alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 5 July 2022

Brantas “Unjuk Rasa”, Kota Wisata Batu Dihantam Banjir Bandang

mobil milik kepala desa setempat juga ikut hanyut.

Hujan mulai reda sekitar pukul 17.00. Tim BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, bersama warga lainnya bahu membahu melakukan evakuasi korban rumah yang ambruk. Total sekitar 100 personel petugas yang diterjunkan plus sebuah backhoe. Namun hingga pukul 20.30 proses evakuasi belum selesai.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso memastikan rumah yang mengalami kerusakan akan diusahakan bantuan material rehabilitasi rekonstruksi dari anggaran belanja tidak terduga. Tetapi pihaknya masih mendata lebih lanjut untuk jumlah kerusakan rumah akibat bencana banjir.

Dia juga mengingatkan bahwa bencana banjir bandang kali ini harus menjadi perhatian semua pihak. Utamanya terkait kondisi hutan yang kini dijadikan tempat wisata dan pertanian. Hal itu benar-benar menjadi dilema. Jangan sampai karena hanya mengejar keuntungan, namun akhirnya menjadi pemicu bencana. ”Penyebab lainnya adalah oknum yang tidak bertanggung jawab mengambil kayu, tetapi dibuang sembarangan. Sehingga ketika terjadi hujan menyumbat sungai,” katanya.

Di bagian lain, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa para petugas evakuasi membutuhkan upaya lebih karena kendala timbunan material yang dalam. Meski demikian dia berharap proses evakuasi bisa segera berakhir. ”Untuk jumlah korban yang ke rumah sakit maupun angka kerugian masih belum diketahui secara pasti. Karena musibah ini ada di beberapa tempat,” ujarnya. (nug/cj5/fat/rmc)

mobil milik kepala desa setempat juga ikut hanyut.

Hujan mulai reda sekitar pukul 17.00. Tim BPBD Kota Batu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, bersama warga lainnya bahu membahu melakukan evakuasi korban rumah yang ambruk. Total sekitar 100 personel petugas yang diterjunkan plus sebuah backhoe. Namun hingga pukul 20.30 proses evakuasi belum selesai.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso memastikan rumah yang mengalami kerusakan akan diusahakan bantuan material rehabilitasi rekonstruksi dari anggaran belanja tidak terduga. Tetapi pihaknya masih mendata lebih lanjut untuk jumlah kerusakan rumah akibat bencana banjir.

Dia juga mengingatkan bahwa bencana banjir bandang kali ini harus menjadi perhatian semua pihak. Utamanya terkait kondisi hutan yang kini dijadikan tempat wisata dan pertanian. Hal itu benar-benar menjadi dilema. Jangan sampai karena hanya mengejar keuntungan, namun akhirnya menjadi pemicu bencana. ”Penyebab lainnya adalah oknum yang tidak bertanggung jawab mengambil kayu, tetapi dibuang sembarangan. Sehingga ketika terjadi hujan menyumbat sungai,” katanya.

Di bagian lain, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan bahwa para petugas evakuasi membutuhkan upaya lebih karena kendala timbunan material yang dalam. Meski demikian dia berharap proses evakuasi bisa segera berakhir. ”Untuk jumlah korban yang ke rumah sakit maupun angka kerugian masih belum diketahui secara pasti. Karena musibah ini ada di beberapa tempat,” ujarnya. (nug/cj5/fat/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/