alexametrics
22.1 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Kumpul di Among Tani, FKUB Tegaskan Penyelesaian Damai Soal SARA

KOTA BATU – Tiga ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Se-Malang Raya berkumpul di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (10/9). Ketiga tokoh itu berkumpul untuk menegaskan kesepakatan penyelesaian damai setiap permasalahan sosial yang berbau SARA.

Dalam pertemuan tersebut Ketua FKUB Kota Malang H Ahmad Taufiq, Ketua FKUB Kabupaten Malang H Soleh, dan Ketua FKUB Kota Batu Muhammad Ruba’I menyimak pesan yang disampaikan Wakil Wali Kota Batu Ir H. Punjul Santoso yang hadir memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut.

Punjul mengatakan bahwa FKUB memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat. Dia berharap kegiatan semacam ini dapat berlangsung terus untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama.
“Apalagi Kota Batu ini di Desa Mojorejo mendapatkan penghargaan sebagai desa sadar kerukunan umat beragama dari gubernur Jatim dan Kanwil Kemenang Provinsi Jatim pada tahun 2019 lalu,” kata dia.

Karena itu, Punjul berharap ke depannya desa-desa lainnya untuk kerukunan beragama terus bermunculan.

Selain itu, dia menjelaskan, di Kota Batu juga memiliki lembaga pendidikan agama yang berkualitas dan diakui baik nasional dan internasional. Di antaranya, Sekolah Tinggi Agama Budha, Sekolah Tinggi Al Kitab, Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim.
“Dalam pertemuan ini juga dibahas isu bagaimana umat beragama jika ada permasalahan sosial seperti SARA dapat diselesaikan dengan cara damai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut membahas juga terkait bagaimana isu pendirian pembangunan ibadah. Sehingga bagaimana kaum minoritas dan mayoritas untuk bisa saling menerima. “Untuk itu keterlibatan dari Bangkesbangpol dan kementerian agama harus dilibatkan untuk menengahi ini,” kata Dewanti.

Meskipun hingga saat ini permasalahan yang mencolok sehingga berdampak negatif terkait hal itu belum ada di Malang Raya.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Tiga ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Se-Malang Raya berkumpul di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kamis (10/9). Ketiga tokoh itu berkumpul untuk menegaskan kesepakatan penyelesaian damai setiap permasalahan sosial yang berbau SARA.

Dalam pertemuan tersebut Ketua FKUB Kota Malang H Ahmad Taufiq, Ketua FKUB Kabupaten Malang H Soleh, dan Ketua FKUB Kota Batu Muhammad Ruba’I menyimak pesan yang disampaikan Wakil Wali Kota Batu Ir H. Punjul Santoso yang hadir memberikan sambutan dalam pertemuan tersebut.

Punjul mengatakan bahwa FKUB memiliki peranan yang sangat penting di masyarakat. Dia berharap kegiatan semacam ini dapat berlangsung terus untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama.
“Apalagi Kota Batu ini di Desa Mojorejo mendapatkan penghargaan sebagai desa sadar kerukunan umat beragama dari gubernur Jatim dan Kanwil Kemenang Provinsi Jatim pada tahun 2019 lalu,” kata dia.

Karena itu, Punjul berharap ke depannya desa-desa lainnya untuk kerukunan beragama terus bermunculan.

Selain itu, dia menjelaskan, di Kota Batu juga memiliki lembaga pendidikan agama yang berkualitas dan diakui baik nasional dan internasional. Di antaranya, Sekolah Tinggi Agama Budha, Sekolah Tinggi Al Kitab, Kampus 2 UIN Maulana Malik Ibrahim.
“Dalam pertemuan ini juga dibahas isu bagaimana umat beragama jika ada permasalahan sosial seperti SARA dapat diselesaikan dengan cara damai,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut membahas juga terkait bagaimana isu pendirian pembangunan ibadah. Sehingga bagaimana kaum minoritas dan mayoritas untuk bisa saling menerima. “Untuk itu keterlibatan dari Bangkesbangpol dan kementerian agama harus dilibatkan untuk menengahi ini,” kata Dewanti.

Meskipun hingga saat ini permasalahan yang mencolok sehingga berdampak negatif terkait hal itu belum ada di Malang Raya.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/