alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Pilkada Serentak, Khofifah: Waspada Munculnya Klaster Baru Pilkada

KOTA BATU- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta daerah yang siap melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di masa pandemi, wajib waspada. Sebab, pada pilkada serentak Jatim 2020, diperkirakan adanya klaster baru.

“Yang juga diingatkan oleh Presiden Jokowi adalah waspada klaster perkantoran, klaster keluarga, dan klaster Pilkada. Saya rasa kita akan tetap menjaga komitmen kuat untuk bisa memberikan keselamatan bagi jiwa masyarakat Jawa Timur,” kata Khofifah, saat diwawancarai selepas rakor percepatan penanganan Covid-19 Jatim dengan mengumpulkan kepala daerah se-Jatim, Kapolres, dan Dandim se-Jatim di Klub Bunga Resort Kota Batu, Jumat (11/9).

Khofifah menyebut hingga saat ini di Jawa Timur sudah ada sebanyak 141 klaster dengan total 2.004 kasus sejak adanya pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Pertumbuhan klaster ini masih terus bertambah sehingga segala upaya harus dilakukan agar tidak tumbuh klaster-klaster penularan Covid-19 baru.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan, yang kini patut diwaspadai saat ini adalah munculnya klaster keluarga, klaster kantor, dan klaster Pilkada.

“Analisa data klaster di Jawa Timur hingga saat ini ada sebanyak 141 klaster penularan di Jawa Timur dengan total 2.004 kasus. Ada klaster pasar dan tempat pelelangan ikan, klaster tempat kerja, klaster pesantren, klaster mal, klaster tempat ibadah, klaster seminar, klaster rumah sakit, dan klaster transmisi lokal,” kata Khofifah dalam paparannya.

Rinciannya, ada sebanyak 31 klaster pasar dan TPI sebanyak 199 kasus, 20 klaster tempat kerja dengan 272 kasus, dan dua klaster tempat ibadah sebanyak 74 kasus.

Selain itu ada 34 klaster lokal transmission dengan 686 kasus, 28 klaster rumah sakit sebanyak 22 kasus, dua klaster seminar sebanyak 191 kasus, satu klaster mal sebanyak 4 kasus, dan satu klaster pesantren dengan 126 kasus.

Bahkan terbaru juga ada klaster lembaga permasyarakatan (lapas) sebanyak 57 kasus, 232 kasus di klaster pabrik, serta klaster kantor sebanyaak 19-50 kasus, dan klaster pesantren sebanyak 622 kasus.

Khofifah meminta agar seluruh pihak sinergi dan terintegrasi dalam penanganan Covid-19 di Jatim.
Seluruh upaya harus dilakukan dengan memperhatikan gas dan rem dengan tepat agar pengendalian Covid-19 tetap seiring dengan pemulihan ekonomi.

Pewarta: Sandra Desi C

KOTA BATU- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta daerah yang siap melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di masa pandemi, wajib waspada. Sebab, pada pilkada serentak Jatim 2020, diperkirakan adanya klaster baru.

“Yang juga diingatkan oleh Presiden Jokowi adalah waspada klaster perkantoran, klaster keluarga, dan klaster Pilkada. Saya rasa kita akan tetap menjaga komitmen kuat untuk bisa memberikan keselamatan bagi jiwa masyarakat Jawa Timur,” kata Khofifah, saat diwawancarai selepas rakor percepatan penanganan Covid-19 Jatim dengan mengumpulkan kepala daerah se-Jatim, Kapolres, dan Dandim se-Jatim di Klub Bunga Resort Kota Batu, Jumat (11/9).

Khofifah menyebut hingga saat ini di Jawa Timur sudah ada sebanyak 141 klaster dengan total 2.004 kasus sejak adanya pandemi Covid-19 di Jawa Timur.

Pertumbuhan klaster ini masih terus bertambah sehingga segala upaya harus dilakukan agar tidak tumbuh klaster-klaster penularan Covid-19 baru.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menekankan, yang kini patut diwaspadai saat ini adalah munculnya klaster keluarga, klaster kantor, dan klaster Pilkada.

“Analisa data klaster di Jawa Timur hingga saat ini ada sebanyak 141 klaster penularan di Jawa Timur dengan total 2.004 kasus. Ada klaster pasar dan tempat pelelangan ikan, klaster tempat kerja, klaster pesantren, klaster mal, klaster tempat ibadah, klaster seminar, klaster rumah sakit, dan klaster transmisi lokal,” kata Khofifah dalam paparannya.

Rinciannya, ada sebanyak 31 klaster pasar dan TPI sebanyak 199 kasus, 20 klaster tempat kerja dengan 272 kasus, dan dua klaster tempat ibadah sebanyak 74 kasus.

Selain itu ada 34 klaster lokal transmission dengan 686 kasus, 28 klaster rumah sakit sebanyak 22 kasus, dua klaster seminar sebanyak 191 kasus, satu klaster mal sebanyak 4 kasus, dan satu klaster pesantren dengan 126 kasus.

Bahkan terbaru juga ada klaster lembaga permasyarakatan (lapas) sebanyak 57 kasus, 232 kasus di klaster pabrik, serta klaster kantor sebanyaak 19-50 kasus, dan klaster pesantren sebanyak 622 kasus.

Khofifah meminta agar seluruh pihak sinergi dan terintegrasi dalam penanganan Covid-19 di Jatim.
Seluruh upaya harus dilakukan dengan memperhatikan gas dan rem dengan tepat agar pengendalian Covid-19 tetap seiring dengan pemulihan ekonomi.

Pewarta: Sandra Desi C

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/