alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Stadion Brantas Jadi Tempat Relokasi Pedagang Pasar Batu, Serius?

KOTA BATU – Dalam waktu dekat, dikabarkan fungsi Stadion Brantas bakal berubah. Bukan untuk bermain bola atau olah raga, tapi akan menjadi lokasi jual beli. Sebab, di dalam area stadion rencananya dipakai menampung pedagang dari Pasar Batu yang direlokasi.

Kepala UPT Pasar Besar Batu Agus Suyadi membenarkan hal itu. Relokasi pedagang menggunakan fasilitas di dalam Stadion Brantas. Ini untuk kenyamanan dan keamanan dari penjual dan pembeli karena sepanjang jalan di depan pintu masuk GOR Gajah Mada dan Stadion Brantas atau Jalan Stadion Barat tetap bisa dilewati kendaraan bermotor. ”Lalu area luar stadion (dekat Kantor KONI) yang didirikan kios-kios,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi terkait penggunaan fasilitas olahraga sudah dikoordinasikan dengan dinas pendidikan selaku pengelola aset Stadion Brantas. ”Tapi selanjutnya kami akan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga yang menggunakan stadion itu,” katanya.

Tetapi, terkait rencana itu semua, dia mengatakan, masih belum pasti dan dapat berubah. Sebab, keputusannya belum ditandatangani Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. ”Lalu pengerjaannya ini masih akan dilelang, tapi memang terkait itu sudah menghadap Bu Wali dan Pak Wawali rencana di dalam dan luar stadion yang dipakai,” katanya. Perlu diketahui, Pemkot Batu menyiapkan anggaran relokasi sebesar Rp 6 miliar.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Batu Mahfud mengatakan tidak keberatan adanya tempat relokasi di sekitar kantor kerjanya. Namun, dia berharap hal itu tidak mengganggu atau tidak meniadakan fungsi dari fasilitas olahraga yang ada. Dia menyampaikan, dalam beberapa waktu belakangan ini belum ada lagi koordinasi antara pihaknya dengan Pemkot Batu lebih lanjut. ”Tahun lalu sudah ada pemberitahuan bahwa sekitar sini (kantor KONI) akan dipakai tempat relokasi pedagang. Tapi, selanjutnya belum tahu perkembangannya,” katanya.

Dia mengingatkan kepada Pemkot Batu untuk tetap memperhatikan aturan yang ada dalam UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada Pasal 67 ayat 7. Yakni dijelaskan yang intinya bahwa setiap orang dilarang meniadakan dan atau mengalihfungsikan sarana prasarana olahraga yang telah menjadi aset milik pemerintah atau pemerintah daerah tanpa rekomendasi dari menteri atau izin/persetujuan dari pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

”Harapan kami relokasi pedagang itu tidak mengganggu fungsi dari area dalam GOR Gajah Mada dan Stadion Brantas,” katanya. Sebab, untuk Stadion Brantas, beberapa atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) menggunakan fasilitas di dalamnya. Seperti sepak bola yang rencananya akan digunakan klub Persikoba untuk persiapan menghadapi Liga 3.

Lalu juga cabor lainnya seperti atlet atletik, kemudian latihan fisik dari atlet paralayang dan bela diri sering kali di Stadion Brantas. Begitu juga dengan GOR Gajah Mada yang sering kali digunakan untuk latihan atlet basket. (rmc/nug/c1/abm)

KOTA BATU – Dalam waktu dekat, dikabarkan fungsi Stadion Brantas bakal berubah. Bukan untuk bermain bola atau olah raga, tapi akan menjadi lokasi jual beli. Sebab, di dalam area stadion rencananya dipakai menampung pedagang dari Pasar Batu yang direlokasi.

Kepala UPT Pasar Besar Batu Agus Suyadi membenarkan hal itu. Relokasi pedagang menggunakan fasilitas di dalam Stadion Brantas. Ini untuk kenyamanan dan keamanan dari penjual dan pembeli karena sepanjang jalan di depan pintu masuk GOR Gajah Mada dan Stadion Brantas atau Jalan Stadion Barat tetap bisa dilewati kendaraan bermotor. ”Lalu area luar stadion (dekat Kantor KONI) yang didirikan kios-kios,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi terkait penggunaan fasilitas olahraga sudah dikoordinasikan dengan dinas pendidikan selaku pengelola aset Stadion Brantas. ”Tapi selanjutnya kami akan koordinasi dengan pengurus cabang olahraga yang menggunakan stadion itu,” katanya.

Tetapi, terkait rencana itu semua, dia mengatakan, masih belum pasti dan dapat berubah. Sebab, keputusannya belum ditandatangani Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. ”Lalu pengerjaannya ini masih akan dilelang, tapi memang terkait itu sudah menghadap Bu Wali dan Pak Wawali rencana di dalam dan luar stadion yang dipakai,” katanya. Perlu diketahui, Pemkot Batu menyiapkan anggaran relokasi sebesar Rp 6 miliar.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Batu Mahfud mengatakan tidak keberatan adanya tempat relokasi di sekitar kantor kerjanya. Namun, dia berharap hal itu tidak mengganggu atau tidak meniadakan fungsi dari fasilitas olahraga yang ada. Dia menyampaikan, dalam beberapa waktu belakangan ini belum ada lagi koordinasi antara pihaknya dengan Pemkot Batu lebih lanjut. ”Tahun lalu sudah ada pemberitahuan bahwa sekitar sini (kantor KONI) akan dipakai tempat relokasi pedagang. Tapi, selanjutnya belum tahu perkembangannya,” katanya.

Dia mengingatkan kepada Pemkot Batu untuk tetap memperhatikan aturan yang ada dalam UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pada Pasal 67 ayat 7. Yakni dijelaskan yang intinya bahwa setiap orang dilarang meniadakan dan atau mengalihfungsikan sarana prasarana olahraga yang telah menjadi aset milik pemerintah atau pemerintah daerah tanpa rekomendasi dari menteri atau izin/persetujuan dari pihak yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

”Harapan kami relokasi pedagang itu tidak mengganggu fungsi dari area dalam GOR Gajah Mada dan Stadion Brantas,” katanya. Sebab, untuk Stadion Brantas, beberapa atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor) menggunakan fasilitas di dalamnya. Seperti sepak bola yang rencananya akan digunakan klub Persikoba untuk persiapan menghadapi Liga 3.

Lalu juga cabor lainnya seperti atlet atletik, kemudian latihan fisik dari atlet paralayang dan bela diri sering kali di Stadion Brantas. Begitu juga dengan GOR Gajah Mada yang sering kali digunakan untuk latihan atlet basket. (rmc/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/