alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pemetaan Potensi Desa Wisata di Batu Rampung Tiga Bulan Lagi

KOTA BATU – Para kepala desa dan lurah se-Kota Batu manargetkan observasi potensi desa tuntas dalam tiga bulan ke depan. Pendataan potensi desa ini akan dijadikan dasar untuk merealisasikan program desa wisata di 24 desa/kelurahan.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dan Kelurahan (Apel) Kota Batu Wiweko menyampaikan, semua kepala desa dan lurah sepakat dalam tiga bulan nanti melakukan pendataan potensi desa wisata. Sehingga, data tersebut bakal segera diolah untuk membuat desa wisata.

“Kami menyepakati waktu tiga bulan untuk pendataan,” kata Wiweko di kantornya, Selasa (9/3).

Dia menjelaskan, data ini nantinya akan dijadikan salah satu landasan untuk pengembangan desa wisata. Sehingga, dinas terkait akan lebih mudah untuk mendampingi.

“Datanya nanti juga kami serahkan ke Pemkot Batu,” jelas pria yang juga menjadi kepala desa Oro-Oro Ombo ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga menyiapkan paket wisata yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa. “Paket wisata ini nggak bisa disamakan antara desa. Karena sesuai kearifan lokal masing-masing,” tegas dia.

Hanya saja, lanjutnya, konsep utama dalam mengambangkan desa wisata ini berbasis sinergi dan gotong-royong. Artinya, antar desa dan kelurahan saling bersinergi. “Nnggak ada persaingan antar desa dan kelurahan. Kami ingin maju bareng,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata Kota Batu sebelumnya mengumpulkan stakeholder kepariwisataan desa. Hal ini dilakukan untuk membangun desa wisata di Kota Batu.

Pewarta: Imam N

KOTA BATU – Para kepala desa dan lurah se-Kota Batu manargetkan observasi potensi desa tuntas dalam tiga bulan ke depan. Pendataan potensi desa ini akan dijadikan dasar untuk merealisasikan program desa wisata di 24 desa/kelurahan.

Ketua Asosiasi Pemerintah Desa dan Kelurahan (Apel) Kota Batu Wiweko menyampaikan, semua kepala desa dan lurah sepakat dalam tiga bulan nanti melakukan pendataan potensi desa wisata. Sehingga, data tersebut bakal segera diolah untuk membuat desa wisata.

“Kami menyepakati waktu tiga bulan untuk pendataan,” kata Wiweko di kantornya, Selasa (9/3).

Dia menjelaskan, data ini nantinya akan dijadikan salah satu landasan untuk pengembangan desa wisata. Sehingga, dinas terkait akan lebih mudah untuk mendampingi.

“Datanya nanti juga kami serahkan ke Pemkot Batu,” jelas pria yang juga menjadi kepala desa Oro-Oro Ombo ini.

Tak hanya itu, masih kata dia, pihaknya juga menyiapkan paket wisata yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing desa. “Paket wisata ini nggak bisa disamakan antara desa. Karena sesuai kearifan lokal masing-masing,” tegas dia.

Hanya saja, lanjutnya, konsep utama dalam mengambangkan desa wisata ini berbasis sinergi dan gotong-royong. Artinya, antar desa dan kelurahan saling bersinergi. “Nnggak ada persaingan antar desa dan kelurahan. Kami ingin maju bareng,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Dinas Pariwisata Kota Batu sebelumnya mengumpulkan stakeholder kepariwisataan desa. Hal ini dilakukan untuk membangun desa wisata di Kota Batu.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/