alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Pascagempa, Destinasi Wisata Kota Batu Tetap Aman Dikunjungi

KOTA BATU – Pasca insiden runtuhnya kepala patung gorilla di Jatim Park 2, Pemkot Batu mengimbau para wisatawan tak khawatir. Karena tempat wisata yang ada di Kota Batu masih tetap terbuka dan aman untuk dikunjungi. Untuk memastikan kondisi di lapangan, kemarin (11/4) Wali Kota Batu Dra Dewanti Rumpoko MSi mengunjungi lokasi terdampak gempa.

Dewanti mengatakan kedatangannya untuk memastikan secara langsung berita yang viral di media massa tentang situasi dan kondisi sebenarnya. Menurutnya patung gorilla yang menjadi ikon Jatim Park 2 terdampak karena getaran gempa menyebabkan patung yang telah berusia 10 tahun itu rusak. “Tapi bersyukurnya ketika itu terjadi tidak ada yang main di sekelilingnya, jadi jatuh tepat dikondisi kosong dan pada saat itu hujan,” katanya.

Dia mengungkapkan kejadian yang paling parah hanya di Jatim Park 2, sedangkan lainnya hanya kejadian ringan seperti plafon ambrol, genteng melorot, begitu juga dengan sekolah. “Yang namanya gempa tidak bisa diprediksi kalau umpamanya hujan bisa (diprediksi), jadi harus waspada sebaiknya masyarakat keluar rumah atau bangunan saat terjadi gempa,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, dari informasi BMKG yang diterima pihaknya, potensi gempa masih bisa terjadi. Tetapi waktu dan sampai kapan sulit diprediksi, namun besaran getarannya tidak sebesar gempa pertama yang terjadi kemarin Sabtu (10/4). “Pada dasarnya pulau Jawa ini rawan terhadap gempa, dan tidak hanya kemarin saja sehingga kewaspadaan tetap harus ada,” katanya.

Sementara itu, untuk lebih mewaspadai terjadinya bencana gempa, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, perkantoran dan masyarakat. “Masyarakat Indonesia harus pahamlah, kalau terjadi gempa apa yang harus dilakukan seperti kalau di rumah berlindung di bawah meja, atau keluar rumah menyelamatkan diri dan lainnya,” katanya.

Agung menyampaikan soal runtuhnya kepala patung Gorilla di Jatim Park 2 hanya bagian atapnya saja yang bangunannya tipis. “Jadi struktur untuk membuat patungnya itu terdiri dari banyak kawat, nah lapisan semennya itu tipis karena memang untuk mempermudah pembentukannya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan adanya kejadian tersebut bukan berarti Kota Wisata Batu rawan untuk dikunjungi. Justru sebaliknya bahwa tempat-tempat wisata yang ada aman untuk dikunjungi. “Kalau lihat lainnya seperti Jatim Park 1, Museum Angkut dan Jatim Park 3 serta lainnya tidak ada laporan, mereka tetap buka dan dikunjungi wisatawan,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan dampak gempa terhadap pariwisata di Kota Batu tidak berpengaruh. Menurutnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu rata-rata berasal dari daerah Surabaya raya yang dinilainya tidak berdampak besar terhadap gempa di daerah tersebut. “Wisatawan itu juga ada yang mengontak ke kami (pengelola tempat wisata) menanyakan apakah Kota Batu aman atau tidak dikunjungi ? Ya aman-aman saja,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Pasca insiden runtuhnya kepala patung gorilla di Jatim Park 2, Pemkot Batu mengimbau para wisatawan tak khawatir. Karena tempat wisata yang ada di Kota Batu masih tetap terbuka dan aman untuk dikunjungi. Untuk memastikan kondisi di lapangan, kemarin (11/4) Wali Kota Batu Dra Dewanti Rumpoko MSi mengunjungi lokasi terdampak gempa.

Dewanti mengatakan kedatangannya untuk memastikan secara langsung berita yang viral di media massa tentang situasi dan kondisi sebenarnya. Menurutnya patung gorilla yang menjadi ikon Jatim Park 2 terdampak karena getaran gempa menyebabkan patung yang telah berusia 10 tahun itu rusak. “Tapi bersyukurnya ketika itu terjadi tidak ada yang main di sekelilingnya, jadi jatuh tepat dikondisi kosong dan pada saat itu hujan,” katanya.

Dia mengungkapkan kejadian yang paling parah hanya di Jatim Park 2, sedangkan lainnya hanya kejadian ringan seperti plafon ambrol, genteng melorot, begitu juga dengan sekolah. “Yang namanya gempa tidak bisa diprediksi kalau umpamanya hujan bisa (diprediksi), jadi harus waspada sebaiknya masyarakat keluar rumah atau bangunan saat terjadi gempa,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan, dari informasi BMKG yang diterima pihaknya, potensi gempa masih bisa terjadi. Tetapi waktu dan sampai kapan sulit diprediksi, namun besaran getarannya tidak sebesar gempa pertama yang terjadi kemarin Sabtu (10/4). “Pada dasarnya pulau Jawa ini rawan terhadap gempa, dan tidak hanya kemarin saja sehingga kewaspadaan tetap harus ada,” katanya.

Sementara itu, untuk lebih mewaspadai terjadinya bencana gempa, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, perkantoran dan masyarakat. “Masyarakat Indonesia harus pahamlah, kalau terjadi gempa apa yang harus dilakukan seperti kalau di rumah berlindung di bawah meja, atau keluar rumah menyelamatkan diri dan lainnya,” katanya.

Agung menyampaikan soal runtuhnya kepala patung Gorilla di Jatim Park 2 hanya bagian atapnya saja yang bangunannya tipis. “Jadi struktur untuk membuat patungnya itu terdiri dari banyak kawat, nah lapisan semennya itu tipis karena memang untuk mempermudah pembentukannya,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan adanya kejadian tersebut bukan berarti Kota Wisata Batu rawan untuk dikunjungi. Justru sebaliknya bahwa tempat-tempat wisata yang ada aman untuk dikunjungi. “Kalau lihat lainnya seperti Jatim Park 1, Museum Angkut dan Jatim Park 3 serta lainnya tidak ada laporan, mereka tetap buka dan dikunjungi wisatawan,” katanya.

Di tempat terpisah, Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan dampak gempa terhadap pariwisata di Kota Batu tidak berpengaruh. Menurutnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu rata-rata berasal dari daerah Surabaya raya yang dinilainya tidak berdampak besar terhadap gempa di daerah tersebut. “Wisatawan itu juga ada yang mengontak ke kami (pengelola tempat wisata) menanyakan apakah Kota Batu aman atau tidak dikunjungi ? Ya aman-aman saja,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/