alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Pemkot Batu Rilis Aturan Main Pasar Takjil hingga Masjid Saat Ramadan

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu merilis Surat Edaran Nomor : 440/ 136/ 422.013/ 2021 tentang pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 hijriyah tahun 2021. Berbagai ketentuan diatur dalam kebijakan tersebut. Salah satunya boleh berjualan takjil asal tidak dilakukan di bahu jalan.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan adanya regulasi itu menindaklanjuti dari Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah. Isi edaran yang ada beberapa diantaranya diperuntukan bagi pelaku usaha.

Seperti aturan melaksanakan kegiatan berjualan takjil/atau pembagian takjil gratis tetap boleh dilakukan asal tidak di badan jalan. Lalu untuk tempat menjual makanan dan minuman diperbolehkan dengan paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat yang ada.

“Kemudian jam operasional mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, dengan mewajibkan pedagang dan pembeli menggunakan masker,” katanya.

Selain itu, untuk tempat usaha dan pedagang kaki lima yang melayani makan, minum pada siang hari diberi penutup seperti tirai, kain dan sejenisnya agar aktivitas makan, minum tidak terlihat masyarakat umum. Adanya aturan tersebut bukan berarti organisasi masyarakat atau ormas bisa melakukan sweeping seperti di daerah lain pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk pelaksanaan penertiban untuk pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan yakni Satpol PP, mereka yang berhak menindak,” katanya. Bagi pusat perbelanjaan, mall ataupun toko yang berdagang pakaian, agar menata display pakaian dan barang lainnya menyesuaikan estetika dan budaya adat ketimuran. Lalu tempat hiburan seperti panti pijat, karaoke, permainan billiar, serta jenis usaha yang berada di dalamnya wajib tutup.

Masyarakat yang akan melaksanakan rutinitas kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah dilarang mengadakan takbir keliling dan dilarang membunyikan petasan.

“Untuk ketentuan pelaksanaan mudik lebaran, berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Punjul juga meminta agar kepala desa/ lurah, memerintahkan Ketua RW dan Ketua RT serta seluruh masyarakat agar meningkatkan keamanan lingkungan dan mengoptimalkan kegiatan siskamling dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sedangkan untuk kegiatan shalat tarawih tidak ada pelarangan dari Pemkot Batu.

Lalu untuk pemberian sanksi bagi masyarakat yang melanggar dari yang ringan mulai terberat. Yakni sebelumnya dilakukan sosialisasi dan imbauan, lalu jika ada yang ketahuan melanggar akan dilakukan peneguran hingga sanksi administratif.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan untuk persiapan selama Ramadan ini pihaknya telah memberikan bantuan alat protokol kesehatan kepada 20 masjid yang berada di pinggir jalan protokol. Terutama yang memiliki potensi dihampiri banyak masyarakat termasuk wisatawan dari luar kota.

“Pemberian tersebut masing-masing masjid terdiri dari seperti wastafel portable, sprayer electric, disinfektan 5 liter dan lainnya,” katanya. Dia berharap penyemprotan dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak masjid setiap harinya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu merilis Surat Edaran Nomor : 440/ 136/ 422.013/ 2021 tentang pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 1442 hijriyah tahun 2021. Berbagai ketentuan diatur dalam kebijakan tersebut. Salah satunya boleh berjualan takjil asal tidak dilakukan di bahu jalan.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan adanya regulasi itu menindaklanjuti dari Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah. Isi edaran yang ada beberapa diantaranya diperuntukan bagi pelaku usaha.

Seperti aturan melaksanakan kegiatan berjualan takjil/atau pembagian takjil gratis tetap boleh dilakukan asal tidak di badan jalan. Lalu untuk tempat menjual makanan dan minuman diperbolehkan dengan paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat yang ada.

“Kemudian jam operasional mulai pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, dengan mewajibkan pedagang dan pembeli menggunakan masker,” katanya.

Selain itu, untuk tempat usaha dan pedagang kaki lima yang melayani makan, minum pada siang hari diberi penutup seperti tirai, kain dan sejenisnya agar aktivitas makan, minum tidak terlihat masyarakat umum. Adanya aturan tersebut bukan berarti organisasi masyarakat atau ormas bisa melakukan sweeping seperti di daerah lain pada tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk pelaksanaan penertiban untuk pelaksanaan kegiatan di bulan Ramadan yakni Satpol PP, mereka yang berhak menindak,” katanya. Bagi pusat perbelanjaan, mall ataupun toko yang berdagang pakaian, agar menata display pakaian dan barang lainnya menyesuaikan estetika dan budaya adat ketimuran. Lalu tempat hiburan seperti panti pijat, karaoke, permainan billiar, serta jenis usaha yang berada di dalamnya wajib tutup.

Masyarakat yang akan melaksanakan rutinitas kegiatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah dilarang mengadakan takbir keliling dan dilarang membunyikan petasan.

“Untuk ketentuan pelaksanaan mudik lebaran, berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Punjul juga meminta agar kepala desa/ lurah, memerintahkan Ketua RW dan Ketua RT serta seluruh masyarakat agar meningkatkan keamanan lingkungan dan mengoptimalkan kegiatan siskamling dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Sedangkan untuk kegiatan shalat tarawih tidak ada pelarangan dari Pemkot Batu.

Lalu untuk pemberian sanksi bagi masyarakat yang melanggar dari yang ringan mulai terberat. Yakni sebelumnya dilakukan sosialisasi dan imbauan, lalu jika ada yang ketahuan melanggar akan dilakukan peneguran hingga sanksi administratif.

Di sisi lain, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan untuk persiapan selama Ramadan ini pihaknya telah memberikan bantuan alat protokol kesehatan kepada 20 masjid yang berada di pinggir jalan protokol. Terutama yang memiliki potensi dihampiri banyak masyarakat termasuk wisatawan dari luar kota.

“Pemberian tersebut masing-masing masjid terdiri dari seperti wastafel portable, sprayer electric, disinfektan 5 liter dan lainnya,” katanya. Dia berharap penyemprotan dapat dilakukan secara mandiri oleh pihak masjid setiap harinya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru