alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tokoh Agama Kota Batu Serukan Pentingnya Berbagi Selama PPKM Darurat

KOTA BATU – Di tengah kondisi PPKM Darurat, sebagian masyarakat kian merasakan dampaknya, terutama sektor ekonomi di Kota Batu. Seperti para pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil lainnya karena adanya pembatasan kegiatan umum. Hal ini membuat tokoh agama di Kota Batu prihatin dan menyerukan dimulainya gerakan bergotong royong.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Batu KH Abdullah Tohir mengatakan kebijakan PPKM Darurat merupakan aturan yang harus ditaati oleh semua kalangan masyarakat. Dia menyampaikan para ulama dan kyai memahami kebijakan tersebut tujuannya baik, untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batu. “Memang rakyat ini sudah menjerit terutama yang kecil tetapi intinya tetap harus bersabar dan tabah, karena aturan dari pemerintah pusat maka sepahit apapun harus diterima,” katanya.

Dia meminta untuk masyarakat tidak melanggar aturan yang ada. Sehingga tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak jarang di media sosial melalui netizen mengeluhkan adanya PPKM Darurat.

KH Abdullah Tohir juga menghimbau kepada masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk bergerak membantu warga yang kurang mampu. Terutama dari lingkungan terdekat, misal tetangganya yang terpaksa tidak bisa bekerja diberi kebutuhan pokok semampunya. Karena menurutnya dengan kondisi darurat bukan saja tanggungjawab pemerintah saja tetapi sesama umat manusia. “Apapun yang bisa diberikan atau disumbangkan, bisa diberikan kepada warga kecil yang benar-benar terdampak,” katanya.

Beberapa langkah lain yang bisa dilakukan seperti mengaktifkan kembali lumbung pangan di desa/ kelurahan. Atau masyarakat bisa mendirikan dapur umum darurat untuk membantu warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) atau warga yang terdampak Covid-19 lainnya. “Misal lagi warganya yang isoman butuh obat tapi gak bisa keluar rumah untuk dibantu dibelikan bukan dijauhkan tapi yang terpenting tetap protokol kesehatan dijaga. Dan pihak pemerintah juga harus segara memberikan bantuan harus tepat sasaran,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Batu Ruba’i. Para tokoh pemuka lintas beragama sepakat untuk mentaati aturan PPKM Darurat. Pihaknya juga setuju, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah menumbuhkan jiwa saling berbagai. “Termasuk semangat gotong royong harus dilakukan seluruh umat beragama karena saling tolong menolong jangan hanya memikirkan golongan agama tertentu saja,” katanya.

Pihaknya juga bakal melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang kurang mampu dalam waktu dekat dalam bentuk kebutuhan bahan pokok.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – Di tengah kondisi PPKM Darurat, sebagian masyarakat kian merasakan dampaknya, terutama sektor ekonomi di Kota Batu. Seperti para pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil lainnya karena adanya pembatasan kegiatan umum. Hal ini membuat tokoh agama di Kota Batu prihatin dan menyerukan dimulainya gerakan bergotong royong.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Batu KH Abdullah Tohir mengatakan kebijakan PPKM Darurat merupakan aturan yang harus ditaati oleh semua kalangan masyarakat. Dia menyampaikan para ulama dan kyai memahami kebijakan tersebut tujuannya baik, untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batu. “Memang rakyat ini sudah menjerit terutama yang kecil tetapi intinya tetap harus bersabar dan tabah, karena aturan dari pemerintah pusat maka sepahit apapun harus diterima,” katanya.

Dia meminta untuk masyarakat tidak melanggar aturan yang ada. Sehingga tidak merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Tidak jarang di media sosial melalui netizen mengeluhkan adanya PPKM Darurat.

KH Abdullah Tohir juga menghimbau kepada masyarakat yang secara ekonomi mampu untuk bergerak membantu warga yang kurang mampu. Terutama dari lingkungan terdekat, misal tetangganya yang terpaksa tidak bisa bekerja diberi kebutuhan pokok semampunya. Karena menurutnya dengan kondisi darurat bukan saja tanggungjawab pemerintah saja tetapi sesama umat manusia. “Apapun yang bisa diberikan atau disumbangkan, bisa diberikan kepada warga kecil yang benar-benar terdampak,” katanya.

Beberapa langkah lain yang bisa dilakukan seperti mengaktifkan kembali lumbung pangan di desa/ kelurahan. Atau masyarakat bisa mendirikan dapur umum darurat untuk membantu warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) atau warga yang terdampak Covid-19 lainnya. “Misal lagi warganya yang isoman butuh obat tapi gak bisa keluar rumah untuk dibantu dibelikan bukan dijauhkan tapi yang terpenting tetap protokol kesehatan dijaga. Dan pihak pemerintah juga harus segara memberikan bantuan harus tepat sasaran,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kota Batu Ruba’i. Para tokoh pemuka lintas beragama sepakat untuk mentaati aturan PPKM Darurat. Pihaknya juga setuju, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah menumbuhkan jiwa saling berbagai. “Termasuk semangat gotong royong harus dilakukan seluruh umat beragama karena saling tolong menolong jangan hanya memikirkan golongan agama tertentu saja,” katanya.

Pihaknya juga bakal melakukan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang kurang mampu dalam waktu dekat dalam bentuk kebutuhan bahan pokok.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/