alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Tahun Depan Pemkot Batu Targetkan Semua Desa Punya Perpustakaan

KOTA BATU – Pemkot Batu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kota Batu terus mendorong pengembangan perpustakaan tingkat desa. Hingga saat ini dari 19 desa masih baru 7 desa yang memiliki. Ditargetkan pada 2022 mendatang semua desa memiliki perpustakaan.

Kepala Disperpussip Kota Batu Shanti Restuningsasih mengatakan, dari tujuh perpustakaan desa yang ada diantaranya seperti di Balai Desa Oro-Oro Ombo. Lalu Pasar Bunga Sidomulyo, Balai Desa Beji, Balai Desa Tlekung. Kemudian di Desa Junrejo yang dikelola oleh ibu-ibu PKK dan di Desa Sumberejo yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani dan lainnya. “Memang setiap desa wajib memfasilitasi adanya perpustakaan karena itu sudah ada perwalinya,” kata Shanti.

Menurutnya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala belum terealisasinya semua desa memiliki perpustakaan. Sebab tidak jarang tempat kosong yang ada digunakan sebagai posko penanganan Covid-19. Namun pihaknya mengupayakan tahun depan semua desa dapat memiliki perpustakaan. Selain itu, setiap desa juga dapat menganggarkan kebutuhan perpustakaan dari dana desa dan harus tertuang dalam peraturan desa.

Selain memfasilitasi keperluan buku, setiap desa juga harus melakukan digitalisasi (buku online). Namun pihaknya memang tidak bisa menyalurkan hibah buku ke perpustakaan desa. “Karena kami tidak ada aturan perdanya terkait itu, tapi kami bisa meminjami buku, standarnya memang minimal setiap perpustakaan memiliki 1.000 unit buku,” terang dia.

Menurutnya kehadiran perpustakaan desa sangat penting untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya perpustakaan desa tidak hanya sebagai lembaga informasi yang menyediakan koleksi buku untuk dibaca oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat baca. Tetapi lebih dari itu, untuk pemberdayaan masyarakat.

“Bisa melalui tiga aspek yaitu aspek bina manusia, aspek bina lingkungan, dan aspek bina kelembagaan sehingga adanya peningkatan kesejahteraan,” katanya. Dia juga mengatakan perpustakaan desa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat juga dapat dilakukan dengan program pelibatan masyarakat untuk belajar dan berkegiatan dalam bidang pertanian, perkebunan maupun ekonomi kreatif. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Pemkot Batu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kota Batu terus mendorong pengembangan perpustakaan tingkat desa. Hingga saat ini dari 19 desa masih baru 7 desa yang memiliki. Ditargetkan pada 2022 mendatang semua desa memiliki perpustakaan.

Kepala Disperpussip Kota Batu Shanti Restuningsasih mengatakan, dari tujuh perpustakaan desa yang ada diantaranya seperti di Balai Desa Oro-Oro Ombo. Lalu Pasar Bunga Sidomulyo, Balai Desa Beji, Balai Desa Tlekung. Kemudian di Desa Junrejo yang dikelola oleh ibu-ibu PKK dan di Desa Sumberejo yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani dan lainnya. “Memang setiap desa wajib memfasilitasi adanya perpustakaan karena itu sudah ada perwalinya,” kata Shanti.

Menurutnya pandemi Covid-19 menjadi salah satu kendala belum terealisasinya semua desa memiliki perpustakaan. Sebab tidak jarang tempat kosong yang ada digunakan sebagai posko penanganan Covid-19. Namun pihaknya mengupayakan tahun depan semua desa dapat memiliki perpustakaan. Selain itu, setiap desa juga dapat menganggarkan kebutuhan perpustakaan dari dana desa dan harus tertuang dalam peraturan desa.

Selain memfasilitasi keperluan buku, setiap desa juga harus melakukan digitalisasi (buku online). Namun pihaknya memang tidak bisa menyalurkan hibah buku ke perpustakaan desa. “Karena kami tidak ada aturan perdanya terkait itu, tapi kami bisa meminjami buku, standarnya memang minimal setiap perpustakaan memiliki 1.000 unit buku,” terang dia.

Menurutnya kehadiran perpustakaan desa sangat penting untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya perpustakaan desa tidak hanya sebagai lembaga informasi yang menyediakan koleksi buku untuk dibaca oleh masyarakat sehingga dapat meningkatkan minat baca. Tetapi lebih dari itu, untuk pemberdayaan masyarakat.

“Bisa melalui tiga aspek yaitu aspek bina manusia, aspek bina lingkungan, dan aspek bina kelembagaan sehingga adanya peningkatan kesejahteraan,” katanya. Dia juga mengatakan perpustakaan desa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat juga dapat dilakukan dengan program pelibatan masyarakat untuk belajar dan berkegiatan dalam bidang pertanian, perkebunan maupun ekonomi kreatif. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/