alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Branding Desa Wisata, Begini Rencana Pemkot Batu

KOTA BATU – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus mematangkan rencana mewujudkan desa wisata di 24 desa/kelurahan. Karena wisata berbasis kearifan lokal diyakini bakal mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitar. Untuk menyemangati pengelola desa wisata, Pemkot Batu bakal memberikan seragam khusus.

Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq menyampaikan, pihaknya segera mempertemukan pelaku usaha desa wisata dan pelaku jasa wisata transportasi. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan paket wisata berbasis desa/ kelurahan di Kota Batu. ”Kami akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku wisata desa dan jasa transprtasi wisata,” kata mantan Kepala DPUPR Kota Batu ini.

Dia menjelaskan, hal ini perlu dilakukan agar pariwisata berbasis desa bisa lebih dikenal luas. Karena saat ini yang lebih dikenal di Kota Batu adalah wisata buatan dan beberapa wisata alam. ”Wisatawan akan lebih banyak pilihan nanti. Tiap desa-kelurahan ada destinasi wisata sendiri sendiri,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pengelola wisata desa juga bakal diberikan seragam. Hal ini untuk mem-branding program desa wisata. ”Seragam ini penting agar wisatawan lebih mudah mengenali desa wisata,” ungkap pria yang juga hobi olahraga trail ini.

Pihaknya mengimbau agar pelaku desa wisata di Kota Batu menjaga kekompakan. Sehingga, mereka bisa saling membantu dan gotong-royong dalam membangun ekonomi desa. ”Kalau bersatu dan kompak, saya yakin desa wisata akan jadi kekuatan ekonomi luar biasa nanti,” jelas dia.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu terus mematangkan rencana mewujudkan desa wisata di 24 desa/kelurahan. Karena wisata berbasis kearifan lokal diyakini bakal mensejahterakan kehidupan masyarakat sekitar. Untuk menyemangati pengelola desa wisata, Pemkot Batu bakal memberikan seragam khusus.

Kepala Disparta Kota Batu Arief As Siddiq menyampaikan, pihaknya segera mempertemukan pelaku usaha desa wisata dan pelaku jasa wisata transportasi. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan paket wisata berbasis desa/ kelurahan di Kota Batu. ”Kami akan memfasilitasi pertemuan antara pelaku wisata desa dan jasa transprtasi wisata,” kata mantan Kepala DPUPR Kota Batu ini.

Dia menjelaskan, hal ini perlu dilakukan agar pariwisata berbasis desa bisa lebih dikenal luas. Karena saat ini yang lebih dikenal di Kota Batu adalah wisata buatan dan beberapa wisata alam. ”Wisatawan akan lebih banyak pilihan nanti. Tiap desa-kelurahan ada destinasi wisata sendiri sendiri,” terangnya.

Tak hanya itu, masih kata dia, pengelola wisata desa juga bakal diberikan seragam. Hal ini untuk mem-branding program desa wisata. ”Seragam ini penting agar wisatawan lebih mudah mengenali desa wisata,” ungkap pria yang juga hobi olahraga trail ini.

Pihaknya mengimbau agar pelaku desa wisata di Kota Batu menjaga kekompakan. Sehingga, mereka bisa saling membantu dan gotong-royong dalam membangun ekonomi desa. ”Kalau bersatu dan kompak, saya yakin desa wisata akan jadi kekuatan ekonomi luar biasa nanti,” jelas dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/