alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Pemkot Batu Pastikan Tujuh Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang

KOTA BATU – Proses pencarian korban hilang yang terhempas banjir bandang terus berlanjut hingga Sabtu (6/11). Tepatnya di Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bu miaji. Puluhan petugas dari TNI, Polri, BPBD Kota Batu dan un sur lainnya bahu membahu untuk membersihkan material lumpur.

Terlihat dua alat berat diturunkan untuk mempercepat proses penanganan. Selain itu, proses pencarian satu jenazah bernama Tokip, 56, juga terus dilakukan. Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Tokip alias Suroto ditemukan. Korban di bawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata untuk disucikan sebelum dimakam kan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Desa Bulukerto.

Ditemukannya Tokip menjadi jenazah terakhir dalam pencarian oleh tim gabungan. Terlihat beberapa kerabat korban yang menyaksikan jenazah dipindahkan ke mobil ambulans sambil menangis. Menurut keterangan adik iparnya, Putro, 58, sebenarnya rumah almarhum Tokip bukan berada di wilayah RT 05 RW 04. Tetapi di RT 06 RW 04.

Namun korban memiliki kandang hewan ternak berupa sapi yang terletak di penemuan jasadnya. Saat kejadian almarhum diduga sedang memberi makan hewan ternaknya. “Saya kira karena rumahnya aman gak kena banjir, tetapi ada tetangga yang bilang kalau Tokip sedang di kandang ternak,” ungkap dia.

Saat ditemukan almarhum Tokip dengan posisi terjungkir dan kaki berada di atas. Putro memperkirakan posisi jenazah saat ditemukan berjarak sekitar 30 meter dari kandang ternak. Ada dugaan, Tokip sempat terpontangpanting terhempas banjir.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Bulukerto. “Dia meninggalkan dua anak yang sudah kawin semua,” katanya. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan dari tim petugas penanganan bencana banjir menghentikan proses pencarian korban hilang.

Total ada 7 korban meninggal dunia dari dampak bencana tersebut. Korban Bapak (Mahendra Feri) dan anaknya yang masih berusia 3,5 tahun (Alverta Shenazia Arvisa Vindra) juga sudah ditemukan pada Jumat (5/11) lalu. “Untuk korban selamat ada 6 orang,” ujarnya. Meski begitu Punjul menyampaikan untuk status tanggap darurat masih berlangsung selama dua minggu sejak bencana terjadi.

Nantinya tim gabungan petugas akan fokus melakukan pembersihan material banjir seperti ranting pohon dan lumpur di sungaisungai. “Beberapa ruas jalan yang sempat terendam lum pur dan terputus saat ini su dah bisa dilalui,” ujarnya. Lalu dia juga mengatakan un tuk bantuan kebutuhan yang diperlukan juga sampai kemarin masih terpenuhi. Seperti 5.700 kilogram beras, lalu 6 karton sarden, 298 karton mie instan, 20 karton susu cair dan lainnya. Ketua RT 05 RW 04 Purtaji mengatakan di wilayahnya terda pat tiga rumah yang hancur karena hempasan banjir bandang.

Di antaranya milik Suliamat, Nakrib dan Dodik. Se dangkan beberapa rumah lain nya hanya kemasukan lumpur saja. Dia menduga nilai kerugian di daerahnya bisa men capai ratusan juta ru piah. “Belum tahu ini nanti rumah war ga saya dibangun kembali atau bagaimana,” katanya. Dia berharap, setelah proses penanganan banjir bandang selesai ada kelanjutan kejelasan bagi nasib warganya itu. “Kemungkinan dari pihak desa akan berkoordinasi dengan Pem kot Batu untuk rumah, bisa jadi karena berbahaya tidak di situ lagi tempatnya,” kata dia. Selain itu ada sekitar enam hewan ternak di wilayahnya yang hilang dan harta benda lain nya. (nug/cj5/lid/rmc)

KOTA BATU – Proses pencarian korban hilang yang terhempas banjir bandang terus berlanjut hingga Sabtu (6/11). Tepatnya di Dusun Gintung, Desa Bulukerto, Kecamatan Bu miaji. Puluhan petugas dari TNI, Polri, BPBD Kota Batu dan un sur lainnya bahu membahu untuk membersihkan material lumpur.

