alexametrics
21.8 C
Malang
Sunday, 26 June 2022

Wali Kota Edarkan SE PPKM, Seperti Ini Reaksi Pengelola Wisata

KOTA BATU — Pengelola wisata sudah menerima surat edaran (SE) Wali Kota Batu terkait pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada 11-25 Januari mendatang. Meski dilengkapi sejumlah syarat yang harus dipenuhi, mereka berjanji mematuhi SE bernomor 440/39/422.011/2021 itu.

Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park (JTP) group Titik S Ariyanto menyampaikan, pihaknya sudah menerima SE Wali Kota Batu terkait PPKM. ”Kami sudah menerima SE-nya dalam bentuk digital,” kata ibu satu anak ini Sabtu (9/1). Pihaknya juga langsung mempelajari isi SE tersebut bersama tim internalnya.

Secara umum, Titik menyatakan pihaknya tidak masalah dengan aturan tersebut. “Nggak ada masalah, karena memang kondisinya seperti ini (pandemi). Selama ini kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Operasional Manager Museum Angkut Endang A Shobirin. Pihaknya lega karena tempat wisata tetap boleh beroperasi dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. “Selain itu, jumlah pengunjung juga masih relatif sedikit. Jadi nggak ada kendala untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Wali Kota Batu tetap memberikan izin kepada pengelola tempat wisata, hotel, dan restoran saat pelaksanaan PPKM mendatang. Karena berdasarkan hasil rakor dengan Gubernur Jatim Jumat (8/1), ada beberapa hal yang berbeda dengan saat PSBB atau instruksi pusat. Diantaranya, jam malam berlaku antara pukul 20.00-21.00 WIB, karyawan kantor yang sebelumnya boleh 50 persen yang masuk, tapi dirubah menjadi 25 persen karyawan dan tempat wisata serta hotel tetap bisa buka.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU — Pengelola wisata sudah menerima surat edaran (SE) Wali Kota Batu terkait pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada 11-25 Januari mendatang. Meski dilengkapi sejumlah syarat yang harus dipenuhi, mereka berjanji mematuhi SE bernomor 440/39/422.011/2021 itu.

Marketing and Public Relation Manager Jawa Timur Park (JTP) group Titik S Ariyanto menyampaikan, pihaknya sudah menerima SE Wali Kota Batu terkait PPKM. ”Kami sudah menerima SE-nya dalam bentuk digital,” kata ibu satu anak ini Sabtu (9/1). Pihaknya juga langsung mempelajari isi SE tersebut bersama tim internalnya.

Secara umum, Titik menyatakan pihaknya tidak masalah dengan aturan tersebut. “Nggak ada masalah, karena memang kondisinya seperti ini (pandemi). Selama ini kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Operasional Manager Museum Angkut Endang A Shobirin. Pihaknya lega karena tempat wisata tetap boleh beroperasi dengan syarat protokol kesehatan yang ketat. “Selain itu, jumlah pengunjung juga masih relatif sedikit. Jadi nggak ada kendala untuk menerapkan protokol kesehatan,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Wali Kota Batu tetap memberikan izin kepada pengelola tempat wisata, hotel, dan restoran saat pelaksanaan PPKM mendatang. Karena berdasarkan hasil rakor dengan Gubernur Jatim Jumat (8/1), ada beberapa hal yang berbeda dengan saat PSBB atau instruksi pusat. Diantaranya, jam malam berlaku antara pukul 20.00-21.00 WIB, karyawan kantor yang sebelumnya boleh 50 persen yang masuk, tapi dirubah menjadi 25 persen karyawan dan tempat wisata serta hotel tetap bisa buka.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/