alexametrics
26.9 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Pemkot Batu Seriusi Wacana Pengembangan Sport Tourism

KOTA BATU – Bila ditotal, sedikitnya ada 13 potensi sport tourism di Malang raya yang banyak menarik minat pengunjung. Ini menyusul terhentinya rencana pengembangan wisata di Malang raya sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak yang terhenti. Di antaranya titik terbanyak berada di Kota Batu. Di Kota Batu tercatat ada 10 jenis sport tourism yang sudah diseriusi pemkot Batu. Plotting dana hingga lokasi pengembangannya juga sudah ditentukan (selengkapnya baca grafis).

”Di Gunung Banyak dan Panderman basisnya paralayang dan pendakian gunung. Lalu kawasan Lereng Klemuk dan Lereng Kungkuk itu basisnya mountain bike dan downhill,” terang Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq.

Dia memastikan bila pihaknya tetap fokus melakukan pengembangan di bidang sport tourism. Terutama pada hal sarana dan prasarana. ”Pengembanganpengembangan itu sebagai persiapan kami ke depan agar sport tourism semakin dikenal,” imbuh dia. Untuk memperlancar proses promosi, Disparta sengaja menambahkan spot-spot selfie. Bila ditotal, rencana pengembangan sport tourism di tahun ini mendapat jatah anggaran senilai Rp 300 juta. Pendistribusian dana tersebut didasarkan pada beberapa skala prioritas. ”Kalau penyelenggara bisa secara mandiri menyelenggarakan acara, otomatis kami tak men-support dana. Tapi jika kegiatan tersebut dirasa bagus, namun kekurangan pendanaan, kami akan memberi support anggaran,” papar Arief.

Di tahun ini, pihaknya menaruh harapan lebih pada sport tourism di Kota Batu. Khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). ”Dengan adanya event-event di bidang tersebut, otomatis akan memberikan dampak pada pelaku UMKM, PKL, tukang ojek, hingga pelaku usaha hotel,” tambahnya. (fif/fin/adn/by)

KOTA BATU – Bila ditotal, sedikitnya ada 13 potensi sport tourism di Malang raya yang banyak menarik minat pengunjung. Ini menyusul terhentinya rencana pengembangan wisata di Malang raya sejak pandemi Covid-19 melanda, banyak yang terhenti. Di antaranya titik terbanyak berada di Kota Batu. Di Kota Batu tercatat ada 10 jenis sport tourism yang sudah diseriusi pemkot Batu. Plotting dana hingga lokasi pengembangannya juga sudah ditentukan (selengkapnya baca grafis).

”Di Gunung Banyak dan Panderman basisnya paralayang dan pendakian gunung. Lalu kawasan Lereng Klemuk dan Lereng Kungkuk itu basisnya mountain bike dan downhill,” terang Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Arief As Siddiq.

Dia memastikan bila pihaknya tetap fokus melakukan pengembangan di bidang sport tourism. Terutama pada hal sarana dan prasarana. ”Pengembanganpengembangan itu sebagai persiapan kami ke depan agar sport tourism semakin dikenal,” imbuh dia. Untuk memperlancar proses promosi, Disparta sengaja menambahkan spot-spot selfie. Bila ditotal, rencana pengembangan sport tourism di tahun ini mendapat jatah anggaran senilai Rp 300 juta. Pendistribusian dana tersebut didasarkan pada beberapa skala prioritas. ”Kalau penyelenggara bisa secara mandiri menyelenggarakan acara, otomatis kami tak men-support dana. Tapi jika kegiatan tersebut dirasa bagus, namun kekurangan pendanaan, kami akan memberi support anggaran,” papar Arief.

Di tahun ini, pihaknya menaruh harapan lebih pada sport tourism di Kota Batu. Khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). ”Dengan adanya event-event di bidang tersebut, otomatis akan memberikan dampak pada pelaku UMKM, PKL, tukang ojek, hingga pelaku usaha hotel,” tambahnya. (fif/fin/adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/