alexametrics
21.1 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

Khofifah Ogah Ikuti Jejak PSBB Jilid II Jakarta

KOTA BATU – Kasak-kusuk wacana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 2 di Malang Raya akhirnya terjawab. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Bumi Arema tidak akan menerapkan PSBB meski tingkat kematian pasien Covid-19 lebih tinggi ketimbang DKI Jakarta.

”Kita tidak akan meniru DKI Jakarta,” ujar Khofifah usai rapat koordinasi (rakor) bersama 38 kepala daerah se-Jatim di Klub Bunga Resort, Kota Batu, kemarin (11/9). Rakor itu juga dihadiri oleh dua jenderal, yakni Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran.

Lantas, apa alasan Khofifah tidak menerapkan PSBB jilid 2, padahal tingkat kematian pasien Covid-19 di Malang Raya lebih tinggi ketimbang Jakarta? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu per Rabu lalu (9/9), sekitar 2.627 orang terkonfirmasi positif korona. Sementara yang meninggal mencapai 200 orang atau sekitar 7,6 persen. Sementara DKI Jakarta yang sudah mengumumkan pemberlakuan PSBB jilid 2, tingkat kematiannya hanya 2,7 persen.

”Pertimbangan kami (tidak menerapkan PSBB jilid 2, Red) adalah keseimbangan ekonomi. Tapi kami tetap mengetatkan kondisi,” kata Khofifah. ”Angka kesembuhan Jatim tertinggi di nasional, yakni 78 persen,” tambah mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu.

Pewarta: Nugraha

KOTA BATU – Kasak-kusuk wacana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid 2 di Malang Raya akhirnya terjawab. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Bumi Arema tidak akan menerapkan PSBB meski tingkat kematian pasien Covid-19 lebih tinggi ketimbang DKI Jakarta.

”Kita tidak akan meniru DKI Jakarta,” ujar Khofifah usai rapat koordinasi (rakor) bersama 38 kepala daerah se-Jatim di Klub Bunga Resort, Kota Batu, kemarin (11/9). Rakor itu juga dihadiri oleh dua jenderal, yakni Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Kapolda Jatim Irjen Pol M. Fadil Imran.

Lantas, apa alasan Khofifah tidak menerapkan PSBB jilid 2, padahal tingkat kematian pasien Covid-19 di Malang Raya lebih tinggi ketimbang Jakarta? Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu per Rabu lalu (9/9), sekitar 2.627 orang terkonfirmasi positif korona. Sementara yang meninggal mencapai 200 orang atau sekitar 7,6 persen. Sementara DKI Jakarta yang sudah mengumumkan pemberlakuan PSBB jilid 2, tingkat kematiannya hanya 2,7 persen.

”Pertimbangan kami (tidak menerapkan PSBB jilid 2, Red) adalah keseimbangan ekonomi. Tapi kami tetap mengetatkan kondisi,” kata Khofifah. ”Angka kesembuhan Jatim tertinggi di nasional, yakni 78 persen,” tambah mantan Menteri Sosial (Mensos) RI itu.

Pewarta: Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/