alexametrics
21.8 C
Malang
Friday, 12 August 2022

Developer Perumahan Abal-Abal Dibekuk Polisi, Warga Tuban, Rugi Rp 36 Juta

JUNREJO – Seorang pria bernama Purnomo Hadi Susanto, warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu dibekuk polisi karena melakukan penipuan investasi properti abal-abal. Karena aksinya itu, total kerugian korban mencapai puluhan juta.

Tertangkapnya pelaku itu berawal dari laporan korban calon pembeli tanah kavling di Jalan Pandanrejo, Kota Batu, Sugeng Sianto, 50, karyawan swasta di Karang Indah, Desa Karang Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dia merasa tertipu dengan janji-janji pelaku yang tak kunjung ditepati.

Secara rinci, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 15 Desember 2018 di Kantor Pemasaran Perumahan Pandanrejo Land di Jalan Raya Pandanrejo Kota Batu.

“Modusnya, tersangka melakukan perbuatan dengan menawarkan tanah kavling Perumahan Pandanrejo dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat (offline) dan online di media sosial miliknya,” ujar Kapolres.

Oskar memaparkan, kejadian itu bermula korban atas nama Sugeng Sianto datang ke Kota Batu untuk melihat tanah kavling yang ditawarkan oleh tersangka. “Pertemuan keduanya terjadi di Kantor Pemasaran CV Purnomo Jaya, selaku pengembang tanah kavling di Jalan Pandanrejo Nomor 17 Kota Batu. Korban pun sepakat melakukan jual beli tanah kavling, sebab tertarik dari informasi yang didapat melalui online,” jelasnya.

Sebagai informasi, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bendel legalisasi salinan akta perjanjian beli tanah, surat keterangan dari dinas penanaman modal, kuitansi dengan nilai Rp 1 juta sebagai tanda ikatan jadi, dan kuintansi sebesar Rp 32 juta, dan sebagainya.

Selain itu, ada barang bukti lain berupa surat keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang Kota Batu, lampiran peta lokasi dan surat keterangan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kota Batu. “Dalam kasus ini, kerugian total Rp 36 juta. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 154 Juncto, Pasal 137 atau Pasal 162 ayat 1 Huruf C, dan pasal 146 ayat 2, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman atau pasal 69, pasal 70, UU RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang atau Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” tutup Oskar. (ifa/lid)

JUNREJO – Seorang pria bernama Purnomo Hadi Susanto, warga Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu dibekuk polisi karena melakukan penipuan investasi properti abal-abal. Karena aksinya itu, total kerugian korban mencapai puluhan juta.

Tertangkapnya pelaku itu berawal dari laporan korban calon pembeli tanah kavling di Jalan Pandanrejo, Kota Batu, Sugeng Sianto, 50, karyawan swasta di Karang Indah, Desa Karang Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Dia merasa tertipu dengan janji-janji pelaku yang tak kunjung ditepati.

Secara rinci, Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin, mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 15 Desember 2018 di Kantor Pemasaran Perumahan Pandanrejo Land di Jalan Raya Pandanrejo Kota Batu.

“Modusnya, tersangka melakukan perbuatan dengan menawarkan tanah kavling Perumahan Pandanrejo dengan menyebarkan brosur kepada masyarakat (offline) dan online di media sosial miliknya,” ujar Kapolres.

Oskar memaparkan, kejadian itu bermula korban atas nama Sugeng Sianto datang ke Kota Batu untuk melihat tanah kavling yang ditawarkan oleh tersangka. “Pertemuan keduanya terjadi di Kantor Pemasaran CV Purnomo Jaya, selaku pengembang tanah kavling di Jalan Pandanrejo Nomor 17 Kota Batu. Korban pun sepakat melakukan jual beli tanah kavling, sebab tertarik dari informasi yang didapat melalui online,” jelasnya.

Sebagai informasi, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bendel legalisasi salinan akta perjanjian beli tanah, surat keterangan dari dinas penanaman modal, kuitansi dengan nilai Rp 1 juta sebagai tanda ikatan jadi, dan kuintansi sebesar Rp 32 juta, dan sebagainya.

Selain itu, ada barang bukti lain berupa surat keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang Kota Batu, lampiran peta lokasi dan surat keterangan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Kota Batu. “Dalam kasus ini, kerugian total Rp 36 juta. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 154 Juncto, Pasal 137 atau Pasal 162 ayat 1 Huruf C, dan pasal 146 ayat 2, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman atau pasal 69, pasal 70, UU RI Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang atau Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” tutup Oskar. (ifa/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/