alexametrics
25.9 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

BOR Penuh, Pemkot Batu Buka Wacana Hotel Untuk Safe House Covid-19

KOTA BATU – Pandemi virus Covid-19 di Kota Batu saat ini melonjak, membuat kawasan wisata apel zona merah. Hal itu diakibatkan karena Bed Occupation Ratio (BOR) sudah penuh, alias mencapai 100 persen. Berdasarkan data, Selasa (6/7). Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mencapai 89 orang, 69 orang diantaranya adalah tenaga kesehatan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa RS rujukan Covid-19 di Kota Batu sendiri terbatas, hanya ada 4 RS, yakni Rumah Sakit Umum Karsa Husada, RS Bhayangkara, RS Baptis, dan RS dr Etty Asharto.

“BOR di sini sudah penuh, update terakhir pasien Covid-19 masih seperti kemarin, Selasa (6/7) 89 orang, untuk hari ini masih belum,” ujarnya.

Menurutnya, cluster baru yang melonjak tinggi ini diakibatkan karena Lebaran dan juga pascalebaran. Selain itu, hasil tes PCR yang menunggu beberapa hari hingga satu Minggu, juga berimbas pada kenaikan kasus Covid-19.

“Tes PCR yang menumpuk sebelum diberlakukan PPKM Darurat itu jadi membuat zona merah di Kota Batu,” tambahnya.

Penuhnya RS rujukan, membuat Pemkot Batu melakukan koordinasi dengan seluruh RS untuk menambah kapasitas tempat tidur, dimana 40 persen yang digunakan untuk rawat inap dialihkan untuk pasien covid. Selain itu, Pemkot Batu berencana untuk membuka safe house dengan memanfaatkan salah satu hotel. Safe house ini akan dipakai untuk menampung pasien tanpa gejala. Untuk kapasitasnya akan menyesuaikan.

Onny memaparkan, anggaran khusus untuk belanja kesehatan dan belanja lainnya di Kota Batu tahun ini mencapai Rp 37,1 miliar. Hingga saat ini, jumlah serapan anggaran mencapai Rp 1.6 miliar untuk realisasi belanja APD dan vaksin. Sementara, untuk perlindungan sosial dan dukungan ekonomi yakni Rp 9,6 M.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Diskominfo Provinsi Jatim, jumlah pasien positif di Kota Batu hingga Selasa (6/7) terkonfirmasi sebanyak 1.757 kasus, sedangkan kesembuhan sebanyak 1.509 orang. Jumlah pasien meninggal mencapai 151 jiwa dan kasus aktif sebanyak 97 orang.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

KOTA BATU – Pandemi virus Covid-19 di Kota Batu saat ini melonjak, membuat kawasan wisata apel zona merah. Hal itu diakibatkan karena Bed Occupation Ratio (BOR) sudah penuh, alias mencapai 100 persen. Berdasarkan data, Selasa (6/7). Pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit mencapai 89 orang, 69 orang diantaranya adalah tenaga kesehatan.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa RS rujukan Covid-19 di Kota Batu sendiri terbatas, hanya ada 4 RS, yakni Rumah Sakit Umum Karsa Husada, RS Bhayangkara, RS Baptis, dan RS dr Etty Asharto.

“BOR di sini sudah penuh, update terakhir pasien Covid-19 masih seperti kemarin, Selasa (6/7) 89 orang, untuk hari ini masih belum,” ujarnya.

Menurutnya, cluster baru yang melonjak tinggi ini diakibatkan karena Lebaran dan juga pascalebaran. Selain itu, hasil tes PCR yang menunggu beberapa hari hingga satu Minggu, juga berimbas pada kenaikan kasus Covid-19.

“Tes PCR yang menumpuk sebelum diberlakukan PPKM Darurat itu jadi membuat zona merah di Kota Batu,” tambahnya.

Penuhnya RS rujukan, membuat Pemkot Batu melakukan koordinasi dengan seluruh RS untuk menambah kapasitas tempat tidur, dimana 40 persen yang digunakan untuk rawat inap dialihkan untuk pasien covid. Selain itu, Pemkot Batu berencana untuk membuka safe house dengan memanfaatkan salah satu hotel. Safe house ini akan dipakai untuk menampung pasien tanpa gejala. Untuk kapasitasnya akan menyesuaikan.

Onny memaparkan, anggaran khusus untuk belanja kesehatan dan belanja lainnya di Kota Batu tahun ini mencapai Rp 37,1 miliar. Hingga saat ini, jumlah serapan anggaran mencapai Rp 1.6 miliar untuk realisasi belanja APD dan vaksin. Sementara, untuk perlindungan sosial dan dukungan ekonomi yakni Rp 9,6 M.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis Diskominfo Provinsi Jatim, jumlah pasien positif di Kota Batu hingga Selasa (6/7) terkonfirmasi sebanyak 1.757 kasus, sedangkan kesembuhan sebanyak 1.509 orang. Jumlah pasien meninggal mencapai 151 jiwa dan kasus aktif sebanyak 97 orang.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/