alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Jaga Mutu Air, Pemkot Batu Gulirkan Program Shining Brantas

KOTA BATU – Pemkot Batu kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH). Untuk memperingati hari Lingkungan Hidup sedunia, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melaksanakan rembugan dan penandatanganan komitmen bersama Shining Brantas Minggu (6/6). Tema yang diangkat yakni mewujudkan restorasi ekosistem melalui Shining Brantas.

Kegiatan tersebut digelar di Wana Wisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. Selain dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Dra Dewanti Rumpoko MSi hadir pula Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono dan Pabung Kodim 0818 Kab Malang-Batu Kapten Czi Widagdo. Hadir pula Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim Wilayah Malang Sapto Yuwono dan Kepala Subag TU UPT Laboratorium DLH Provinsi Jatim Yuneta Verawati.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap komitmen yang ada bisa memotivasi masyarakat untuk bisa berperilaku lebih baik ke depannya. Yakni dengan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan yang bisa menjadi perilaku sehari-hari. “Itu yang diutamakan, lalu kualitas air menjadi terendah ini menjadi catatan agar semua ini disosialisasikan ke masyarakat Batu,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, IKLH Kota Batu saat ini mencapai angka 83,50 persen. Angka tersebut sudah melampaui IKLH Nasional yang berada di angka 76 persen. “Tetapi dari IKLH itu masih terdapat nilai komponen yang rendah yakni Indeks Kualitas Air (IKA),” katanya.

Sedangkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, tema yang diusung oleh DLH Kota Batu sudah sangat tepat untuk menjawab permasalahan yang ada. Menurutnya Sungai Brantas memiliki potensi yang baik tetapi masih terdapat permasalahan yang harus diselesaikan.

“Tema yang ada merupakan bidikan yang presisi dan tepat. Apalagi salah satu nilai yang lebih dari Sungai Brantas ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo. Kondisi ini seharusnya menjadi daya tarik luar biasa,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Pemkot Batu kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH). Untuk memperingati hari Lingkungan Hidup sedunia, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu melaksanakan rembugan dan penandatanganan komitmen bersama Shining Brantas Minggu (6/6). Tema yang diangkat yakni mewujudkan restorasi ekosistem melalui Shining Brantas.

Kegiatan tersebut digelar di Wana Wisata Coban Talun, Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Batu. Selain dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu Dra Dewanti Rumpoko MSi hadir pula Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Hari Danah Wahyono dan Pabung Kodim 0818 Kab Malang-Batu Kapten Czi Widagdo. Hadir pula Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jatim Wilayah Malang Sapto Yuwono dan Kepala Subag TU UPT Laboratorium DLH Provinsi Jatim Yuneta Verawati.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap komitmen yang ada bisa memotivasi masyarakat untuk bisa berperilaku lebih baik ke depannya. Yakni dengan menanamkan kecintaan terhadap lingkungan yang bisa menjadi perilaku sehari-hari. “Itu yang diutamakan, lalu kualitas air menjadi terendah ini menjadi catatan agar semua ini disosialisasikan ke masyarakat Batu,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, IKLH Kota Batu saat ini mencapai angka 83,50 persen. Angka tersebut sudah melampaui IKLH Nasional yang berada di angka 76 persen. “Tetapi dari IKLH itu masih terdapat nilai komponen yang rendah yakni Indeks Kualitas Air (IKA),” katanya.

Sedangkan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad mengatakan, tema yang diusung oleh DLH Kota Batu sudah sangat tepat untuk menjawab permasalahan yang ada. Menurutnya Sungai Brantas memiliki potensi yang baik tetapi masih terdapat permasalahan yang harus diselesaikan.

“Tema yang ada merupakan bidikan yang presisi dan tepat. Apalagi salah satu nilai yang lebih dari Sungai Brantas ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Bengawan Solo. Kondisi ini seharusnya menjadi daya tarik luar biasa,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/