alexametrics
22.1 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Ditarget Rp 8,5 M, Pendapatan Tepi Jalan Baru Dapat Rp 400 Juta

KOTA BATU РPendapatan retribusi tepi jalan jauh panggang dari api. Karena hingga pertengahan tahun ini barus  terhimpun sebesar Rp 400 juta. Padahal targetnya adalah Rp 8,5 miliar. Otomatis, Pemkot Batu masih harus mengejar Rp 8,1 miliar untuk benar-benar finish pada target.

Namun, menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, pendapatan saat ini sudah tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021. Saat itu, pada rentang waktu yang sama pendapatan yang terhimpun hanya Rp 250 juta saja.

“Kalau terkait ada peningkatan ini saya rasa ada beberapa faktor. Bisa jadi keadaan Kota Batu yang semakin ramai. Bisa juga karena tingkat kesadaran jukir untuk menyetor hasil parkir meningkat,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono, Senin (4/7). Pihaknya juga menambahkan peningkatan pendapatan itu dikarenakan kritisnya masyarakat terhadap pelayanan parkir. Jika tak diberi karcis, masyarakat tak perlu membayar.

Pertambahan pendapatan itu, kalau dilihat dari titik parkir menurut Imam tidak mungkin. Karena titik parkir yang ada saat ini jumlahnya tetap tak berubah. Yakni sebanyak 130 titik parkir yang tersebar di Kota Batu, serta di bawah pengawasan dishub.

“Sebenarnya di Kota Batu itu titik parkirnya ada 230. Tapi 100 titik parkir yang ada itu masih kosong. Artinya belum ada jukir yang mengisi karena belum ramai,” imbuh Imam.

Untuk menaikkan pendapatan hingga akhir tahun, Imam mengaku akan mengusahakan dengan pengawasan melekat. Hal itu berarti petugas yang berwenang diharuskan terus memonitor keadaan di lapangan. Sebagai upaya untuk mengawasi dan meminimalisir kecurangan dari pada jukir.

Kabid Parkir Dinas Perhubungan Kota Batu Hari Juni Susanto mengutarakan jika saat ini total jukir yang ada sebanyak 495 jukir. Total tersebut lebih banyak dari pada tahun 2019-2020, hanya sekitar 300 jukir saja.

“Kenaikan total jukir ini terjadi saat kami melakukan data ulang seluruh jukir untuk pembuatan kartu tanda anggota (KTA). Pendataan itu terjadi sekitar tahun 2021 lalu,” terangnya. Didapati penyebab kenaikan itu dikarenakan banyak koordinator titik parkir yang juga mendaftarkan jukir yang awalnya hanya membantu. Biasanya satu koordinator jukir di tiap titik membawahi 3-5 jukir lain.

Lebih lanjut, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari menyebut jika pihaknya juga tak begitu yakin dengan pemenuhan target yang ada. Lantaran, semua target yang ditetapkan selalu meleset.

Khamim turut menuturkan jika dari target yang ada, pendapatan bersih yang bakal dikantongi Pemkot melalui dishub yakni Rp 3,5 miliar. Sisanya dibagi dengan jukir sesuai pembagian pendapatan dengan perbandingan 40:60.

“Tapi kalau dilihat dari tahun lalu kan sudah ada peningkatan. Total di 2021 kalau nggak salah sekitar Rp 560 juta. Lha sebelum-sebelumnya hanya Rp 250-300 juta saja. Jadi pada tahun ini saya yakin bakal ada pertambahan meskipun tidak mencapai target yang ada,” tegas Khamim.

Pihaknya juga menyarankan agar rencana parkir dikelola pihak ketiga agar segera direalisasikan. Sebab dari rencana itu dipastikan target retribusi tepi jalan bisa tercapai. Namun DPRD juga menitip pesan agar rencana tersebut tak memengaruhi sandang pangan masyarakat asli Batu.

