alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Banjir Bandang Batu, Perhutani Sebut Warga Kurang Sadar Lingkungan

KOTA BATU – Dugaan alih fungsi lahan Perhutani di hulu Sungai Sambong masih menjadi tanda tanya besar. Kepala Divisi Pengelolaan Hutan Perum Perhutani Bambang Jurianto menyatakan akan siap mendukung Pemkot Batu untuk memperbaiki daya dukung lahan yang lebih baik lagi. Menurutnya, kesadaran masyarakat petani untuk menjaga kelestarian lingkungan selama ini masih kurang.

Nantinya sinergitas untuk penghijauan yang kolaboratif dengan Pemkot Batu, TNI, Polri dan dinas terkait siap dilakukan untuk membenahi kualitas lingkungan. Selain di hutan juga termasuk di kawasan aliran sungai. Menurutnya adanya pembukaan lahan karena kebutuhan masyarakat. Reboisasi akan dilakukan untuk menjaga keutuhan lahan. Yakni dengan tanaman pinus, termasuk mahoni yang bisa menahan degradasi lahan dan longsor.

“Kami juga masih mau mengecek (apakah betul penyebabnya juga itu),” katanya. Pihaknya juga masih menghitung dengan melakukan pendataan terhadap kawasan lahan hutan yang dibuka. Selain itu, langkah pencegahan yang dilakukan selanjutnya dengan pembinaan untuk meminimalisir pembukaan lahan yang dibuka kembali. Dia juga bersikeras bahwa sudah tidak ada pengurangan lahan hutan.

“(Meski begitu jika ditemukan akan diusahakan) untuk lahan penggarapan kami rem,” ujarnya. Untuk pengawasan lingkungan di sekitar lahan pertanian hulu Sungai Sambong menurutnya sudah dilakukan. Pihaknya telah menerjunkan beberapa petugas atau Polisi Hutan untuk bisa mengawasi wilayah-wilayah yang menjadi tumpuan. “Kami memiliki petugas di sini sampai dengan mandor, seperti monitoring, controlling dan patroli sudah dilakukan,” katanya.

Dia berharap masyarakat peduli dan mengerti pentingnya hutan untuk air, udara dan kehidupan bersama. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Dugaan alih fungsi lahan Perhutani di hulu Sungai Sambong masih menjadi tanda tanya besar. Kepala Divisi Pengelolaan Hutan Perum Perhutani Bambang Jurianto menyatakan akan siap mendukung Pemkot Batu untuk memperbaiki daya dukung lahan yang lebih baik lagi. Menurutnya, kesadaran masyarakat petani untuk menjaga kelestarian lingkungan selama ini masih kurang.

Nantinya sinergitas untuk penghijauan yang kolaboratif dengan Pemkot Batu, TNI, Polri dan dinas terkait siap dilakukan untuk membenahi kualitas lingkungan. Selain di hutan juga termasuk di kawasan aliran sungai. Menurutnya adanya pembukaan lahan karena kebutuhan masyarakat. Reboisasi akan dilakukan untuk menjaga keutuhan lahan. Yakni dengan tanaman pinus, termasuk mahoni yang bisa menahan degradasi lahan dan longsor.

“Kami juga masih mau mengecek (apakah betul penyebabnya juga itu),” katanya. Pihaknya juga masih menghitung dengan melakukan pendataan terhadap kawasan lahan hutan yang dibuka. Selain itu, langkah pencegahan yang dilakukan selanjutnya dengan pembinaan untuk meminimalisir pembukaan lahan yang dibuka kembali. Dia juga bersikeras bahwa sudah tidak ada pengurangan lahan hutan.

“(Meski begitu jika ditemukan akan diusahakan) untuk lahan penggarapan kami rem,” ujarnya. Untuk pengawasan lingkungan di sekitar lahan pertanian hulu Sungai Sambong menurutnya sudah dilakukan. Pihaknya telah menerjunkan beberapa petugas atau Polisi Hutan untuk bisa mengawasi wilayah-wilayah yang menjadi tumpuan. “Kami memiliki petugas di sini sampai dengan mandor, seperti monitoring, controlling dan patroli sudah dilakukan,” katanya.

Dia berharap masyarakat peduli dan mengerti pentingnya hutan untuk air, udara dan kehidupan bersama. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/