alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Klaster Keluarga Dipicu Saling Kunjung dan Anak Dibiarkan Carrier

MALANG KOTA – Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menyebutkan, semakin masifnya klaster keluarga karena dipicu banyaknya orang tua yang membiarkan anak-anaknya jadi carrier (pembawa) virus Covid-19 saat bermain di lingkungan tempat tinggalnya tanpa protokol kesehatan yang kuat.

“Padahal, anak-anak ini potensial menjadi carrier virus (Covid-19),” ujar Fadil dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur di Klub Bunga Resort Kota Batu, sore tadi (11/9).

Selain itu, Fadil melanjutkan, adanya kegiatan saling kunjung untuk berkumpul keluarga, mengunjungi rumah sesama warga, dan arisan juga menjadi salah satu penyebab tingginya penularan pada klaster keluarga.

Karena itu, menurut Fadil, belum bisa diremnya kasus positif Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Malang, namun juga di kota/kabupaten lainnya di Jawa Timur. “Ada beberapa tren klaster yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus Covid-19 di Jatim selain klaster keluarga. Yakni, klaster pasar dan klaster kantor,”ungkap dia.

Fadil menjelaskan bahwa salah satu upaya efektif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, salah satunya di perkantoran, yakni dengan menyiapkan fasilitas seperti cuci tangan. “Kalau di kantor pelayanan publik, bisa dengan menyiapkan masker, ketika ada orang yang tidak bermasker, bisa langung dikasih masker,” kata dia.

Selain itu, kata Fadil, sesuai dengan saran epidemiolog, pasien tidak disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah. “Epidemiolog menyarankan untuk tidak isolasi mandiri, untuk pasien tanpa gejala, bisa di safe house atau rumah karantina,” pungkas dia.

Pewarta : Arlita Ulya

MALANG KOTA – Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran menyebutkan, semakin masifnya klaster keluarga karena dipicu banyaknya orang tua yang membiarkan anak-anaknya jadi carrier (pembawa) virus Covid-19 saat bermain di lingkungan tempat tinggalnya tanpa protokol kesehatan yang kuat.

“Padahal, anak-anak ini potensial menjadi carrier virus (Covid-19),” ujar Fadil dalam rapat koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur di Klub Bunga Resort Kota Batu, sore tadi (11/9).

Selain itu, Fadil melanjutkan, adanya kegiatan saling kunjung untuk berkumpul keluarga, mengunjungi rumah sesama warga, dan arisan juga menjadi salah satu penyebab tingginya penularan pada klaster keluarga.

Karena itu, menurut Fadil, belum bisa diremnya kasus positif Covid-19 tidak hanya terjadi di Kota Malang, namun juga di kota/kabupaten lainnya di Jawa Timur. “Ada beberapa tren klaster yang perlu diwaspadai dalam peningkatan kasus Covid-19 di Jatim selain klaster keluarga. Yakni, klaster pasar dan klaster kantor,”ungkap dia.

Fadil menjelaskan bahwa salah satu upaya efektif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19, salah satunya di perkantoran, yakni dengan menyiapkan fasilitas seperti cuci tangan. “Kalau di kantor pelayanan publik, bisa dengan menyiapkan masker, ketika ada orang yang tidak bermasker, bisa langung dikasih masker,” kata dia.

Selain itu, kata Fadil, sesuai dengan saran epidemiolog, pasien tidak disarankan melakukan isolasi mandiri di rumah. “Epidemiolog menyarankan untuk tidak isolasi mandiri, untuk pasien tanpa gejala, bisa di safe house atau rumah karantina,” pungkas dia.

Pewarta : Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/