alexametrics
24.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Rumah Dekat Kandang Picu Stunting di Kota Batu

KOTA BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu terus berupaya untuk menurunkan angka stunting yang saat ini jumlah persentasenya 14 persen atau di bawah ambang batas WHO. Untuk bisa mencapai target tersebut, DPRD Kota Batu berharap sinergitas antara OPD (organisasi perangkat daerah), utamanya terkait menjaga kualitas lingkungan hidup.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud mengatakan, tidak jarang dirinya masih menemui kondisi lingkungan yang kurang sehat. Dia mencontohkan seperti di pelosok desa adanya setiap rumah warga berhimpitan dengan kandang ternak. Kemudian terkait pembuangan limbah yang masih menimbulkan bau kurang sedap. “Sehingga itu berpotensi berpengaruh terhadap stunting, maka ini bukan tugas dari dinkes saja,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya penting kehadiran dari Dinas Perumahan, Pertanahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu untuk melakukan kajian dan mencari solusi terbaik ke depannya. Selain itu, soal menjaga kualitas air, menurut Didik juga perlu dilakukan pengecekan secara berkala. Sehingga diharapkan air yang dikonsumsi untuk bayi atau balita memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan.

“Itu bisa tugasnya dinas lingkungan hidup bersama PDAM atau Hippam, dicek setahun dua kali, ini usulan dari warga Kecamatan Bumiaji, penting untuk didengar,” ujarnya. Dia juga berharap angka stunting di Kota Batu pada tahun depan bisa berada di bawah 10 persen. Lalu, untuk dinkes, Didik meminta terus ada pendampingan edukasi dari calon ibu hingga menjadi ibu, sampai anaknya berusia lima tahun ke atas. Terutama soal memberikan pemahaman tentang gizi.

“Pengolahan makanan untuk bayi atau balita jangan sampai diberi makanan siap saji seperti mi instan, itu tidak baik,” ujarnya. Perlu diketahui, upaya untuk menurunkan angka stunting, Pemkot Batu juga telah mendistribusikan pemberian makanan tambahan (PMT) senilai Rp 2 miliar pada Juli lalu. Setiap penerima PMT diperuntukkan selama 90 hari. Bantuan tersebut diberikan dengan di-dropping melalui 5 puskesmas yang ada. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Dinas Kesehatan Kota Batu terus berupaya untuk menurunkan angka stunting yang saat ini jumlah persentasenya 14 persen atau di bawah ambang batas WHO. Untuk bisa mencapai target tersebut, DPRD Kota Batu berharap sinergitas antara OPD (organisasi perangkat daerah), utamanya terkait menjaga kualitas lingkungan hidup.

Anggota Komisi C DPRD Kota Batu Didik Machmud mengatakan, tidak jarang dirinya masih menemui kondisi lingkungan yang kurang sehat. Dia mencontohkan seperti di pelosok desa adanya setiap rumah warga berhimpitan dengan kandang ternak. Kemudian terkait pembuangan limbah yang masih menimbulkan bau kurang sedap. “Sehingga itu berpotensi berpengaruh terhadap stunting, maka ini bukan tugas dari dinkes saja,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, menurutnya penting kehadiran dari Dinas Perumahan, Pertanahan dan Kawasan Permukiman Kota Batu untuk melakukan kajian dan mencari solusi terbaik ke depannya. Selain itu, soal menjaga kualitas air, menurut Didik juga perlu dilakukan pengecekan secara berkala. Sehingga diharapkan air yang dikonsumsi untuk bayi atau balita memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan.

“Itu bisa tugasnya dinas lingkungan hidup bersama PDAM atau Hippam, dicek setahun dua kali, ini usulan dari warga Kecamatan Bumiaji, penting untuk didengar,” ujarnya. Dia juga berharap angka stunting di Kota Batu pada tahun depan bisa berada di bawah 10 persen. Lalu, untuk dinkes, Didik meminta terus ada pendampingan edukasi dari calon ibu hingga menjadi ibu, sampai anaknya berusia lima tahun ke atas. Terutama soal memberikan pemahaman tentang gizi.

“Pengolahan makanan untuk bayi atau balita jangan sampai diberi makanan siap saji seperti mi instan, itu tidak baik,” ujarnya. Perlu diketahui, upaya untuk menurunkan angka stunting, Pemkot Batu juga telah mendistribusikan pemberian makanan tambahan (PMT) senilai Rp 2 miliar pada Juli lalu. Setiap penerima PMT diperuntukkan selama 90 hari. Bantuan tersebut diberikan dengan di-dropping melalui 5 puskesmas yang ada. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru