alexametrics
21.1 C
Malang
Monday, 15 August 2022

Kelurahan Temas Geber Produk Eco Print

BATU – Kelurahan Kelurahan Temas punya pasar bulanan, namanya Pasar Kemarang. Berbagai kerajinan karya warga dijajakan di pasar tersebut setiap sebulan sekali. Beragam produk khas Kelurahan Temas utamanya yang berbasis eco print, dari kain eco print, udeng eco print, dan mug atau gelas eco print dijual di pasar tersebut.

Salah seorang perwakilan Pokja 2 Bidang Pendidikan Keterampilan Kelurahan Temas Ernawati mengatakan, hasil percobaan terbaru berbasis eco print ada dua produk yaitu udeng dan gelas. “Untuk udeng eco print ini mulai diproduksi massal. Kami telah mengerjakan 12 udeng pesanan dari kelurahan. Sedangkan, untuk produksi gelas eco print ini juga mulai ditambah,” terangnya. “Bagi sebagian orang menganggap eco print hanya untuk kain, akan tetapi ternyata eco print pun dapat dilakukan pada gelas meskipun pengukusan selama satu jam,” sautnya lagi.

Dia juga mengaku, keberadaan Pasar Kemarang ini adalah peluang yang tepat untuk memperkenalkan produk eco print khas Kelurahan Temas kepada masyarakat sekitar. Tak hanya produk berbasis eco print saja, melainkan ada pula sajian kuliner tradisional dari masing-masing RW. Mulai dari cenil, gulali Jawa, bubur suro, dan sebagainya.

Salah satu warga Kelurahan Temas RT 4, RW 6 Sugiarti mengaku, setuju dengan adanya konsep sajian tradisional melalui Pasar Kemarang ini. Sebab, saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu perekonomian merosot drastis. “Kami berharap Pasar Kemarang ini dapat menjadi pembuka kesempatan untuk menambah penghasilan pelaku UMKM kuliner tradisional,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi kepada Lurah Temas Adi Santoso, keberadaan Pasar Kemarang ini memang arah tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di 11 RW ataupun memberdayakan kreativitas ibu-ibu PKK dan UMKM. “Alasan di balik penamaan Pasar Kemarang ini yaitu kata kemarang dapat diartikan wadah atau tempat yang digunakan untuk berjualan,” jelasnya.

Adi juga menyatakan, Pasar Kemarang ini nantinya dapat menjadi pasar wisata yang dapat menarik antusias masyarakat terkait sajian kuliner tradisional dan produk menarik khas Kelurahan Temas. (ifa/lid)

BATU – Kelurahan Kelurahan Temas punya pasar bulanan, namanya Pasar Kemarang. Berbagai kerajinan karya warga dijajakan di pasar tersebut setiap sebulan sekali. Beragam produk khas Kelurahan Temas utamanya yang berbasis eco print, dari kain eco print, udeng eco print, dan mug atau gelas eco print dijual di pasar tersebut.

Salah seorang perwakilan Pokja 2 Bidang Pendidikan Keterampilan Kelurahan Temas Ernawati mengatakan, hasil percobaan terbaru berbasis eco print ada dua produk yaitu udeng dan gelas. “Untuk udeng eco print ini mulai diproduksi massal. Kami telah mengerjakan 12 udeng pesanan dari kelurahan. Sedangkan, untuk produksi gelas eco print ini juga mulai ditambah,” terangnya. “Bagi sebagian orang menganggap eco print hanya untuk kain, akan tetapi ternyata eco print pun dapat dilakukan pada gelas meskipun pengukusan selama satu jam,” sautnya lagi.

Dia juga mengaku, keberadaan Pasar Kemarang ini adalah peluang yang tepat untuk memperkenalkan produk eco print khas Kelurahan Temas kepada masyarakat sekitar. Tak hanya produk berbasis eco print saja, melainkan ada pula sajian kuliner tradisional dari masing-masing RW. Mulai dari cenil, gulali Jawa, bubur suro, dan sebagainya.

Salah satu warga Kelurahan Temas RT 4, RW 6 Sugiarti mengaku, setuju dengan adanya konsep sajian tradisional melalui Pasar Kemarang ini. Sebab, saat pandemi Covid-19 dua tahun lalu perekonomian merosot drastis. “Kami berharap Pasar Kemarang ini dapat menjadi pembuka kesempatan untuk menambah penghasilan pelaku UMKM kuliner tradisional,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi kepada Lurah Temas Adi Santoso, keberadaan Pasar Kemarang ini memang arah tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di 11 RW ataupun memberdayakan kreativitas ibu-ibu PKK dan UMKM. “Alasan di balik penamaan Pasar Kemarang ini yaitu kata kemarang dapat diartikan wadah atau tempat yang digunakan untuk berjualan,” jelasnya.

Adi juga menyatakan, Pasar Kemarang ini nantinya dapat menjadi pasar wisata yang dapat menarik antusias masyarakat terkait sajian kuliner tradisional dan produk menarik khas Kelurahan Temas. (ifa/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/