alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pemkot Batu Gratiskan Pengurusan Dokumen Hilang-Rusak Akibat Banjir

KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan akan mengganti dokumen yang hilang atau rusak akibat banjir bandang yang menerpa beberapa dusun di Kota Batu pada Kamis (4/11) lalu.

Pemkot juga menjamin tidak ada pungutan apapun dalam pengantian dokumen. Mekanismenya juga akan lebih dipermudah dan didata langsung oleh RT-RW setempat. Dengan demikian warga tidak perlu datang lagi ke kantor kelurahan atau kecamatan untuk mengurus dokumen pengganti.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, masyarakat yang kehilangan dokumen tidak perlu khawatir. Karena pihaknya telah melakukan pendataan bagi korban banjir yang kehilangan rumah. Sementara warga yang mengalami kerusakan dokumen akibat banjir diharapkan untuk segera melapor ke RT setempat untuk dilakukan pendataan.

Adapun dokumen yang akan diganti meliputi akte kematian, kartu keluarga, akte kelahiran, akte perkawinan, surat tanah, ijazah dan e-KTP. “Hari ini kita inventaris, setelah itu kita konsolidasikan dan komunikasikan ke pihak pihak terkait,” ujar Punjul saat ditemui koran ini di lokasi bencana, Selasa (9/11).

Dia menegaskan, bahwa penggantian ini dikhususkan bagi mereka yang terdampak banjir. Oleh sebab itu, data-data tersebut akan dikumpulkan oleh RT dan RW setempat. Kemudian diteruskan ke kelurahan dan kecamatan. “Agar keabsahan dan keasliannya itu betul-betul terdata oleh pak RT, jadi tidak ada yang mengada-ada,” bebernya.

Dia berpesan masyarakat tidak perlu khawatir arsip surat-surat itu sudah dipegang oleh pak camat baru sebagian. “Nanti kalau terkumpul semua berikutnya akan kita komunikasikan lagi dengan pihak terkait,” tambah Punjul.

Selain itu, penggantian SIM dan BPKB Kendaraan akan juga ditanggung oleh Pemkot. Punjul menegaskan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Kapolres Batu. “Tadi juga sudah disampaikan langsung oleh Dandim, bahwa Dandim komunikasikan langsung dengan Pak Kapolres jadi BPKB dan SIM akan kita urus semua,” ungkap Punjul.

Sementara itu, Asripa salah satu warga yang terdampak banjir bandang mengaku telah kehilangan semua dokumen penting miliknya. Sebab rumah yang sudah dia tinggali selama kurang lebih 25 tahun itu hanyut diterjang banjir.

Dirinya mengaku pasrah dan menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah. Asripa berharap dokumen penting miliknya bisa dipegang kembali. “Karena dokumen itu sangat penting di masa depan, kita berharap pemerintah bisa mempermudah kami mengurus itu,” ujar Asripa saat ditemui di Posko Bencana. (cj5/lid/rmc)

KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan akan mengganti dokumen yang hilang atau rusak akibat banjir bandang yang menerpa beberapa dusun di Kota Batu pada Kamis (4/11) lalu.

Pemkot juga menjamin tidak ada pungutan apapun dalam pengantian dokumen. Mekanismenya juga akan lebih dipermudah dan didata langsung oleh RT-RW setempat. Dengan demikian warga tidak perlu datang lagi ke kantor kelurahan atau kecamatan untuk mengurus dokumen pengganti.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, masyarakat yang kehilangan dokumen tidak perlu khawatir. Karena pihaknya telah melakukan pendataan bagi korban banjir yang kehilangan rumah. Sementara warga yang mengalami kerusakan dokumen akibat banjir diharapkan untuk segera melapor ke RT setempat untuk dilakukan pendataan.

Adapun dokumen yang akan diganti meliputi akte kematian, kartu keluarga, akte kelahiran, akte perkawinan, surat tanah, ijazah dan e-KTP. “Hari ini kita inventaris, setelah itu kita konsolidasikan dan komunikasikan ke pihak pihak terkait,” ujar Punjul saat ditemui koran ini di lokasi bencana, Selasa (9/11).

Dia menegaskan, bahwa penggantian ini dikhususkan bagi mereka yang terdampak banjir. Oleh sebab itu, data-data tersebut akan dikumpulkan oleh RT dan RW setempat. Kemudian diteruskan ke kelurahan dan kecamatan. “Agar keabsahan dan keasliannya itu betul-betul terdata oleh pak RT, jadi tidak ada yang mengada-ada,” bebernya.

Dia berpesan masyarakat tidak perlu khawatir arsip surat-surat itu sudah dipegang oleh pak camat baru sebagian. “Nanti kalau terkumpul semua berikutnya akan kita komunikasikan lagi dengan pihak terkait,” tambah Punjul.

Selain itu, penggantian SIM dan BPKB Kendaraan akan juga ditanggung oleh Pemkot. Punjul menegaskan pihaknya akan segera berkomunikasi dengan Kapolres Batu. “Tadi juga sudah disampaikan langsung oleh Dandim, bahwa Dandim komunikasikan langsung dengan Pak Kapolres jadi BPKB dan SIM akan kita urus semua,” ungkap Punjul.

Sementara itu, Asripa salah satu warga yang terdampak banjir bandang mengaku telah kehilangan semua dokumen penting miliknya. Sebab rumah yang sudah dia tinggali selama kurang lebih 25 tahun itu hanyut diterjang banjir.

Dirinya mengaku pasrah dan menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah. Asripa berharap dokumen penting miliknya bisa dipegang kembali. “Karena dokumen itu sangat penting di masa depan, kita berharap pemerintah bisa mempermudah kami mengurus itu,” ujar Asripa saat ditemui di Posko Bencana. (cj5/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/