alexametrics
29C
Malang
Thursday, 15 April 2021

Dewanti Tegaskan Pengembangan Wisata Desa Tak Boleh Gusur Pertanian

KOTA BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mewanti-wanti pengembangan pariwisata berbasis desa tidak boleh menggusur pertanian. Karena itu, untuk mengantisipasi adanya kejadian tersebut peraturannya sedang disiapkan dalam bentuk Perda tentang pariwisata berbasis pedesaan.

Dewanti mengatakan, saat ini raperda tersebut masih dalam proses digodok di parlemen. “Batu itu unik. Meski berstatus kota, tapi banyak desanya (dibandingkan kelurahan),” kata politikus PDIP ini, Selasa (10/11).

Menurutnya, keunikan tersebut perlu dikembangkan agar bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Dimana saat ini ada 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu. “Sembilan belas desa ini punya potensi dan keunikan masing-masing. Ini harus dikembangkan,” tegas dia.

Lebih lanjut Dewanti mengatakan, ke depan pihaknya juga akan mengembangkan pokdarwis jadi unit usaha dari BUMDes. Sehingga, gerakan ekonomi desa bisa dikembangkan maksimal. “Biar dikelola masyarakat desa sendiri,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis desa tersebut tidak boleh mengganggu pertanian warga. Karena pertanian ini juga menjadi salah satu identitas Kota Batu. “Konsepnya bisa menyatu dengan alam nanti,” imbuh politikus PKB ini.

Inti dari perda tersebut, lanjutnya, memang untuk melindungi warga asli Kota Batu dalam mengembangkan potensi desanya. Sehingga, mereka tidak menjadi ‘penonton’ di kota sendiri. “Masyarakat Batu harus menikmati kemajuan pariwisatanya sendiri. Ini memang perda inisiatif dari kami,” terangnya.
Perlu diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini Kota Apel ini memang terus menggalakkan pariwisata berbasis kearifan desa. Namun, hingga saat ini masih belum ada payung hukum yang kuat. Sehingga, Pemkot Batu membuatkan payung hukum berupa perda tersebut.

Pewarta: Imam Nasrodin
Petani di Kota Batu tengah menyiangi gulma yang tumbuh di lahan tanam sayuran. (Istimewa)

Raperda,pariwisata Kota Batu, berbasis pedesaan, RMO, im

KOTA BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mewanti-wanti pengembangan pariwisata berbasis desa tidak boleh menggusur pertanian. Karena itu, untuk mengantisipasi adanya kejadian tersebut peraturannya sedang disiapkan dalam bentuk Perda tentang pariwisata berbasis pedesaan.

Dewanti mengatakan, saat ini raperda tersebut masih dalam proses digodok di parlemen. “Batu itu unik. Meski berstatus kota, tapi banyak desanya (dibandingkan kelurahan),” kata politikus PDIP ini, Selasa (10/11).

Menurutnya, keunikan tersebut perlu dikembangkan agar bisa menggerakkan ekonomi rakyat. Dimana saat ini ada 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu. “Sembilan belas desa ini punya potensi dan keunikan masing-masing. Ini harus dikembangkan,” tegas dia.

Lebih lanjut Dewanti mengatakan, ke depan pihaknya juga akan mengembangkan pokdarwis jadi unit usaha dari BUMDes. Sehingga, gerakan ekonomi desa bisa dikembangkan maksimal. “Biar dikelola masyarakat desa sendiri,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurochman menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis desa tersebut tidak boleh mengganggu pertanian warga. Karena pertanian ini juga menjadi salah satu identitas Kota Batu. “Konsepnya bisa menyatu dengan alam nanti,” imbuh politikus PKB ini.

Inti dari perda tersebut, lanjutnya, memang untuk melindungi warga asli Kota Batu dalam mengembangkan potensi desanya. Sehingga, mereka tidak menjadi ‘penonton’ di kota sendiri. “Masyarakat Batu harus menikmati kemajuan pariwisatanya sendiri. Ini memang perda inisiatif dari kami,” terangnya.
Perlu diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini Kota Apel ini memang terus menggalakkan pariwisata berbasis kearifan desa. Namun, hingga saat ini masih belum ada payung hukum yang kuat. Sehingga, Pemkot Batu membuatkan payung hukum berupa perda tersebut.

Pewarta: Imam Nasrodin
Petani di Kota Batu tengah menyiangi gulma yang tumbuh di lahan tanam sayuran. (Istimewa)

Raperda,pariwisata Kota Batu, berbasis pedesaan, RMO, im

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru