alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 17 August 2022

Warga Beji Serbu Gunungan Tumpeng Selamatan Desa

KOTA BATU – Momen sedekah bumi di Desa Beji, Kecamatan Junrejo kemarin berlangsung sangat meriah. Masyarakat tampak gembira saat mengikuti prosesi  jabutan (cabutan) gunungan tumpeng dan berbagai sedekah bumi tersebut. Mereka saling berdesakan dan berebut hasil bumi yang dibentuk dalam gunungan. Ya, momen inilah yang paling ditunggu-tunggu masyarakat saat selamatan desa.

Rangkaian selamatan Desa Beji ini dimulai sejak (26/6) lalu dengan kerja bakti di lingkungan RW masing-masing. Sedangkan, pada (1/7) masyarakat bekerja sama untuk memasang janur kuning di seluruh gapura atau gang yang ada di Desa Beji. Selanjutnya, juga dilaksanakan pengajian umum pada (3/7).

Puncak selamatan Desa Beji ini dilaksanakan Senin (4/7) yang dimulai dari ritual di Punden Beji dan Punden Ngemplak. Dilanjutkan dengan prosesi jabutan di rumah Kepala Desa Beji di Jalan Ir Soekarno (RW 04).

Kepala Desa Beji Deny Cahyono menyampaikan, momentum selamatan Desa Beji ini dalam rangka bersih desa, mulai ritual punden hingga jabutan. “Jadi, prosesi jabutan ini adalah agenda rutin setiap tahun. Ada 6 tumpeng gunungan nasi kuning dan 6 jabutan yang berisi hasil bumi (buah, sayur, dan sebagainya),” jelasnya.

Deny mengatakan, prosesi jabutan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab, rezeki dari hasil bumi masyarakat Desa Beji dapat berlimpah. “Jabutan ini itu memperebutkan perdamaian. Bahkan, dalam tumpeng ada ayam utuh yang artinya melambangkan kekompakan (utuh) untuk masyarakat Beji,” ujarnya. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan berkah untuk sekitar,” sambungnya lagi.

Selain itu, Ketua Panitia Penyelenggara Selamatan Desa Beji Mustari Janib mengatakan, prosesi awalnya dimulai dari pemasangan janur di punden makam. Kemudian dilanjutkan, acara prosesi jabutan yang banyak ditunggu oleh masyarakat. “Secara filosofinya, tradisi jabutan ini tidak pernah berubah. Yakni, wujud rasa syukur atau simbol sedekah bumi. Karena mengambilnya harus dicabut maka harapannya segala hal buruk berupa cobaan ujian bagi desa dapat ikut musnah,” terangnya.

Sebagai informasi, jabutan adalah berebut makanan yang sudah digantung di ujung benang yang diikatkan ke bambu. Bambu itu ditancapkan ke sesuatu wadah. Untuk mengambilnya harus dicabut. Berbagai makanan yang disajikan antara lain, apel, salak, pisang, jeruk, onde-onde, kerupuk, tape hitam, polo pendem (ubi jalar, ubi ungu, ubi merah, ubi cokelat, talas, kacang tanah), sayur, dan aneka jajanan tradisional lainnya.

Momen keseruan saat mencabut jajanan tradisional bahkan gunungan tumpeng dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Beji. Baik anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Dalam hitungan detik saja, seluruh jabutan ludes tak tersisa. Apalagi, warga telah menyiapkan kantong plastik untuk mendapatkan hasil yang banyak.

“Saya dan warga sekitar jadi semangat dalam acara selamatan desa ini, sebab dua tahun lalu tidak ada kegiatan karena pandemi Covid-19. Selain itu, rasanya senang bisa mendapatkan isi jabutan berupa hasil bumi warga Beji, ada sayur, buah, tempe, dan masih banyak lagi,” ujar warga RW 04, Khusnul Khotimah ini.

Selain itu, harapan besar untuk kemajuan Desa Beji juga diungkapkan Ibu RW 04 Juwareni atau akrab disapa Reni. Dia mengatakan, semoga acara selamatan desa tahun depan tempatnya lebih luas dan tetap mempertahankan keamanan dan ketertiban warga. (ifa/lid).