“Kita sudah hearing dengan Dishub terkait hal tersebut. Dishub juga mengatakan jika sudah ada yang berani menawar sesuai target. Kalau memang bisa menambah PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat DPRD menyetujui rencana itu. Bahkan kalau bisa direalisasikan secepatnya,” tutup dia. (fif/lid)

KOTA BATU РPendapatan retribusi tepi jalan jauh panggang dari api. Karena hingga pertengahan tahun ini barus  terhimpun sebesar Rp 400 juta. Padahal targetnya adalah Rp 8,5 miliar. Otomatis, Pemkot Batu masih harus mengejar Rp 8,1 miliar untuk benar-benar finish pada target.

Namun, menurut Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, pendapatan saat ini sudah tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021. Saat itu, pada rentang waktu yang sama pendapatan yang terhimpun hanya Rp 250 juta saja.

“Kalau terkait ada peningkatan ini saya rasa ada beberapa faktor. Bisa jadi keadaan Kota Batu yang semakin ramai. Bisa juga karena tingkat kesadaran jukir untuk menyetor hasil parkir meningkat,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Imam Suryono, Senin (4/7). Pihaknya juga menambahkan peningkatan pendapatan itu dikarenakan kritisnya masyarakat terhadap pelayanan parkir. Jika tak diberi karcis, masyarakat tak perlu membayar.

Pertambahan pendapatan itu, kalau dilihat dari titik parkir menurut Imam tidak mungkin. Karena titik parkir yang ada saat ini jumlahnya tetap tak berubah. Yakni sebanyak 130 titik parkir yang tersebar di Kota Batu, serta di bawah pengawasan dishub.

“Sebenarnya di Kota Batu itu titik parkirnya ada 230. Tapi 100 titik parkir yang ada itu masih kosong. Artinya belum ada jukir yang mengisi karena belum ramai,” imbuh Imam.

Untuk menaikkan pendapatan hingga akhir tahun, Imam mengaku akan mengusahakan dengan pengawasan melekat. Hal itu berarti petugas yang berwenang diharuskan terus memonitor keadaan di lapangan. Sebagai upaya untuk mengawasi dan meminimalisir kecurangan dari pada jukir.

Kabid Parkir Dinas Perhubungan Kota Batu Hari Juni Susanto mengutarakan jika saat ini total jukir yang ada sebanyak 495 jukir. Total tersebut lebih banyak dari pada tahun 2019-2020, hanya sekitar 300 jukir saja.

“Kenaikan total jukir ini terjadi saat kami melakukan data ulang seluruh jukir untuk pembuatan kartu tanda anggota (KTA). Pendataan itu terjadi sekitar tahun 2021 lalu,” terangnya. Didapati penyebab kenaikan itu dikarenakan banyak koordinator titik parkir yang juga mendaftarkan jukir yang awalnya hanya membantu. Biasanya satu koordinator jukir di tiap titik membawahi 3-5 jukir lain.

Lebih lanjut, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Khamim Tohari menyebut jika pihaknya juga tak begitu yakin dengan pemenuhan target yang ada. Lantaran, semua target yang ditetapkan selalu meleset.

Khamim turut menuturkan jika dari target yang ada, pendapatan bersih yang bakal dikantongi Pemkot melalui dishub yakni Rp 3,5 miliar. Sisanya dibagi dengan jukir sesuai pembagian pendapatan dengan perbandingan 40:60.

“Tapi kalau dilihat dari tahun lalu kan sudah ada peningkatan. Total di 2021 kalau nggak salah sekitar Rp 560 juta. Lha sebelum-sebelumnya hanya Rp 250-300 juta saja. Jadi pada tahun ini saya yakin bakal ada pertambahan meskipun tidak mencapai target yang ada,” tegas Khamim.

Pihaknya juga menyarankan agar rencana parkir dikelola pihak ketiga agar segera direalisasikan. Sebab dari rencana itu dipastikan target retribusi tepi jalan bisa tercapai. Namun DPRD juga menitip pesan agar rencana tersebut tak memengaruhi sandang pangan masyarakat asli Batu.

“Kita sudah hearing dengan Dishub terkait hal tersebut. Dishub juga mengatakan jika sudah ada yang berani menawar sesuai target. Kalau memang bisa menambah PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat DPRD menyetujui rencana itu. Bahkan kalau bisa direalisasikan secepatnya,” tutup dia. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/