alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Cegah Kerumunan, Perayaan Imlek di Kota Batu Tanpa Cap Go Meh

KOTA BATU – Hari Raya Imlek 2572 Kongzili dirayakan secara sederhana di Kelenteng Kwan Im Tong di Jalan Gajah Mada kemarin (12/2). Selain tak banyak umat Konghucu karena ada pembatasan serta penerapan protokol kesehatan, puluhan lilin dan dupa tetap menyala.

Victoria Reika, salah satu umat Konghucu yang berdoa di tempat tersebut mengatakan, meski dirayakan dalam suasana kesederhanaan, namun dia tetap berharap kondisi tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menilai, shio kerbau logam pada Imlek kali ini memiliki makna yang lebih baik. Ada harapan kemakmuran. ”Harapannya menjadi orang yang lebih sabar, tekun, dan taat dalam menjalani kehidupan karena ada unsur logam yang artinya kokoh dan kerbau melambangkan kesuburan,” katanya.

Sementara itu, pada tahun 2020 lalu Imlek ditandai dengan shio tikus logam yang memiliki makna kurang baik. Warga Kelurahan Sisir itu menilai shio tersebut seperti tikus yang juga dikenal sebagai binatang penipu dan pencuri. ”Tikus merupakan binatang yang hidup di bawah tanah. Itu menandakan hal negatif,” katanya.

Di sisi lain, menurut dia, perayaan Imlek tahun 2021 ini tidak semeriah tahun lalu. Sebelum adanya pandemi Covid-19, biasanya umat Konghucu melaksanakan sembahyang dan baca doa-doa bersama. Lalu, juga tersedia banyak makanan dan melakukan pembagian angpao kepada anak-anak. Kemudian, kemarin pagi hingga pukul 11.00 baru ada 10 umat yang sembahyang di Kelenteng Kwan Im Tong.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Kelenteng Kwan Im Tong Handi Wijaya berharap pada Imlek tahun 2021 ini pandemi Covid-19 segera berakhir. Tradisi Cap Go Meh juga tidak dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan. ”Yang kami lakukan hanya satu minggu sebelum hari H melakukan pembersihan seluruh patung. Salah satunya ada patung kayu Dewi Kwan Im berumur 100 tahun lebih,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

KOTA BATU – Hari Raya Imlek 2572 Kongzili dirayakan secara sederhana di Kelenteng Kwan Im Tong di Jalan Gajah Mada kemarin (12/2). Selain tak banyak umat Konghucu karena ada pembatasan serta penerapan protokol kesehatan, puluhan lilin dan dupa tetap menyala.

Victoria Reika, salah satu umat Konghucu yang berdoa di tempat tersebut mengatakan, meski dirayakan dalam suasana kesederhanaan, namun dia tetap berharap kondisi tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menilai, shio kerbau logam pada Imlek kali ini memiliki makna yang lebih baik. Ada harapan kemakmuran. ”Harapannya menjadi orang yang lebih sabar, tekun, dan taat dalam menjalani kehidupan karena ada unsur logam yang artinya kokoh dan kerbau melambangkan kesuburan,” katanya.

Sementara itu, pada tahun 2020 lalu Imlek ditandai dengan shio tikus logam yang memiliki makna kurang baik. Warga Kelurahan Sisir itu menilai shio tersebut seperti tikus yang juga dikenal sebagai binatang penipu dan pencuri. ”Tikus merupakan binatang yang hidup di bawah tanah. Itu menandakan hal negatif,” katanya.

Di sisi lain, menurut dia, perayaan Imlek tahun 2021 ini tidak semeriah tahun lalu. Sebelum adanya pandemi Covid-19, biasanya umat Konghucu melaksanakan sembahyang dan baca doa-doa bersama. Lalu, juga tersedia banyak makanan dan melakukan pembagian angpao kepada anak-anak. Kemudian, kemarin pagi hingga pukul 11.00 baru ada 10 umat yang sembahyang di Kelenteng Kwan Im Tong.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Kelenteng Kwan Im Tong Handi Wijaya berharap pada Imlek tahun 2021 ini pandemi Covid-19 segera berakhir. Tradisi Cap Go Meh juga tidak dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan. ”Yang kami lakukan hanya satu minggu sebelum hari H melakukan pembersihan seluruh patung. Salah satunya ada patung kayu Dewi Kwan Im berumur 100 tahun lebih,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/