alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Hari Pertama Relokasi, 54 Pedagang Pasar Pagi Batu Absen Berjualan

KOTA BATU – Para pedagang di Pasar Pagi Kota Batu resmi direlokasi ke Stadion Brantas sejak Kamis (11/11). Namun dari total 1.097 pedagang, sebanyak 54 pedagang masih absen membuka lapaknya. Jumlah tersebut mencapai 5 persen dari keseluruhan pedagang.

Atas kondisi itu, Sekretaris Diskumdag Kota Batu Cairo Latif memastikan bahwa hal tersebut tidak bukanlah masalah. Dia menyebut, belum berjualannya puluhan pedagang tersebut tidak disebabkan karena problem yang serius. Salah satunya karena mereka masih perlu melihat dan mempersiapkan kebutuhan untuk berjualan.

“Jadi mereka belum jualan itu bukan karena tidak mau, tapi memang masih survei istilahnya,” ungkap dia.

Pihaknya juga memastikan, bila mereka yang belum berjualan itu dalam waktu dekat akan kembali berjualan seperti biasanya. “Paling kalau tidak besok ya lusa sudah berjualan semua,” kata Latif.

Kendala teknis lainnya yang juga terjadi yakni pengaturan parkir. Karena masih hari pertama, sebagian pedagang atau pembeli masih kebingungan mencari lahan parkir. “Tapi over all semuanya sudah lancar, pembeli pun sudah ramai,” ungkapnya.

Agar para pedagang tidak kehilangan langganannya, pihaknya juga sudah memasang banner sebagai informasi perpindahan tempat Pasar Pagi. “Kami juga sudah informasikan menggunakan pengeras suara berkeliling Kota Batu, jadi masyarakat bisa tahu,” jelasnya.

Hanya, kemungkinan pembeli masih kebingungan lokasi tempat penjual langganannya. “Jadi mereka harus cari dulu, tapi kami sudah tata agar antara pedagang satu dan lainnya posisinya tidak berbeda jauh dengan yang dulu,” paparnya.

Pihaknya juga tetap memantau di lokasi pasar. Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya PKL liar yang menyusup berjualan di tempat relokasi. “Kami pantau secara ketat, karena memang tidak boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Pagi, Fitri mengaku senang atas perpindahan tempat tersebut. Sebab menurut dia, lahannya berada di ruang terbuka dan tidak terkesan kumuh. Hanya saja, Fitri mengaku khawatir dengan menurunnya jumlah pembeli yang datang. “Saya takut mereka tidak tahu tempat saya (berjualan.Red),” ungkap perempuan yang berjualan rempah dan sayur mayur tersebut. (ulf/lid/rmc)

KOTA BATU – Para pedagang di Pasar Pagi Kota Batu resmi direlokasi ke Stadion Brantas sejak Kamis (11/11). Namun dari total 1.097 pedagang, sebanyak 54 pedagang masih absen membuka lapaknya. Jumlah tersebut mencapai 5 persen dari keseluruhan pedagang.

Atas kondisi itu, Sekretaris Diskumdag Kota Batu Cairo Latif memastikan bahwa hal tersebut tidak bukanlah masalah. Dia menyebut, belum berjualannya puluhan pedagang tersebut tidak disebabkan karena problem yang serius. Salah satunya karena mereka masih perlu melihat dan mempersiapkan kebutuhan untuk berjualan.

“Jadi mereka belum jualan itu bukan karena tidak mau, tapi memang masih survei istilahnya,” ungkap dia.

Pihaknya juga memastikan, bila mereka yang belum berjualan itu dalam waktu dekat akan kembali berjualan seperti biasanya. “Paling kalau tidak besok ya lusa sudah berjualan semua,” kata Latif.

Kendala teknis lainnya yang juga terjadi yakni pengaturan parkir. Karena masih hari pertama, sebagian pedagang atau pembeli masih kebingungan mencari lahan parkir. “Tapi over all semuanya sudah lancar, pembeli pun sudah ramai,” ungkapnya.

Agar para pedagang tidak kehilangan langganannya, pihaknya juga sudah memasang banner sebagai informasi perpindahan tempat Pasar Pagi. “Kami juga sudah informasikan menggunakan pengeras suara berkeliling Kota Batu, jadi masyarakat bisa tahu,” jelasnya.

Hanya, kemungkinan pembeli masih kebingungan lokasi tempat penjual langganannya. “Jadi mereka harus cari dulu, tapi kami sudah tata agar antara pedagang satu dan lainnya posisinya tidak berbeda jauh dengan yang dulu,” paparnya.

Pihaknya juga tetap memantau di lokasi pasar. Hal itu juga untuk mengantisipasi adanya PKL liar yang menyusup berjualan di tempat relokasi. “Kami pantau secara ketat, karena memang tidak boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Pagi, Fitri mengaku senang atas perpindahan tempat tersebut. Sebab menurut dia, lahannya berada di ruang terbuka dan tidak terkesan kumuh. Hanya saja, Fitri mengaku khawatir dengan menurunnya jumlah pembeli yang datang. “Saya takut mereka tidak tahu tempat saya (berjualan.Red),” ungkap perempuan yang berjualan rempah dan sayur mayur tersebut. (ulf/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/