alexametrics
23 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Bebas ODF, Kota Batu Raih STBM Award Berkelanjutan Tahun 2020

KOTA BATU – Prestasi membanggakan telah diraih oleh Kota Batu di bidang kesehatan. Oktober lalu, Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan diganjar penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2021 Berkelanjutan. Apresiasi itu diberikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk kategori Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF).

Hal ini sangat membanggakan karena dengan demikian masyarakat Kota Batu dianggap sudah terdidik dalam menjaga kesehatan dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sebenarnya dalam STBM Award ada 5 pilar yang dinilai secara berkelanjutan. Pilar pertama adalah stop buang air sembarangan. Dipilar ini, Kota Batu telah mampu mencapainya di tahun 2019. Selanjutnya, mereka juga meraih penghargaan di tahun 2020 dengan kategori penghargaan STBM Percepatan SBS. Teranyar, Dinkes Kota Batu kembali meraih penghargaan STBM Award Berkelanjutan di tahun 2021 dengan kategori Supply Creation (penyediaan sarana sanitasi) yang diterima pada 16 Oktober 2021 lalu.

“Ini kegiatannya mulai tahun 2019, tapi karena pandemi, maka proses awardingnya yang seharusnya digelar tahun 2020 baru bisa digelar tahun 2021,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batu Hayati S ST MM

Unsur kedua setelah ODF adalah cuci tangan pakai sabun. Di Kota Batu, gerakan ini sedang dalam proses verifikasi. Dilanjutkan dengan pilar ke tiga yaitu pengelolaan air minum dan makanan. Pilar ke empat pengelolaan sampah rumah tangga dan pilar ke lima pengelolaan air limbah rumah tangga. “Semuanya juga dalam proses verifikasi,” ujar Hayati.

Saat ini, lanjut dia, di Kota Batu sedang proses memenuhi lima pilar tersebut. Jika dianggap sudah memenuhi syarat maka, kelima unsur itu akan dideklarasikan di tahun 2022 mendatang.

Melalui verifikasi STBM Award ini lanjut dia, diharapkan bisa mempertahankan status stop buang air besar sembarangan dan bisa meningkat menjadi STBM 5 pilar. Untuk itu dia mengimbau agar semua elemen masyarakat serius dalam menangani masalah ini. Karena pada dasarkan tercapainya lima pilar tersebut tak lepas dari kerja sama semua pihak.

Pewarta: JPRM – Kholid Amrullah

KOTA BATU – Prestasi membanggakan telah diraih oleh Kota Batu di bidang kesehatan. Oktober lalu, Pemkot Batu melalui Dinas Kesehatan diganjar penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2021 Berkelanjutan. Apresiasi itu diberikan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk kategori Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF).

Hal ini sangat membanggakan karena dengan demikian masyarakat Kota Batu dianggap sudah terdidik dalam menjaga kesehatan dengan tidak buang air besar sembarangan.

Sebenarnya dalam STBM Award ada 5 pilar yang dinilai secara berkelanjutan. Pilar pertama adalah stop buang air sembarangan. Dipilar ini, Kota Batu telah mampu mencapainya di tahun 2019. Selanjutnya, mereka juga meraih penghargaan di tahun 2020 dengan kategori penghargaan STBM Percepatan SBS. Teranyar, Dinkes Kota Batu kembali meraih penghargaan STBM Award Berkelanjutan di tahun 2021 dengan kategori Supply Creation (penyediaan sarana sanitasi) yang diterima pada 16 Oktober 2021 lalu.

“Ini kegiatannya mulai tahun 2019, tapi karena pandemi, maka proses awardingnya yang seharusnya digelar tahun 2020 baru bisa digelar tahun 2021,” kata Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Batu Hayati S ST MM

Unsur kedua setelah ODF adalah cuci tangan pakai sabun. Di Kota Batu, gerakan ini sedang dalam proses verifikasi. Dilanjutkan dengan pilar ke tiga yaitu pengelolaan air minum dan makanan. Pilar ke empat pengelolaan sampah rumah tangga dan pilar ke lima pengelolaan air limbah rumah tangga. “Semuanya juga dalam proses verifikasi,” ujar Hayati.

Saat ini, lanjut dia, di Kota Batu sedang proses memenuhi lima pilar tersebut. Jika dianggap sudah memenuhi syarat maka, kelima unsur itu akan dideklarasikan di tahun 2022 mendatang.

Melalui verifikasi STBM Award ini lanjut dia, diharapkan bisa mempertahankan status stop buang air besar sembarangan dan bisa meningkat menjadi STBM 5 pilar. Untuk itu dia mengimbau agar semua elemen masyarakat serius dalam menangani masalah ini. Karena pada dasarkan tercapainya lima pilar tersebut tak lepas dari kerja sama semua pihak.

Pewarta: JPRM – Kholid Amrullah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/