alexametrics
23.3 C
Malang
Monday, 15 August 2022

Usir Menganggur dengan Bercocok Tanam Sayur

KOTA BATU – Efek pandemi korona (Covid-19) masih terasa di berbagai sektor kehidupan di Kota Batu. Salah satunya adalah pekerjaan yang masih sulit didapatkan. Namun, itu tidak menjadi masalah bagi warga Dusun Caru Ledok, Desa Pendem, Kota Batu.

Di sela-sela upayanya mendapatkan pekerjaan, warga di dusun ini memanfaatkan waktunya dengan menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Ketua RT 24 Dusun Caru Ledok Amin Tohari menuturkan, sudah 10 hari dia bersama warga di dusunnya menanam bibit sayur di polybag. Dua jenis sayuran yang mereka pilih adalah sawi daging dan kangkung.

”Meskipun belum mendapatkan pekerjaan pasti, warga masih tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertanam sayur,” tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Batu, Senin (7/9).

Pria yang berprofesi sebagai sopir bus pariwisata itu melakukan sampingan bertani agar tetap menghidupi keluarganya. Saat pandemi, dia hanya menerima pekerjaan empat kali saja untuk mengantar tamu. Lahan seluas sekitar 3 x 6 meter itu dia maksimalkan untuk bertani bersama warga.

Untuk melakoni kegiatan itu, dia mendapat bantuan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melakukan pengabdian masyarakat. Dia mendapat bantuan berupa bibit sayuran dan polybag.

Koordinator Lapangan PMM UMM Kelompok 84 gelombang 7 Delta Husada mengatakan, potensi Dusun Caru Ledok mendorongnya membantu perekonomian warga. Apalagi, warga sekitar dapat membudidayakannya lagi. ”Kawasan RT 24 akan jadi percontohan dulu dan nantinya dapat membantu warga sekitar,” kata Delta.

Dia menambahkan, warga akan menikmati hasil tanamnya setelah 45 hari. Selain itu, bibit yang ada dapat digunakan kembali dan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi peluang usaha.

Pewarta: Aditya Novrian

KOTA BATU – Efek pandemi korona (Covid-19) masih terasa di berbagai sektor kehidupan di Kota Batu. Salah satunya adalah pekerjaan yang masih sulit didapatkan. Namun, itu tidak menjadi masalah bagi warga Dusun Caru Ledok, Desa Pendem, Kota Batu.

Di sela-sela upayanya mendapatkan pekerjaan, warga di dusun ini memanfaatkan waktunya dengan menanam sayuran untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Ketua RT 24 Dusun Caru Ledok Amin Tohari menuturkan, sudah 10 hari dia bersama warga di dusunnya menanam bibit sayur di polybag. Dua jenis sayuran yang mereka pilih adalah sawi daging dan kangkung.

”Meskipun belum mendapatkan pekerjaan pasti, warga masih tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bertanam sayur,” tuturnya saat ditemui Jawa Pos Radar Batu, Senin (7/9).

Pria yang berprofesi sebagai sopir bus pariwisata itu melakukan sampingan bertani agar tetap menghidupi keluarganya. Saat pandemi, dia hanya menerima pekerjaan empat kali saja untuk mengantar tamu. Lahan seluas sekitar 3 x 6 meter itu dia maksimalkan untuk bertani bersama warga.

Untuk melakoni kegiatan itu, dia mendapat bantuan dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang melakukan pengabdian masyarakat. Dia mendapat bantuan berupa bibit sayuran dan polybag.

Koordinator Lapangan PMM UMM Kelompok 84 gelombang 7 Delta Husada mengatakan, potensi Dusun Caru Ledok mendorongnya membantu perekonomian warga. Apalagi, warga sekitar dapat membudidayakannya lagi. ”Kawasan RT 24 akan jadi percontohan dulu dan nantinya dapat membantu warga sekitar,” kata Delta.

Dia menambahkan, warga akan menikmati hasil tanamnya setelah 45 hari. Selain itu, bibit yang ada dapat digunakan kembali dan tidak menutup kemungkinan dapat menjadi peluang usaha.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/