alexametrics
29.3 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Anita, Wong Batu yang Sukses Jadi Penyanyi dan Penulis Lagu

SOSOK

SEJAK kecil, Anita mengaku sudah bercita-cita menjadi penyanyi. Perjalanannya pun dimulai saat dia bergabung dalam grup paduan suara upacara bendera di sekolahnya. Kualitas suaranya yang apik membuat dia dilirik untuk menjadi penyanyi di acara layanan gereja. ”Saat itu saya jadi tahu bahwa kelebihan saya ada pada suara,” kenang Anita.

Saat duduk di bangku SMP, dia mulai aktif menguji kemam- puannya lewat lomba tarik suara. Baik secara grup maupun solo. Sederet prestasi pun akhirnya mampu dia ukir. Se- perti menjadi juara pertama vocal group FLS2N SMP tingkat kota tahun 2012. Dia juga sempat menjadi finalis pop solo vocal competition se-Jawa Timur di tahun 2013. Sementara dua tahun berikutnya, tepatnya 2015 lalu, dia didapuk menjadi juara ketiga Christmas Idol.

Saat itu, lombanya diadakan di Lippo Plaza Batu. Pada lomba yang diikuti oleh 200-an peserta dari seluruh daerah di Indonesia itu, Anita harus melalui serang- kaian seleksi terlebih dahulu. ”Ada seleksi audisi, pre final, dan final. Dari 200 peserta akhirnya dipilih 6 orang sebagai finalis, dan saya yang juara tiga,” ujar Anita.

Tidak puas dengan hanya mengikuti lomba, dia terus upgrade kemampuannya dalam bidang tarik suara. Langkahnya kemudian berlanjut dengan menciptakan lagu sendiri. Dia butuh berhari-hari untuk bisa membuat satu lagu. ”Soalnya membuat lagu tidak hanya membuat lirik, tapi juga membuat nada. Sedangkan saya tidak bisa memainkan alat musik,” kata perempuan kelahi- ran tahun 1997 itu. Dari sana lah dia mulai terpacu untuk menguasai alat musik gitar.

Bagai gayung bersambut, pada September 2020 lalu, seorang penyanyi indie asal Jogjakarta yang juga temannya, Indah Yulita, mengajaknya berkolaborasi. ”Dia butuh bantuan penulisan lirik. Saya pikir ini sebuah kesempatan. Jadi saya terima tawarannya,” ucap lulusan FISIP Universitas Brawijaya (UB) itu. Masih di tahun yang sama, lagu berjudul ’No Way’ berhasil dia ciptakan bersama temannya. Tembang tersebut akhirnya diketahui banyak orang setelah masuk top chart playlist Spotify di kategori fresh find Indonesia.

”Tidak menyangka bisa masuk (top chart), karena lagu-lagu yang ditaruh ke Spotify sudah melalui seleksi dari pihak Spotify-nya,” terang Anita. Sejak saat itu, dia makin percaya diri dengan kemampuannya dalam menulis lagi. Di tahun 2021, Anita mulai membe- ranikan diri menulis lagu dan menyanyikannya sendiri. Hingga jadilah lagu berjudul ’Slip Away’ pada bulan Juni 2021. Lagu tersebut juga dia taruh di platform Spotify.

Dibantu temannya, dia menggarap sendiri proses perekaman hingga pendistribusian lagu ke Spotify. ”Karena independen (indie), tidak ikut label musik. Jadi dibantu teman. Prosesnya seru, saya jadi tahu bagaimana proses distribusi lagu,” pa- parnya. Dalam menciptakan lagu. Anita mengaku sering

mendapat inspirasi dari cur- hatan teman-temannya.

”Misalnya lagu No Way, itu terinspirasi dari teman saya yang merasa di ambang putus dengan pacarnya,” kata peng- gemar Taylor Swift tersebut. Inspirasinya juga kerap datang di waktu-waktu yang tidak tentu. Seperti saat pemadaman listrik. ”Awalnya bosan ketika padam, dan tidak bisa ngapa- ngapain. Nah saat itulah justru tiba-tiba saya semacam dapat ilham. Jadi hanya bercahayakan lilin, saya menulis lagu,” terang- nya sambil tertawa.

Sebagai penulis lagu, dia mengakui sempat ada pada fase writer block, atau fase di mana dia tidak punya inspirasi untuk menulis apa pun. Untuk mengatasinya, dia biasa men- dengarkan lagi lagu-lagu dari penyanyi favoritnya seperti Taylor Swift dan Ariana Grande. Tak sekadar mendengarkan, Anita juga mengamati lirik yang digunakan dalam lagu. Jika hal itu tidak mempan, Anita bia- sanya akan membiarkan dirinya untuk beristirahat. ”Saya tidak mau memaksakan diri, karena mungkin diri saya butuh waktu untuk mendapatkan feel me- nulis lirik lagu,” jelasnya.

