tahap peniadaan mudik untuk pengendara asal daerah luar wilayah Malang Raya. Sedangkan untuk daerah masuk wilayah Malang Raya termasuk Pasuruan dan Probolinggo Kota Kabupaten masih diperbolehkan adanya pergerakan masyarakat tetapi dilarang mudik.

“Contoh masyarakat Pasuruan ke Malang itu diperbolehkan (misal berwisata atau menjenguk keluarga) asalkan tidak mudik (tidak menginap) dengan surat bebas Covid-19,” katanya saat ditemui pada Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat tahun 2021 di Alun-Alun Kota Batu.

Lebih lanjut, untuk tempat wisata wajib ada pos di Pdepannya yang berguna untuk menyaring pengunjung apakah membawa surat bebas Covid-19 atau tidak. Kemudian pada tahap ketiga yakni pengetatan wilayah Kota Batu pascalebaran dari 18 sampai 24 Mei seperti tahap pertama.

Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo SIK MH mengatakan pihaknya menyiapkan lima pos penyekatan mulai dari Pos Kandangan di wilayah Kediri yang berbatasan langsung dengan Kota Batu. Lalu Pos Ngambal, di Dusun Ngambal, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Blitar. Kemudian di Pos Pendem untuk menyekat pengendara luar daerah yang lolos penyekatan dari exit tol Karanglo dan Pos Alun-Alun sebagai pos pelayanan. Juga ada Pos Garuda di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji untuk menyekat pengendara dari arah Pacet, Mojokerto.

“Selain itu juga ada Pos Pantau di perempatan bendo, lalu Jalan Dewi Sartika dan di Pujon,” rincinya. Lebih lanjut, untuk kegiatan mudik dan perjalanan tidak diperbolehkan bagi pengendara wilayah di luar aglomerasi/ rayon dua Malang Raya masuk ke Kota Batu. Namun untuk wilayah Kabupaten/ Kota di dalam Malang Raya masih boleh melintas. Diantaranya Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo dan Kabupaten Probolinggo.

Setiap pos baik pantau dan penyekatan nantinya akan melaksanakan pengecekan nopol kendaraan bermotor. Lalu pengecekan hasil rapid test antigen yang non reaktif dan pengecekan kelengkapan yang harus dibawa lainnya contohnya ASN harus ada Surat Izin Kedinasan. “Juga akan ada random sampling pelaksanaan rapidtes antigen, kemudian jika tidak sesuai dengan aturan yang ada maka akan diputarbalikkan,” katanya.

Pewarta: Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/