KOTA BATU – Momen sedekah bumi di Desa Beji, Kecamatan Junrejo kemarin berlangsung sangat meriah. Masyarakat tampak gembira saat mengikuti prosesi  jabutan (cabutan) gunungan tumpeng dan berbagai sedekah bumi tersebut. Mereka saling berdesakan dan berebut hasil bumi yang dibentuk dalam gunungan. Ya, momen inilah yang paling ditunggu-tunggu masyarakat saat selamatan desa.

Rangkaian selamatan Desa Beji ini dimulai sejak (26/6) lalu dengan kerja bakti di lingkungan RW masing-masing. Sedangkan, pada (1/7) masyarakat bekerja sama untuk memasang janur kuning di seluruh gapura atau gang yang ada di Desa Beji. Selanjutnya, juga dilaksanakan pengajian umum pada (3/7).

Puncak selamatan Desa Beji ini dilaksanakan Senin (4/7) yang dimulai dari ritual di Punden Beji dan Punden Ngemplak. Dilanjutkan dengan prosesi jabutan di rumah Kepala Desa Beji di Jalan Ir Soekarno (RW 04).

Kepala Desa Beji Deny Cahyono menyampaikan, momentum selamatan Desa Beji ini dalam rangka bersih desa, mulai ritual punden hingga jabutan. “Jadi, prosesi jabutan ini adalah agenda rutin setiap tahun. Ada 6 tumpeng gunungan nasi kuning dan 6 jabutan yang berisi hasil bumi (buah, sayur, dan sebagainya),” jelasnya.

Deny mengatakan, prosesi jabutan ini sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab, rezeki dari hasil bumi masyarakat Desa Beji dapat berlimpah. “Jabutan ini itu memperebutkan perdamaian. Bahkan, dalam tumpeng ada ayam utuh yang artinya melambangkan kekompakan (utuh) untuk masyarakat Beji,” ujarnya. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat dan berkah untuk sekitar,” sambungnya lagi.

Selain itu, Ketua Panitia Penyelenggara Selamatan Desa Beji Mustari Janib mengatakan, prosesi awalnya dimulai dari pemasangan janur di punden makam. Kemudian dilanjutkan, acara prosesi jabutan yang banyak ditunggu oleh masyarakat. “Secara filosofinya, tradisi jabutan ini tidak pernah berubah. Yakni, wujud rasa syukur atau simbol sedekah bumi. Karena mengambilnya harus dicabut maka harapannya segala hal buruk berupa cobaan ujian bagi desa dapat ikut musnah,” terangnya.

Sebagai informasi, jabutan adalah berebut makanan yang sudah digantung di ujung benang yang diikatkan ke bambu. Bambu itu ditancapkan ke sesuatu wadah. Untuk mengambilnya harus dicabut. Berbagai makanan yang disajikan antara lain, apel, salak, pisang, jeruk, onde-onde, kerupuk, tape hitam, polo pendem (ubi jalar, ubi ungu, ubi merah, ubi cokelat, talas, kacang tanah), sayur, dan aneka jajanan tradisional lainnya.

Momen keseruan saat mencabut jajanan tradisional bahkan gunungan tumpeng dirasakan oleh seluruh masyarakat Desa Beji. Baik anak-anak, orang dewasa, dan lansia. Dalam hitungan detik saja, seluruh jabutan ludes tak tersisa. Apalagi, warga telah menyiapkan kantong plastik untuk mendapatkan hasil yang banyak.

“Saya dan warga sekitar jadi semangat dalam acara selamatan desa ini, sebab dua tahun lalu tidak ada kegiatan karena pandemi Covid-19. Selain itu, rasanya senang bisa mendapatkan isi jabutan berupa hasil bumi warga Beji, ada sayur, buah, tempe, dan masih banyak lagi,” ujar warga RW 04, Khusnul Khotimah ini.

Selain itu, harapan besar untuk kemajuan Desa Beji juga diungkapkan Ibu RW 04 Juwareni atau akrab disapa Reni. Dia mengatakan, semoga acara selamatan desa tahun depan tempatnya lebih luas dan tetap mempertahankan keamanan dan ketertiban warga. (ifa/lid).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/