alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

DLH Kota Batu Bantah Penurunan Titik Sumber Air

KOTA BATU – Klaim sumber air di Kota batu yang hanya tersisa 53 titik dibantah oleh Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Pemcemaran Lingkungan Hidup DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu Kota Batu, Made Suardika. Menurutnya, jumlah sumber mata air di Kota Batu saat ini berjumlah 155 titik.

Ia menjelaskan, DLH secara berkala selalu melakukan perawatan untuk menjaga sumber mata air. “Kami DLH selalu melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dengan cara penanaman pohon yang bisa menyimpan air pada musim kemarau, juga agar menjaga supaya tidak tercemar,” katanya. Dia mengatakan dalam waktu dekat pada bulan September mendatang, DLH memliki program penanaman 4100 bibit pohon. Mulai dari sukun, pulai, matoa hingga beringin.

Made menjelaskan untuk kondisi debit mata air yang ada di Kota Batu setiap wilayah berbeda-beda. Seperti di Kecamatan Bumiaji rata-rata maksimal memiliki debit 65 liter/ detik dan minimal 49 liter/detik. Lalu wilayah Kecamatan Batu memiliki debit rata-rata maksimal 20 liter/ detik dan minimal 15 liter/detik. Kemudian wilayah Kecamatan Junrejo memiliki debit rata-rata maksimal 8 liter/ detik dan minimal 6 liter/detik.

“Dampak penurunan debit tidak ada karena dengan kegiatan penghijauan, resapan air bisa menjadi stabil dan tetap mengalir,” katanya.

Lalu perlu diketahui, ada beberapa titik sumber mata air yang diantaranya juga dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Batu untuk mengisi tandon-tandon air yang didistribusikan ke para konsumen.

Kabag Teknik Perumdam Among Tirto, Khoirul Anam mengatakan ada 6 sumber mata air yang digunakan Perumdam Among Tirto. Diantaranya seperti Sumber Darmi di Desa Oro Oro Ombo dengan debit 18 ltr/dt. Lalu Sumber Kasinan di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan dengan debit 3.5 ltr/dt. Kemudian Sumber Torongbelok di Dusun Tambuh, Kelurahan Songgokerto dengan debut 16 ltr/dt.

“Ada juga Sumber Gemulo, di Desa Bulukerto dan Desa Punten dengan debit 55 ltr/dt. Juga Sumber Banyuning, di Dusun Banyuning, Desa Punten dengan debit 148 ltr/dt dan Sumber Ngesong di Dusun Payan, Desa Punten dengan debit 74,90 ltr/dt,” katanya.

Menurutnya tidak semua penurunan debit sumber mata air terjadi. Dia mencontohkan seperti Sumber Darmi yang sebelumnya memiliki debit 24 ltr/dt sekarang menjadi 18 ltr/dt. Dan Sumber Kasinan yang sebelumnya memiliki debit 4,2 ltr/dt menjadi saat ini 3,5 ltr/dt.

“Penurunan debit ini perkiraan karena musim kemarau dan banyaknya sumur bor di Kota Batu,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Klaim sumber air di Kota batu yang hanya tersisa 53 titik dibantah oleh Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Pemcemaran Lingkungan Hidup DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Batu Kota Batu, Made Suardika. Menurutnya, jumlah sumber mata air di Kota Batu saat ini berjumlah 155 titik.

Ia menjelaskan, DLH secara berkala selalu melakukan perawatan untuk menjaga sumber mata air. “Kami DLH selalu melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dengan cara penanaman pohon yang bisa menyimpan air pada musim kemarau, juga agar menjaga supaya tidak tercemar,” katanya. Dia mengatakan dalam waktu dekat pada bulan September mendatang, DLH memliki program penanaman 4100 bibit pohon. Mulai dari sukun, pulai, matoa hingga beringin.

Made menjelaskan untuk kondisi debit mata air yang ada di Kota Batu setiap wilayah berbeda-beda. Seperti di Kecamatan Bumiaji rata-rata maksimal memiliki debit 65 liter/ detik dan minimal 49 liter/detik. Lalu wilayah Kecamatan Batu memiliki debit rata-rata maksimal 20 liter/ detik dan minimal 15 liter/detik. Kemudian wilayah Kecamatan Junrejo memiliki debit rata-rata maksimal 8 liter/ detik dan minimal 6 liter/detik.

“Dampak penurunan debit tidak ada karena dengan kegiatan penghijauan, resapan air bisa menjadi stabil dan tetap mengalir,” katanya.

Lalu perlu diketahui, ada beberapa titik sumber mata air yang diantaranya juga dimanfaatkan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Batu untuk mengisi tandon-tandon air yang didistribusikan ke para konsumen.

Kabag Teknik Perumdam Among Tirto, Khoirul Anam mengatakan ada 6 sumber mata air yang digunakan Perumdam Among Tirto. Diantaranya seperti Sumber Darmi di Desa Oro Oro Ombo dengan debit 18 ltr/dt. Lalu Sumber Kasinan di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan dengan debit 3.5 ltr/dt. Kemudian Sumber Torongbelok di Dusun Tambuh, Kelurahan Songgokerto dengan debut 16 ltr/dt.

“Ada juga Sumber Gemulo, di Desa Bulukerto dan Desa Punten dengan debit 55 ltr/dt. Juga Sumber Banyuning, di Dusun Banyuning, Desa Punten dengan debit 148 ltr/dt dan Sumber Ngesong di Dusun Payan, Desa Punten dengan debit 74,90 ltr/dt,” katanya.

Menurutnya tidak semua penurunan debit sumber mata air terjadi. Dia mencontohkan seperti Sumber Darmi yang sebelumnya memiliki debit 24 ltr/dt sekarang menjadi 18 ltr/dt. Dan Sumber Kasinan yang sebelumnya memiliki debit 4,2 ltr/dt menjadi saat ini 3,5 ltr/dt.

“Penurunan debit ini perkiraan karena musim kemarau dan banyaknya sumur bor di Kota Batu,” katanya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/