alexametrics
30.5 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Ziarah Makam Pahlawan sekaligus Ajarkan Nasionalisme

KOTA BATU – Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP), Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, nampak lebih ramai peziarah daripada biasanya, Selasa (10/11). Momen Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, menjadi ajang mengunjungi makam kerabat sekaligus menanamkan rasa nasionalisme atas jasa pahlawan.

“Mumpung momennya pas (Hari Pahlawan) jadi saya ajak anak-anak untuk sambang ke makam kakeknya. Sekaligus mengajarkan sikap nasionalisme ke mereka,” terang salah satu peziarah, Agus Susanto ditemui di TMP Kota Batu.

Agus mengundang sedang mengunjungi ayahandanya yang meninggal pada 10 September lalu. Kapten Supardi, veteran TNI yang ikut berjuang pada tahun 1963 hingga 1966 melawan Malaysia.

Selain itu, Agus juga menceritakan ayahnya ikut dalam pemberantasan PKI tahun 1965. Ia menceritakan tentang apa saja pembelajaran yang diberikan Supardi. Salah satunya adalah tentang kesabaran.

Pria yang tinggal di Karangploso itu selalu mengingat dan mengamalkan arti kesabaran di setiap hidupnya. Menurutnya, dengan kesabaran semua masalah akan mudah diselesaikan. Ia berharap para generasi penerus bisa tetap menghargai jasa pahlawan dengan mengamalkan budi pekerti yang telah dicontohkan.

“Kalian generasi muda tidak perlu berjuang lewat senjata. Cukup dengan pemikiran dan tingkah laku yang baik,” kata dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Suasana Taman Makam Pahlawan (TMP), Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, nampak lebih ramai peziarah daripada biasanya, Selasa (10/11). Momen Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, menjadi ajang mengunjungi makam kerabat sekaligus menanamkan rasa nasionalisme atas jasa pahlawan.

“Mumpung momennya pas (Hari Pahlawan) jadi saya ajak anak-anak untuk sambang ke makam kakeknya. Sekaligus mengajarkan sikap nasionalisme ke mereka,” terang salah satu peziarah, Agus Susanto ditemui di TMP Kota Batu.

Agus mengundang sedang mengunjungi ayahandanya yang meninggal pada 10 September lalu. Kapten Supardi, veteran TNI yang ikut berjuang pada tahun 1963 hingga 1966 melawan Malaysia.

Selain itu, Agus juga menceritakan ayahnya ikut dalam pemberantasan PKI tahun 1965. Ia menceritakan tentang apa saja pembelajaran yang diberikan Supardi. Salah satunya adalah tentang kesabaran.

Pria yang tinggal di Karangploso itu selalu mengingat dan mengamalkan arti kesabaran di setiap hidupnya. Menurutnya, dengan kesabaran semua masalah akan mudah diselesaikan. Ia berharap para generasi penerus bisa tetap menghargai jasa pahlawan dengan mengamalkan budi pekerti yang telah dicontohkan.

“Kalian generasi muda tidak perlu berjuang lewat senjata. Cukup dengan pemikiran dan tingkah laku yang baik,” kata dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/