alexametrics
29.2 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Harga Mawar Naik, Senyum Petani Kota Batu Merekah

KOTA BATU – Bunga mawar merupakan salah satu unggulan kota Wisata Batu. Setiap tahunnya banyak sekali wisatawan yang memburu tanaman berbunga cantik ini sebagai buah tangan. Penjualan sempat mandek beberapa bulan lalu dampak Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB). Sekarang harga mawar kembali melonjak.

“Alhamdulillah penjualan lancar dan harganya juga naik,” ucap Nur Subchan salah satu petani bibit mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Harga bibit mawar sekarang adalah Rp 3500 per satu polybag. Naik dari yang dulunya hanya Rp 2500 setiap polybagnya. Hal tersebut merupakan angin segar bagi para petani. Mengingat, kesulitan yang dilewatinya beberapa bulan ke belakang.

Pengiriman dari konsumen rutin luar kota terhalang karena PSBB. “Ya bagaimana, kita tetap tanam dan kebutuhan juga terus berjalan. Tapi tidak bisa berjualan,” ucapnya. Kondisi tersebut dilaluinya sampai pemerintah menggaungkan new normal. Dia kini dalam seminggu bisa menjual hingga kurang lebih seribu polybag bibit mawar. Permintaan terbesar yaitu dari Solo dan Karanganyar.

Perawatan tanaman yang memiliki warna bunga beraneka ragam ini cukup sulit dilakukan. Pemupukan dan pemberian obat yang tak teratur akan menyebabkan hasil bunga menjadi jelek. Bahkan, saat musim hujan penyemprotan dikerjakan secara ekstra. Dari yang awalnya hanya sekali dalam seminggu. Berubah drastis, menjadi sekali tiap dua hari. Hal tersebut bertujuan sebagai pencegahan rawannya daun rontok, imbas terlalu banyak kandungan air yang terserap.

Diperbolehkannya lagi wisatawan luar daerah berkunjung ke Kota Batu suatu hal yang baik. Diharapkan roda perekonomian bisa kembali berputar dengan lancar demi kesejahtraan seluruh elemen masyarakat. “Saya berharap semoga petani bisa lebih dimudahkan lagi. Karena dengan adanya kami secara tidak langsung juga merupakan daya tarik wisatawan yang datang,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Bunga mawar merupakan salah satu unggulan kota Wisata Batu. Setiap tahunnya banyak sekali wisatawan yang memburu tanaman berbunga cantik ini sebagai buah tangan. Penjualan sempat mandek beberapa bulan lalu dampak Pembatasan Sosial Berskal Besar (PSBB). Sekarang harga mawar kembali melonjak.

“Alhamdulillah penjualan lancar dan harganya juga naik,” ucap Nur Subchan salah satu petani bibit mawar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Harga bibit mawar sekarang adalah Rp 3500 per satu polybag. Naik dari yang dulunya hanya Rp 2500 setiap polybagnya. Hal tersebut merupakan angin segar bagi para petani. Mengingat, kesulitan yang dilewatinya beberapa bulan ke belakang.

Pengiriman dari konsumen rutin luar kota terhalang karena PSBB. “Ya bagaimana, kita tetap tanam dan kebutuhan juga terus berjalan. Tapi tidak bisa berjualan,” ucapnya. Kondisi tersebut dilaluinya sampai pemerintah menggaungkan new normal. Dia kini dalam seminggu bisa menjual hingga kurang lebih seribu polybag bibit mawar. Permintaan terbesar yaitu dari Solo dan Karanganyar.

Perawatan tanaman yang memiliki warna bunga beraneka ragam ini cukup sulit dilakukan. Pemupukan dan pemberian obat yang tak teratur akan menyebabkan hasil bunga menjadi jelek. Bahkan, saat musim hujan penyemprotan dikerjakan secara ekstra. Dari yang awalnya hanya sekali dalam seminggu. Berubah drastis, menjadi sekali tiap dua hari. Hal tersebut bertujuan sebagai pencegahan rawannya daun rontok, imbas terlalu banyak kandungan air yang terserap.

Diperbolehkannya lagi wisatawan luar daerah berkunjung ke Kota Batu suatu hal yang baik. Diharapkan roda perekonomian bisa kembali berputar dengan lancar demi kesejahtraan seluruh elemen masyarakat. “Saya berharap semoga petani bisa lebih dimudahkan lagi. Karena dengan adanya kami secara tidak langsung juga merupakan daya tarik wisatawan yang datang,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/