Saat ini, selain tetap mencari inspirasi untuk membuat lagu, Anita juga tengah fokus dengan kariernya sebagai business development executive di suatu perusahaan di Singapura. Ta- hun ini, dia mengaku belum ada rencana untuk merilis lagu seperti tahun-tahun. ”Namun apabila ada kesempatan, saya masih ingin menyalurkan kembali bakat saya di bidang musik,” kata dia. (mit/by)

 

SOSOK

SEJAK kecil, Anita mengaku sudah bercita-cita menjadi penyanyi. Perjalanannya pun dimulai saat dia bergabung dalam grup paduan suara upacara bendera di sekolahnya. Kualitas suaranya yang apik membuat dia dilirik untuk menjadi penyanyi di acara layanan gereja. ”Saat itu saya jadi tahu bahwa kelebihan saya ada pada suara,” kenang Anita.

Saat duduk di bangku SMP, dia mulai aktif menguji kemam- puannya lewat lomba tarik suara. Baik secara grup maupun solo. Sederet prestasi pun akhirnya mampu dia ukir. Se- perti menjadi juara pertama vocal group FLS2N SMP tingkat kota tahun 2012. Dia juga sempat menjadi finalis pop solo vocal competition se-Jawa Timur di tahun 2013. Sementara dua tahun berikutnya, tepatnya 2015 lalu, dia didapuk menjadi juara ketiga Christmas Idol.

Saat itu, lombanya diadakan di Lippo Plaza Batu. Pada lomba yang diikuti oleh 200-an peserta dari seluruh daerah di Indonesia itu, Anita harus melalui serang- kaian seleksi terlebih dahulu. ”Ada seleksi audisi, pre final, dan final. Dari 200 peserta akhirnya dipilih 6 orang sebagai finalis, dan saya yang juara tiga,” ujar Anita.

Tidak puas dengan hanya mengikuti lomba, dia terus upgrade kemampuannya dalam bidang tarik suara. Langkahnya kemudian berlanjut dengan menciptakan lagu sendiri. Dia butuh berhari-hari untuk bisa membuat satu lagu. ”Soalnya membuat lagu tidak hanya membuat lirik, tapi juga membuat nada. Sedangkan saya tidak bisa memainkan alat musik,” kata perempuan kelahi- ran tahun 1997 itu. Dari sana lah dia mulai terpacu untuk menguasai alat musik gitar.

Bagai gayung bersambut, pada September 2020 lalu, seorang penyanyi indie asal Jogjakarta yang juga temannya, Indah Yulita, mengajaknya berkolaborasi. ”Dia butuh bantuan penulisan lirik. Saya pikir ini sebuah kesempatan. Jadi saya terima tawarannya,” ucap lulusan FISIP Universitas Brawijaya (UB) itu. Masih di tahun yang sama, lagu berjudul ’No Way’ berhasil dia ciptakan bersama temannya. Tembang tersebut akhirnya diketahui banyak orang setelah masuk top chart playlist Spotify di kategori fresh find Indonesia.

”Tidak menyangka bisa masuk (top chart), karena lagu-lagu yang ditaruh ke Spotify sudah melalui seleksi dari pihak Spotify-nya,” terang Anita. Sejak saat itu, dia makin percaya diri dengan kemampuannya dalam menulis lagi. Di tahun 2021, Anita mulai membe- ranikan diri menulis lagu dan menyanyikannya sendiri. Hingga jadilah lagu berjudul ’Slip Away’ pada bulan Juni 2021. Lagu tersebut juga dia taruh di platform Spotify.

Dibantu temannya, dia menggarap sendiri proses perekaman hingga pendistribusian lagu ke Spotify. ”Karena independen (indie), tidak ikut label musik. Jadi dibantu teman. Prosesnya seru, saya jadi tahu bagaimana proses distribusi lagu,” pa- parnya. Dalam menciptakan lagu. Anita mengaku sering

mendapat inspirasi dari cur- hatan teman-temannya.

”Misalnya lagu No Way, itu terinspirasi dari teman saya yang merasa di ambang putus dengan pacarnya,” kata peng- gemar Taylor Swift tersebut. Inspirasinya juga kerap datang di waktu-waktu yang tidak tentu. Seperti saat pemadaman listrik. ”Awalnya bosan ketika padam, dan tidak bisa ngapa- ngapain. Nah saat itulah justru tiba-tiba saya semacam dapat ilham. Jadi hanya bercahayakan lilin, saya menulis lagu,” terang- nya sambil tertawa.

Sebagai penulis lagu, dia mengakui sempat ada pada fase writer block, atau fase di mana dia tidak punya inspirasi untuk menulis apa pun. Untuk mengatasinya, dia biasa men- dengarkan lagi lagu-lagu dari penyanyi favoritnya seperti Taylor Swift dan Ariana Grande. Tak sekadar mendengarkan, Anita juga mengamati lirik yang digunakan dalam lagu. Jika hal itu tidak mempan, Anita bia- sanya akan membiarkan dirinya untuk beristirahat. ”Saya tidak mau memaksakan diri, karena mungkin diri saya butuh waktu untuk mendapatkan feel me- nulis lirik lagu,” jelasnya.

Saat ini, selain tetap mencari inspirasi untuk membuat lagu, Anita juga tengah fokus dengan kariernya sebagai business development executive di suatu perusahaan di Singapura. Ta- hun ini, dia mengaku belum ada rencana untuk merilis lagu seperti tahun-tahun. ”Namun apabila ada kesempatan, saya masih ingin menyalurkan kembali bakat saya di bidang musik,” kata dia. (mit/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/