Terlihat dua alat berat diturunkan untuk mempercepat proses penanganan. Selain itu, proses pencarian satu jenazah bernama Tokip, 56, juga terus dilakukan. Sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah Tokip alias Suroto ditemukan. Korban di bawa ke RS Bhayangkara Hasta Brata untuk disucikan sebelum dimakam kan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Desa Bulukerto.

Ditemukannya Tokip menjadi jenazah terakhir dalam pencarian oleh tim gabungan. Terlihat beberapa kerabat korban yang menyaksikan jenazah dipindahkan ke mobil ambulans sambil menangis. Menurut keterangan adik iparnya, Putro, 58, sebenarnya rumah almarhum Tokip bukan berada di wilayah RT 05 RW 04. Tetapi di RT 06 RW 04.

Namun korban memiliki kandang hewan ternak berupa sapi yang terletak di penemuan jasadnya. Saat kejadian almarhum diduga sedang memberi makan hewan ternaknya. “Saya kira karena rumahnya aman gak kena banjir, tetapi ada tetangga yang bilang kalau Tokip sedang di kandang ternak,” ungkap dia.

Saat ditemukan almarhum Tokip dengan posisi terjungkir dan kaki berada di atas. Putro memperkirakan posisi jenazah saat ditemukan berjarak sekitar 30 meter dari kandang ternak. Ada dugaan, Tokip sempat terpontangpanting terhempas banjir.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di TPU Bulukerto. “Dia meninggalkan dua anak yang sudah kawin semua,” katanya. Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan dari tim petugas penanganan bencana banjir menghentikan proses pencarian korban hilang.

Total ada 7 korban meninggal dunia dari dampak bencana tersebut. Korban Bapak (Mahendra Feri) dan anaknya yang masih berusia 3,5 tahun (Alverta Shenazia Arvisa Vindra) juga sudah ditemukan pada Jumat (5/11) lalu. “Untuk korban selamat ada 6 orang,” ujarnya. Meski begitu Punjul menyampaikan untuk status tanggap darurat masih berlangsung selama dua minggu sejak bencana terjadi.

Nantinya tim gabungan petugas akan fokus melakukan pembersihan material banjir seperti ranting pohon dan lumpur di sungaisungai. “Beberapa ruas jalan yang sempat terendam lum pur dan terputus saat ini su dah bisa dilalui,” ujarnya. Lalu dia juga mengatakan un tuk bantuan kebutuhan yang diperlukan juga sampai kemarin masih terpenuhi. Seperti 5.700 kilogram beras, lalu 6 karton sarden, 298 karton mie instan, 20 karton susu cair dan lainnya. Ketua RT 05 RW 04 Purtaji mengatakan di wilayahnya terda pat tiga rumah yang hancur karena hempasan banjir bandang.

Di antaranya milik Suliamat, Nakrib dan Dodik. Se dangkan beberapa rumah lain nya hanya kemasukan lumpur saja. Dia menduga nilai kerugian di daerahnya bisa men capai ratusan juta ru piah. “Belum tahu ini nanti rumah war ga saya dibangun kembali atau bagaimana,” katanya. Dia berharap, setelah proses penanganan banjir bandang selesai ada kelanjutan kejelasan bagi nasib warganya itu. “Kemungkinan dari pihak desa akan berkoordinasi dengan Pem kot Batu untuk rumah, bisa jadi karena berbahaya tidak di situ lagi tempatnya,” kata dia. Selain itu ada sekitar enam hewan ternak di wilayahnya yang hilang dan harta benda lain nya. (nug/cj5/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/