alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Catat! Masuk Balai Kota Among Tani Harus Scan PeduliLindungi

KOTA BATU – Kebijakan pengunaan aplikasi PeduliLindungi oleh pemerintah pusat di beberapa fasilitas umum juga akan diadopsi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Salah satunya yakni sebagai syarat untuk keluar masuk gedung Balai Kota Among Tani.

Teranyar, Pemkot Batu tengah mengajukan QR code ke pemerintah pusat supaya dapat menerapkan aplikasi tersebut di smartphone. Tujuannya tidak lain demi meningkatkan protokol kesehatan Covid-19.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap masyarakat yang bepergian benar-benar sudah melalukan vaksinasi. “Termasuk di Balai Kota Among Tani ada rencana diterapkan bagi siapapun harus tinggal QR code semua ini, termasuk kepolisian, bank, semua harus,” katanya.

Kepala Diskominfo Kota Batu Onny Ardianto menambahkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sesuai aturan dari instruksi mendagri sampai saat ini masih ditujukan untuk tempat wisata, mal, hotel, sport industri dan outlet mandiri. Lalu untuk pengajuannya diakomodir oleh masing-masing asosiasi di tingkat daerah bisa pengajuan langsung ke kementerian kesehatan atau melalui email dan website cms.pedulilindungi.id.

“Untuk tindak lanjutnya setelah mereka disetujui akan diberikan admin kepada masing-masing pengelola, setelah itu diberikan barcodenya, setelah mendapat barcode baru tempat tersebut bisa buka,” katanya. Untuk penerapan aplikasi tersebut di Balai Kota Among Tani, dikatakannya hingga saat ini masih belum. Sebab hingga sekarang kriteria perkantoran belum menjadi keharusan untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

“Tapi kami tetap mengajukan dan sampai sekarang kami belum mendapatkan QR code-nya, nanti bisa diterapkan di Balai Kota Among Tani, puskesmas, kantor kecamatan/ kelurahan, intinya dengan aplikasi itu bisa memantau sebaran yang sudah vaksinasi pertama dan kedua,” paparnya. Perlu diketahui di Kota Batu untuk capaian vaksinasi dari seluruh penduduk mencapai sekitar 80 persen. (nug/lid/rmc)

KOTA BATU – Kebijakan pengunaan aplikasi PeduliLindungi oleh pemerintah pusat di beberapa fasilitas umum juga akan diadopsi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Salah satunya yakni sebagai syarat untuk keluar masuk gedung Balai Kota Among Tani.

Teranyar, Pemkot Batu tengah mengajukan QR code ke pemerintah pusat supaya dapat menerapkan aplikasi tersebut di smartphone. Tujuannya tidak lain demi meningkatkan protokol kesehatan Covid-19.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap masyarakat yang bepergian benar-benar sudah melalukan vaksinasi. “Termasuk di Balai Kota Among Tani ada rencana diterapkan bagi siapapun harus tinggal QR code semua ini, termasuk kepolisian, bank, semua harus,” katanya.

Kepala Diskominfo Kota Batu Onny Ardianto menambahkan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi sesuai aturan dari instruksi mendagri sampai saat ini masih ditujukan untuk tempat wisata, mal, hotel, sport industri dan outlet mandiri. Lalu untuk pengajuannya diakomodir oleh masing-masing asosiasi di tingkat daerah bisa pengajuan langsung ke kementerian kesehatan atau melalui email dan website cms.pedulilindungi.id.

“Untuk tindak lanjutnya setelah mereka disetujui akan diberikan admin kepada masing-masing pengelola, setelah itu diberikan barcodenya, setelah mendapat barcode baru tempat tersebut bisa buka,” katanya. Untuk penerapan aplikasi tersebut di Balai Kota Among Tani, dikatakannya hingga saat ini masih belum. Sebab hingga sekarang kriteria perkantoran belum menjadi keharusan untuk menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

“Tapi kami tetap mengajukan dan sampai sekarang kami belum mendapatkan QR code-nya, nanti bisa diterapkan di Balai Kota Among Tani, puskesmas, kantor kecamatan/ kelurahan, intinya dengan aplikasi itu bisa memantau sebaran yang sudah vaksinasi pertama dan kedua,” paparnya. Perlu diketahui di Kota Batu untuk capaian vaksinasi dari seluruh penduduk mencapai sekitar 80 persen. (nug/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/